Menteri PPA katakan perempuan tidak bisa dipisahkan dari sejarah  
Elshinta
Senin, 23 Desember 2019 - 20:55 WIB |
Menteri PPA katakan perempuan tidak bisa dipisahkan dari sejarah  
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Foto: https://bit.ly/34LQQfT/elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, perempuan tidak dapat bisa dipisahkan dengan sejarah kemerdekaan bangsa.

Hal ini karena kaum perempuan berperan serta dalam merebut kemerdekaan, kata menteri dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dalam peringatan hari Ibu di Palembang, Senin (23/12).

Jadi pada hakikatnya peringatan hari Ibu untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia sebagai momentum kebangkitan bangsa, kata menteri.

Oleh karena itu peringatan yang dilaksanakan setiap tahun itu untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu.

Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan lndonesia yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur.

Hal ini sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan lndonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah tersebut, peringatan hari Ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional, sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa lndonesia dan diperingati setiap tahunnya, baik di dalam dan luar negeri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK sebut anak-anak harus jadi pelopor kejujuran
Senin, 19 Juli 2021 - 21:45 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menyebut anak-anak harus menjad...
Sisi buruk kebiasaan `multitasking` untuk tubuh hingga IQ
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:24 WIB
Bagi sebagian orang, mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan y...
Dharma Wanita diajak kembangkan program peningkatan kreatif
Jumat, 02 Juli 2021 - 11:58 WIB
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata ...
Ikatan Dokter Gigi Anak: Dot digunakan hanya sampai usia 4 tahun
Sabtu, 29 Mei 2021 - 17:56 WIB
Dokter spesialis gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), Eriska Riyanti menuturkan...
Perempuan `penyelamat` ekonomi di tengah pandemi
Senin, 26 April 2021 - 14:18 WIB
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, selama lebih dari satu tahun ini telah memp...
Dua pengusaha wanita ubah sampah plastik jadi bahan bangunan
Rabu, 21 April 2021 - 12:01 WIB
Sampah plastik kemasan sachet banyak digemari konsumen karena praktis dan harganya lebih murah. Tapi...
Berdayakan perempuan, Sukoharjo incar APE 2021
Selasa, 06 April 2021 - 18:12 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masuk nominasi untuk Penghargaan Parahita Ekapraya 2021.
Perkuat ketahanan keluarga cegah radikalisme-terorisme oleh perempuan
Sabtu, 03 April 2021 - 18:57 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meyakini salah satu cara untuk...
Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25 WIB
Konsorsium Permampu yang terdiri dari 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera merayakan International Wome...
Atalia Kamil: Perempuan berperan penting di keluarga saat pandemi
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:29 WIB
Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, men...
Live Streaming Radio Network