Kalapas Mataram apresiasi upaya polisi ungkap napi kendalikan narkoba
Elshinta
Selasa, 24 Desember 2019 - 15:17 WIB |
Kalapas Mataram apresiasi upaya polisi ungkap napi kendalikan narkoba
Kalapas Kelas IA Mataram Tri Saptono Sambudji. Sumber Foto: https://bit.ly/2sUICF4

Elshinta.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IA Mataram Tri Saptono Sambudji, memberikan apresiasi perihal upaya kepolisian mengungkap keterlibatan seorang narapidana yang diduga mengendalikan peredaran narkoba.

"Kami sangat berterima kasih kepada aparat kepolisian, karena berkat sinergitas dan koordinasi yang bagus, akhirnya dapat terungkap adanya peran warga binaan kami yang mengendalikan narkoba dari dalam lapas," kata tri Saptono Sambudji di Mataram, Selasa (24/12).

Narapidana yang terlibat dalam peredaran narkoba diluar lapas tersebut berinisial LF. Dia adalah salah seorang warga binaan yang terjerat kasus narkoba di wilayah hukum Polres Mataram.

Dari dalam lapas, LF mengendalikan dua orang suruhannya untuk mengambil paketan sabu-sabu di wilayah Karang Bagu, Kota Mataram. Barang tersebut kemudian diminta untuk diberikan kepada seorang pembeli yang berada di wilayah Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Namun, peran dan keterlibatan LF dalam peredaran ini terungkap setelah dua orang suruhannya berinisial RA dan AB tertangkap. Keduanya ditangkap dengan barang bukti poketan sabu-sabu seberat 11,18 gram.

Terkait dengan pengungkapan ini, Tri menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang besar kepada penyidik kepolisian dalam proses pengembangan kasus peredaran narkoba yang melibatkan warga binaannya. "Kalau pun nantinya dalam pengembangan ada dugaan keterlibatan petugas kami, saya serahkan seluruhnya kepada Kapolres Mataram, kami persilakan untuk mengambil tindakan, kita sangat terbuka sekali," ujarnya.

Kemudian untuk LF yang perannya terungkap sebagai pengendali peredaran narkoba dari dalam lapas ini telah diberikan sanksi oleh pihak Lapas Kelas IA Mataram. "Sekarang dia sudah kita naikkan kelasnya sebagai narapidana high risk (resiko tinggi), sehingga pengamanannya super maximum security, ditempatkan di sel khusus, sel tikus," ucapnya, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkab Tangerang akan berantas peredaran narkoba
Kamis, 20 Februari 2020 - 15:55 WIB
Terjadi pengendalian narkoba dari dalam lapas, Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat prihatin dan me...
Nekat tanam ganja di rumahnya, lelaki ini ditangkap Polrestro Depok
Kamis, 20 Februari 2020 - 15:14 WIB
RW (30) seorang lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir ditangkap anggota Satres Narkoba...
Polisi sebut kekerasan anak dibawah umur di Buton meningkat
Kamis, 20 Februari 2020 - 12:57 WIB
Kepolisian Resor Buton, Sulawesi Tenggara menyebut kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di wil...
Polsek Cibinong selidiki kasus curas di toko swalayan
Kamis, 20 Februari 2020 - 12:35 WIB
Bermula dengan adanya Laporan Polisi dari Masyarakat terkait kejadian tindak pidana curas (pencurian...
Kasus perundungan siswa, polisi masih tetapkan dua tersangka
Kamis, 20 Februari 2020 - 06:47 WIB
Polisi masih bersikukuh menetapkan dua orang pelaku masing-masing berinisial Ws dan Rk sebagai pelak...
PSSI serahkan pengusutan kasus kerusuhan di Blitar ke Polri
Rabu, 19 Februari 2020 - 21:15 WIB
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyerahkan pengusutan kasus kerusuhan antaroknum supo...
Satgas Pamtas gagalkan penyelundupan 1,5 ton gula di perbatasan 
Rabu, 19 Februari 2020 - 11:37 WIB
Satuan tugas Pengamanan perbatasan Yonif Raider 641/Beruang yang berjaga di Pos Komando taktis kemba...
BNN ungkap peredaran 60.000 ekstasi dan 10 kg sabu-sabu dari Malaysia
Rabu, 19 Februari 2020 - 11:25 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bekerja sama dengan Bea Cukai Dumai mengungkap peredaran 60.000 pi...
Polisi tangkap pedagang kosmetik ilegal omset miliaran di Depok
Rabu, 19 Februari 2020 - 07:46 WIB
Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku memproduksi kosmetik ilegal memiliki hasil penjualan menc...
Ngeri, klinik aborsi di Jakpus hancurkan 903 janin dengan bahan kimia
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:46 WIB
Polisi memastikan klinik aborsi di Senen, Jakarta Pusat, membuang 903 janin hasil aborsi ke dalam se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)