Pengamat katakan isu `Geng Solo` di kepolisian tidak usah direspon
Elshinta
Kamis, 26 Desember 2019 - 15:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Pengamat katakan isu `Geng Solo` di kepolisian tidak usah direspon
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis. Foto: https://bit.ly/2tMNlZO/Elshinta.com.

Elshinta.com - Penunjukan Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya menuai kontroversi, bahkan ada yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang memainkan ‘geng Solo’. Mengingat, Irjen Nana pernah menjadi Kapolresta Surakarta ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo.

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai opini yang menggiring Presiden Jokowi sedang membangun ‘geng Solo’ tidak perlu direspon. Menurut dia, penunjukan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya sudah memenuhi syarat hukum.

“Bukan tidak usah dibesar-besarkan (geng Solo), tapi tidak usah direspon. Anggap saja itu angin biasa di alam politik,” kata Margarito kepada wartawan, termasuk Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal, Kamis (26/12).

Ia menjelaskan bagi siapa pun polisi yang diputuskan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, tentu sudah melalui proses memegang jabatan apapun di dalam organisasi Polri. Maka, harus diasumsikan memenuhi syarat hukum dan kualifikasi teknis untuk jabatan tersebut.

“Saya tahu dan dapat memahami dinamika setiap pengangkatan seseorang menduduki jabatan, itu dinamika sangat biasa. Tapi secara hukum itu tidak penting, karena tidak ada isu yang dalam dinamika itu tidak dapat diverifikasi secara empiris,” ujarnya.

Selain itu, Margarito melihat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) dan Kapolri Jenderal Idham Azis pasti memiliki catatan positif untuk menunjuk Irjen Nana menjadi Kapolda Metro Jaya. Maka, Nana harus bisa memastikan Jakarta menjadi nyaman bagi semua orang.

“Lagi pula saya tidak mengerti ada polisi yang berseberangan dengan Presiden RI dan/atau pejabat lain dalam kerangka tata negara,” jelas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Panglima TNI: 11 pucuk senjata kecelakaan Mi-17 kemungkinan diamankan masyarakat
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:06 WIB
Sejumlah 11 pucuk Senjata milik Prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan pesawat Heli Mi-17 beber...
Tingkatkan keterampilan, Satbrimob Polda Kaltim giatkan latihan
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:47 WIB
Tugas Polri yang kedepan semakin banyak memotivasi para pasukan elite Polri untuk meningkatkan keter...
Panglima TNI terima kunjungan kehormatan Panglima ATM
Jumat, 07 Februari 2020 - 16:26 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Tentera Mal...
Pemulangan anggota ISIS disebut bisa jadi bom waktu
Jumat, 07 Februari 2020 - 11:47 WIB
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi menilai pemulangan anggota Isla...
Wamenhan akan pacu digitalisasi pertahanan
Kamis, 06 Februari 2020 - 13:38 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono akan memacu digitalisasi pertahanan seiring terjadiny...
Polri tegaskan rekam jejak WNI eks ISIS yang akan dipulangkan ke Tanah Air
Rabu, 05 Februari 2020 - 08:21 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk memverifika...
Personel Kodim 0705/Magelang ikuti UTP Umum Teritorial 2020
Selasa, 04 Februari 2020 - 18:57 WIB
Seluruh personel militer Kodim 0705/Magelang, Jawa Tengah yang berpangkat Sersan Dua hingga Pembantu...
Prabowo beli pesawat tempur, Dubes Rusia: masih proses!
Selasa, 04 Februari 2020 - 09:00 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto akan membeli pesawat tempur jenis Sukhoi Su-35 buatan ...
Kapolresta Cirebon pimpin upacara kenaikan pangkat pengabdian
Senin, 03 Februari 2020 - 20:42 WIB
Kapolresta Cirebon AKBP M Syahduddi memimpin upacara kenaikan pangkat pengabdian Kanit Sabhara Polse...
TNI-Polri perketat patroli di Natuna pasca-aksi massa
Senin, 03 Februari 2020 - 08:52 WIB
Pasca-adanya aksi massa di Natuna, Kepulauan Riau, terkait observasi yang dilakukan kepada WNI yang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)