KPU siapkan E-Rekap pada Pilkada 2020
Elshinta
Jumat, 27 Desember 2019 - 09:49 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
KPU siapkan E-Rekap pada Pilkada 2020
Sumber Foto: https://bit.ly/2rzDlm6

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan menerapkan sistem rekapitulasi suara elektronik (e-rekap) pada Pilkada  2020. Sistem tersebut dinilai akan mempercepat proses perhitungan hasil pencoblosan suara.

Komisioner KPU RI Viryan Azis mengatakan, durasi rekapitulasi hasil pemilu saat ini terlalu lama, butuh waktu 30-35 hari. Sementara dengan e-rekap, rekapitulasi bisa memangkas waktu hanya 5-10 hari. “Saat ini sedang kami siapkan,” kata Viryan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/12), seperti dikutip Infopublik.id.

Rekapitulasi elektronik ini, kata Viryan,  sebagai solusi atas keluhan publik terhadap perhitungan suara pemilu yang berbelit, dan memakan waktu berminggu-minggu. Seringkali hal ini mengundang pertanyaan masyarakat atas hasil pemilu. "Sistem e-rekap nantinya dapat mencegah kekeliruan dan kecurangan dalam proses perhitungan suara," tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kalimantan Selatan (Kalsel) Hatmiati meminta agar sistem ini ada aturan jelas.

Diakuinya, sistem elektronik sangat memudahkan bahkan dapat memangkas waktu rekapitulasi. Namun, yang paling penting adalah ketersediaan sarana dan SDM. “Kami berharap, jangan sampai ketika diterapkan, malah ada yang tak memahami,” ujarnya. 

Tak bisa dipungkiri, kondisi daerah di Kalsel, tak semuanya terhubung dengan layanan internet. Bagi di perkotaan penerapan sistem ini mungkin tak akan ada kendala. Namun, bagi di daerah pelosok bahkan di pegunungan yang jaringan internetnya tak ada, akan menjadi persoalan lain.

Ia menegaskan belum mengetahui, e-rekap ini apakah akan diterapkan pada Pilkada 2020 mendatang, khususnya di Kalsel. “KPU di daerah mau tak mau harus menjalankan ketika KPU RI memerintahkan. Namun, saat ini belum ada,” ujarnya.

KPU RI rencananya tidak menerapkan e-rekap ke semua daerah pelaksana Pilkada 2020. Namun, akan melakukan simulasi dulu di beberapa kabuapten/kota bahkan provinsi yang menggelar Pilkada 2020.

Sebelumnya, KPU RI akan menguji coba  e-rekap untuk pilkada  2020.

"Kita akan tentu melakukan simulasi, mungkin di tahun 2020 nanti, ya di awal tahun kita sudah akan bisa melakukan simulasi," kata Komisioner KPU RI Evi Novida Manik.

Menurut Evi, KPU tengah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan e-rekap, seperti sumber daya manusia (SDM) penyelenggara pemilu yang mempunyai kemampuan di bidang teknologi.

"Kami juga mempersiapkan infrastruktur terkait dengan teknologi, dan jaringan sehingga e-rekap tidak mengalami kendala. Jaringan internet juga harus dipersiapkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS)," tuturnya.

Selain itu, pihaknya sudah meminta KPU daerah untuk melakukan pemetaan koneksi internet atau jaringan di TPS-TPS.

Menurut Evi, pemetaan ini penting agar mengetahui  ketersediaan jaringan internet dan langkah antisipasi apabila daerah dengan jaringan internet yang minim atau tidak ada. "Salah satunya bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika masing-masing daerah," tuturnya.

Pilkada 2020 akan dilangsungkan pada Rabu, 23 September di 270 daerah. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPU Kota Depok tutup pendaftaran calon Pilkada perseorangan
Senin, 24 Februari 2020 - 15:57 WIB
Pelaksanaan Pilkada Depok pada 23 September 2020 dipastikan tidak diikuti pasangan calon perseoranga...
Golkar kukuhkan Farabi El Fouz jadi wakil wali kota Depok
Senin, 24 Februari 2020 - 15:27 WIB
DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Depok semakin kukuh mengusung Ketuanya Farabi El Fouz sebaga...
KPU Bantul gandeng Bawaslu telusuri rekam jejak calon PPS
Senin, 24 Februari 2020 - 09:58 WIB
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggandeng Badan Pengawas P...
KPU NTT: Sudah tiga paket perseorangan serahkan dukungan
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:42 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sudah ada tiga paket bakal ...
Bacabup Jember Hendy Siswanto berangkat dasar keprihatinan potensi
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:16 WIB
Perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember Jawa Timur priode 2020-2024 telah bermunculan Ba...
Pers berkontribusi besar dalam tingkatkan angka partisipasi Pemilu di Majalengka
Rabu, 19 Februari 2020 - 20:48 WIB
Jajaran komisioner KPU Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan kerja ke kantor Persatuan Wartawan I...
Wawan Sobari: PDIP rekom Sanusi dan Didik berdasarkan hasil survey
Rabu, 19 Februari 2020 - 19:59 WIB
Munculnya nama Sanusi (Bupati Malang) dan Didik Gatot Subroto (Ketua DPRD Kabupaten Malang) pada sur...
Paslon Gubernur Fakhrizal-Genius serahkan dukungan ke KPU Sumbar
Rabu, 19 Februari 2020 - 15:48 WIB
Pasangan perseorangan Fakhrizal-Genius Umar hari ini menyerahkan berkas dukungan ke KPU Sumbar sebag...
Verifikasi KPU, 6 calon anggota PPK terindikasi berafiliasi dengan parpol
Senin, 17 Februari 2020 - 18:24 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengklarifikasi enam orang calon Paniti...
Kader Gerindra usul Nasrul Abit-Indra Catri di Pilgub Sumbar
Senin, 17 Februari 2020 - 16:29 WIB
Kader Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan Nasrul Abit-Indra Catri diusung pada pemili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)