Instagram beri label untuk konten hoax
Elshinta
Rabu, 18 Desember 2019 - 15:45 WIB |
Instagram beri label untuk konten hoax
Instagram memberikan label jika konten dinyatakan hoax oleh pengecek fakta. Sumber Foto: https://bit.ly/35x9F7H

Elshinta.com - Facebook Inc memperluas pengecekan fakta ke Instagram demi memerangi sebaran misinformasi di platform berbagi foto dan video tersebut.

"Hari ini kami memperluas program pengecekan fakta kami secara global, organisasi pengecek fakta di seluruh dunia bisa menilai misinformasi di platform kami," kata Instagram di blog resmi Facebook, dikutip Antara Rabu (18/12).

Jika sebuah konten dinilai salah, atau sebagian salah, oleh pengecek fakta pihak ketiga, Instagram akan mengurangi sebaran konten tersebut dengan menghapus konten dari tab Explore dan laman untuk tanda pagar.

Instagram akan melabeli konten tersebut agar pengguna bisa memutuskan konten apa yang mereka lihat, baca, percayai dan bagikan. "Label ini akan terlihat oleh semua orang yang melihat konten tersebut, di laman utama, profil, stories dan direct message," kata Instagram.

Instagram menggunakan teknologi image matching, atau pencocokan gambar, untuk mengenali konten yang bermasalah dan memberi label pada konten tersebut. Teknologi tersebut juga dapat mengenali secara otomatis konten yang sudah dilabeli di platform Facebook.

Jika konten sudah dilabeli di Facebook, Instagram secara otomatis juga akan memberi label yang sama pada konten tersebut, begitu juga sebaliknya. Label di Instagram akan memberi tautan ke sumber terpercaya yang sudah men-debunk hoax tersebut.

Instagram juga akan bertindak pada akun yang berkali-kali menyebarkan akun yang dilabeli hoax, mereka akan dihapus dari tab Explore dan tagar. Instagram selain menggunakan teknologi juga mengandalkan laporan dari pengguna untuk menilai suatu konten, kemudian mengirimkannya ke fact-checker. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WhatsApp bakal bisa digunakan di empat perangkat sekaligus
Senin, 21 September 2020 - 11:13 WIB
WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan akun yang sama dapat digunakan...
Trump izinkan TikTok terus beroperasi di AS
Senin, 21 September 2020 - 09:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung kesepakatan yang akan memungkinkan TikTok untuk teru...
TikTok protes soal ancaman blokir di AS
Sabtu, 19 September 2020 - 15:52 WIB
TikTok dan perusahaan induk ByteDance Ltd meminta pengadilan Amerika Serikat melarang pemerintah neg...
Facebook gabungkan Messenger dan Instagram di aplikasi baru untuk UKM
Jumat, 18 September 2020 - 11:26 WIB
Facebook meluncurkan aplikasi baru yang memungkinkan pemilik usaha kecil mengelola halaman dan profi...
Facebook Messenger batasi terusan pesan, perangi berita palsu
Minggu, 06 September 2020 - 14:50 WIB
Serupa dengan apa yang dilakukan Facebook sebelumnya kepada WhatsApp, raksasa jejaring sosial itu me...
Enam kerentanan WhatsApp diungkap
Jumat, 04 September 2020 - 16:59 WIB
Layanan pesan milik Facebook, WhatsApp, mengungkap enam kerentanan yang sebelumnya tidak pernah diun...
Google upayakan kinerja Chrome 10 persen lebih cepat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:24 WIB
Google meningkatkan kinerja tab di Chrome, dan perubahan tersebut dapat meningkatkan kecepatan hingg...
Facebook dan Snap berencana akuisisi saingan TikTok, Dubsmash?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:08 WIB
Facebook dan pemilik Snapchat, Snap, dilaporkan sempat mengadakan pembicaraan untuk mengakuisisi Dub...
Twitter uji coba pisahkan `retweet` dengan `quote tweet`
Minggu, 09 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Twitter sedang melakukan uji coba penghitungan quote tweet yang sebelumnya dikenal dengan retweet de...
Facebook izinkan karyawan bekerja dari rumah hingga Juli 2021
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:54 WIB
Facebook akan mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah hingga Juli 2021 karena pandemi COVID-19...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV