Polisi tembakkan gas air mata demonstran di Beirut
Elshinta
Minggu, 15 Desember 2019 - 10:41 WIB |
Polisi tembakkan gas air mata demonstran di Beirut
Sumber Foto: https://bit.ly/2tcfmcW

Elshinta.com - Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran di pusat Kota Beirut, Lebanon, pada bentrokan Sabtu (14/12), yang berlangsung hingga malam dan melukai puluhan orang.

Ratusan orang berkumpul di ibu kota sebagai bagian dari gelombang aksi protes bersejarah yang menyapu Lebanon sejak 17 Oktober. Massa geram terhadap elit penguasa yang menyeret negara tersebut ke dalam krisis terparah selama puluhan tahun.

Sejak aksi protes yang mendorong pengunduran diri Perdana Menteri Saad al-Hariri, pembicaraan antar partai utama mengenai pembentukan kabinet baru selama beberapa pekan menemui jalan buntu.

Lebanon saat ini membutuhkan pemerintahan baru untuk membantunya terlepas dari krisis. Donor asing menyebutkan pihaknya hanya akan membantu setelah Lebanon memiliki kabinet yang dapat memberlakukan reformasi.

Polisi antihuru-hara dan pasukan keamanan dikerahkan secara massal di Beirut pada Sabtu malam, mengejar demonstran, memukul serta menahan beberapa di antaranya, menurut wartawan Reuters dan demonstran.

Gumpalan asap putih mengepul dari tabung gas air mata dan sirene ambulans terdengar saat kedua pihak saling berkejaran di sekitar ruas jalan di pusat Kota Beirut.

Massa melempari polisi dengan batu dan yang lainnya berupaya mendorong penghalang baja yang dipasang untuk memblokir akses menuju gedung parlemen dan pemerintah.

Kantor Berita NNA melaporkan gas air mata membuat sejumlah orang pingsan. Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan pihaknya merawat 54 korban luka, dengan membawa lebih dari setengahnya ke rumah sakit.

Pasukan keamanan Internal menyebutkan sedikitnya 20 polisi terluka akibat bentrokan.

Kerusuhan yang terjadi sejak Oktober bermula dari kemarahan rakyat atas biaya hidup yang tinggi, rencana baru tarif pajak dan catatan pemimpin sektarian yang mendominasi negara tersebut sejak perang saudara 1975-1990. Massa menuding elit penguasa mengeksploitasi negara untuk meraup keuntungannya sendiri melalui jaringan patronase, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korut sementara larang turis asing masuk karena virus corona
Rabu, 22 Januari 2020 - 07:51 WIB
Seorang operator tur asing, Selasa (21/1), mengatakan, Korea Utara untuk sementara waktu melarang tu...
Virus China capai AS, Wall Street ditutup jatuh
Rabu, 22 Januari 2020 - 07:14 WIB
Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mundur dari rekor tertingginya ke...
ILO perkirakan berakhirnya penurunan tingkat pengangguran global
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:45 WIB
 Tingkat pengangguran global telah stabil setelah menurun selama sembilan tahun sejak krisis. Namun...
PM Mahathir: Jika tak ada perubahan, koalisi hanya satu periode saja
Senin, 20 Januari 2020 - 12:28 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Senin (20/1) mengatakan koalisinya dapat memerintah satu ...
Tiongkok konfirmasi 139 kasus baru pneumonia selama akhir pekan
Senin, 20 Januari 2020 - 11:18 WIB
Wabah virus korona di Tiongkok menyebar ke sejumlah kota lainnya, menurut otoritas Tiongkok pada Sen...
Badai dahsyat Gloria hantam Spanyol
Senin, 20 Januari 2020 - 10:58 WIB
Badai dahsyat Gloria diiringi dengan angin kencang, hujan lebat dan salju, menghantam sejumlah wilay...
Keluar dari Kerajaan Inggris, ini alasan Pangeran Harry
Senin, 20 Januari 2020 - 08:49 WIB
Untuk pertama kalinya Pangeran Harry berbicara mengenai keputusan untuk keluar sebagai anggota senio...
KJRI Jeddah dan Pokjar Madinah tandatangani kerja sama pendidikan tinggi
Senin, 20 Januari 2020 - 06:54 WIB
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah terus berupaya membuka akses seluas-luasnya ke la...
Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:17 WIB
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Guardian pada ratusan artikel dari 14 koran di Inggris mengungk...
Bom mobil di Somalia hatam kontraktor Turki
Sabtu, 18 Januari 2020 - 20:13 WIB
Bom mobil yang menyasar kelompok kontraktor Turki meledak pada Sabtu di Afgoye, barat laut ibu kota ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV