Qatar lihat sedikit kemajuan dalam penyelesaian sengketa Teluk
Elshinta
Minggu, 15 Desember 2019 - 11:38 WIB |
Qatar lihat sedikit kemajuan dalam penyelesaian sengketa Teluk
Sumber Foto: https://bit.ly/2YT6WD5

Elshinta.com - Terdapat sedikit kemajuan dalam penyelesaian sengketa sengit antara Qatar dan sejumlah negara tetangganya, menurut menteri luar negeri negara Teluk tersebut pada Sabtu (14/12), hanya beberapa hari setelah perdana menteri mereka melakukan lawatan ke Arab Saudi.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutus hubungan diplomatik dan jaringan perdagangan dengan Qatar sejak Juni 2017, menuding Qatar mendukung terorisme. Doha membantah tuduhan tersebut dan menuduh balik tetangganya berupaya membatasi kedaulatan mereka.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Abdullah bin Nasser Al Thani menghadiri konferensi tingkat tinggi tahunan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Arab Saudi pada Selasa, representasi tertinggi dalam pertemuan tersebut sejak 2017.

Ditanya apakah ada kemajuan pada pertemuan para pemimpin kawasan, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan kepada Reuters di Doha Forum di Qatar bahwa ada "sedikit kemajuan, hanya sedikit."

Kunjungan perdana menteri menyusul intensifikasi upaya untuk menyelesaikan sengketa termasuk pembicaraan Qatar dan Arab Saudi pada Oktober. Tak disebutkan soal sengketa selama dua setengah tahun dalam KTT tersebut.

Perselisihan itu mengacaukan aliansi GCC, blok monarki Arab yang diperintah Sunni di Teluk, yang berhubungan dekat dengan Amerika Serikat, termasuk menampung basis militer Amerika.

Menteri Keuangan Qatar Ali Sherif al-Emadi menyatakan pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia tetap "negara yang percaya pada GCC."

Amerika Serikat dan Kuwait berupaya memediasi sengketa tersebut, yang merusak upaya Washington untuk membentuk front bersatu melawan Iran, yang terkunci dalam memperjuangkan supremasi kawasan dengan Arab Saudi, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV