Donald Trump dimakzulkan, keputusan akhir di Sidang Senat AS Januari
Elshinta
Kamis, 19 Desember 2019 - 10:38 WIB |
Donald Trump dimakzulkan, keputusan akhir di Sidang Senat AS Januari
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato selama kampanye di Giant Center di Hershey, Pennsylvania, AS, Selasa (10/12/2019). (Ant/REUTERS/Tom Brenner/aww) - https://bit.ly/2M9ijSl

Elshinta.com - Donald Trump menjadi presiden ketiga Amerika Serikat yang dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, setelah pada Rabu (18/12) malam, lembaga itu sepakat bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya menekan Pemerintah Ukraina serta menghalangi upaya penyelidikan Kongres.

Keputusan tersebut dicapai sebagai hasil sidang pemungutan suara di DPR AS dengan perolehan suara 230 berbanding 197, yang menganggap Trump menyalahgunakan kekuasaan.  

Sementara itu, pada sesi pemungutan suara kedua, sebanyak 229 anggota DPR AS sepakat Trump telah menghalangi upaya Kongres, dan 198 lainnya memilih "tidak sepakat".

Partai Demokrat yang mendominasi parlemen berhasil mengumpulkan suara untuk memakzulkan Trump atas dua artikel pelanggaran, yaitu penyalahgunaan kuasa dan upaya menghalangi Kongres. Hasil keputusan itu akan menjadi dasar sidang pemakzulan Trump di Senat yang didominasi oleh Partai Republik. 

Sidang Senat AS pada bulan berikutnya akan memberi keputusan akhir soal pemakzulan Trump.
 
Hasil dua sesi pemungutan suara itu telah melampaui batas suara minimal yang harus diperoleh untuk memakzulkan Trump, yaitu 216 suara "ya". Oleh karena itu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi langsung mengesahkan hasil dua sesi pemungutan suara, yang berlangsung pada Rabu malam itu. 

Ia lanjut mengumumkan sidang ditunda dan kembali dilanjutkan Kamis (19/12) pagi pukul 09.00 waktu setempat.

Langkah DPR AS itu membuka jalan bagi pelaksanaan sidang lanjutan pemakzulan Trump oleh Senat pada Januari.

Di tengah proses pemungutan suara pemakzulan berlangsung di DPR, Presiden Trump menemui pendukungnya dalam acara kampanye di Battle Creek, Michigan.

Dalam 243 tahun sejarah AS, belum ada presiden yang dicopot dari jabatannya lewat pemakzulan. Pasalnya, pemakzulan presiden membutuhkan dua pertiga suara mayoritas dari 100 anggota Senat. Artinya, pendukung pemakzulan Trump harus mengumpulkan 20 suara dari Partai Republik untuk bergabung dengan Partai Demokrat melawan Trump. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda Partai Republik akan berbuat demikian.

Trump, yang mengincar untuk kembali terpilih dalam pemilihan presiden pada November 2020, menyebut proses sidang pemakzulan sebagai "upaya kudeta" Partai Demokrat yang ingin menggagalkan kemenangannya pada Pemilu 2016. 

Anggota Senat senior Partai Republik, Mitch McConnell, memprediksi "tidak ada peluang" bahwa Senat akan memakzulkan Trump saat mereka menguasai sidang. 

Penyalahgunaan Kekuasaan

Dalam sesi pemungutan suara pertama pada Rabu malam waktu AS, Trump, 73, diduga telah menyalahgunakan kekuasaannya menekan Pemerintah Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat yang akan menjadi pesaing utama sang petahana. Tidak hanya itu, Trump diduga terlibat menyebarkan kabar bahwa Demokrat bersekongkol dengan Ukraina untuk ikut campur pada pemilihan umum 2016.

Partai Demokrat mengatakan Trump menahan dana bantuan keamanan senilai 391 juta US dolar bagi Pemerintah Ukraina untuk memerangi kelompok separatis yang didukung Rusia. Trump juga diduga memaksa Kiev untuk ikut campur dalam Pemilu 2020 dengan menyelidiki Biden.

Sementara itu, sesi pemungutan suara kedua menduga Trump telah menghalangi upaya penyelidikan Kongres dengan mengarahkan pejabat dan lembaga di bawah kekuasaannya agar tidak mematuhi panggilan DPR untuk memberikan kesaksian serta menyerahkan dokumen terkait dugaan pemakzulan.

Walaupun demikian, Trump menyangkal telah melakukan pelanggaran itu dan menyebut upaya pemakzulan terhadapnya sebagai  tindakan yang dibuat-buat, demikian dilansir Antara. (Sumber: Reuters) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Argentina perpanjang karantina untuk COVID-19 hingga pertengahan April
Senin, 30 Maret 2020 - 17:58 WIB
Argentina memperpanjang periode karantina nasional sampai pertengahan April sebagai upaya memperlamb...
Kanada larang orang dengan gejala COVID-19 gunakan pesawat atau kereta
Minggu, 29 Maret 2020 - 15:15 WIB
Kanada tidak akan mengizinkan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernafasan COVID-19 menggun...
Kasus corona membludak, korps militer AS siapkan 100 fasilitas
Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:14 WIB
Korps Insinyur Angkatan Darat  sedang merencanakan untuk menyiapkan lebih dari 100 fasilitas di Ame...
Menteri perdagangan Brazil positif corona
Selasa, 17 Maret 2020 - 10:08 WIB
Menteri Perdagangan Luar Negeri Brazil Marcos Troyjo telah menjalani tes corona dan dinyatakan posit...
Untuk pertama kalinya pelaut AS dari kapal perang terinfeksi corona
Senin, 16 Maret 2020 - 10:55 WIB
Salah satu pelaut Amerika Serikat yang bertugas di atas  kapal perang terbukti positif virus corona...
Kanada desak Iran kirim kotak hitam pesawat jatuh ke Prancis
Kamis, 06 Februari 2020 - 14:23 WIB
Kanada pada Rabu mendesak Iran supaya mengirim kotak hitam pesawat yang jatuh ke Prancis segera, tem...
Gempa dahsyat terjadi di Karibia, antara Jamaika dan Kuba
Rabu, 29 Januari 2020 - 10:56 WIB
Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 Magnitudo melanda laut selatan Kuba pada Selasa setempat atau Rabu (29...
Trump tegaskan AS akan tambah daftar negara yang dilarang masuk ke AS 
Kamis, 23 Januari 2020 - 20:54 WIB
Amerika Serikat akan menambah sejumlah negara ke dalam daftar larangan masuk ke AS, kata Presiden Do...
Trump akui `tak peduli` jika Iran setuju berunding dengan AS
Senin, 13 Januari 2020 - 17:58 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengaku dirinya tak peduli jika Iran setuju berundi...
DPR AS hadang Trump berperang dengan Iran
Jumat, 10 Januari 2020 - 08:57 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat pada Kamis (9/1) mengesahkan resolusi untuk mengendali...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Radio Elshinta