Pemkot Magelang terus tuntaskan masalah kawasan kumuh
Elshinta
Jumat, 27 Desember 2019 - 21:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pemkot Magelang terus tuntaskan masalah kawasan kumuh
Pemkot Magelang terus tuntaskan masalah kawasan kumuh. Foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang menggelar Lokakarya Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan - Program Kota Tampa Kumuh (Kotaku) tahun 2019 di Aula Pangripta Bappeda Kota Magelang, Jumat (27/12).

Kegiatan yang dihadiri para pemangku kepentingan dan relawan di tingkat kelurahan itu merupakan salah satu upaya mencari dan berbagi solusi terkait penuntasan kawasan kumuh di Kota Magelang.

Kepala Disperkim Kota Magelang, Handini Rahayu, menjelaskan tahun 2019 merupakan tahun terakhir target yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mencapai angka 0 kawasan kumuh perkotaan. Secara nasional kawasan kumuh memang masih tinggi, akan tetapi pihaknya optimistis Kota Magelang tidak ikut 'menyumbang' banyaknya kawasan kumuh tersebut.

Handini memaparkan, sejak tahun 2017, Pemkot Magelang sudah menggaungkan gerakan 100-0-100 (100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi) sehingga masyarakat tidak asing bagi masyarakat.

"Hasil perhitungan pada tahun 2015, luas kawasan kumuh di Kota Magelang mencapai 121,17 hektar. Kemudian tahun 2018, menurun menjadi 67,41 hektar. Jadi kita berhasil menurunkan sekitar 50 persen," kata Handini seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Luasan tersebut dikelompokkan dalam 11 titik kawasan, yakni Ngembik, Bantaran Rel Kereta Api Utara, Untidar, Mantyasih, Wates, Nambangan, Rejowinangun Utara, Pasar Rejowinangun, Tidar Trunan, Tidar Campur dan Bojong.

Handini mengatakan, ada Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) untuk investasi pengurangan kawasan kumuh, mencapai Rp 4 miliar per 2019 ini. Dana ini dialokasikan untuk luasan kawasan kumuh 22,28 hektar yang tersebar di 4 kelurahan, yakni Potrobangsan, Rejowinangun Utara, Rejowinangun Selatan, dan Tidar Utara.

Adapun investasi intrastruktur BPM tahun 2019 meliputi drainase, jalan, MCK dan persampahan. Sedangkan kolaborasi pendanaan kawasan kumuh Kota Magelang meliputi drainase, irigasi, jalan, jembatan, MCK, sampah, rumah, kebakaran berupa mobil pemadam kebakaran, dan RTH.

"Adapun capaian pengurangan kumuh, 2017 seluas 53,76 hektar, 2018 seluas 40,36 hektar dan 2019 seluas 37,201 hektar. Tahun 2019 sudah terealisasi 18,52 hektar, sehingga masih sisa penanganan 18,681 hektar," papar Handini.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, mengapresasi kegiatan lokakarya ini agar benar-benar memberikan ruang belajar bersama guna memicu terjadinya perubahan pola pikir, khususnya terkait penanganan kawasan kumuh dengan semangat berdiskusi dan mencari solusi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jalankan protokol kesehatan, program 10 Rumah Aman KSP jadi inspirasi warga Madiun 
Senin, 18 Mei 2020 - 18:37 WIB
Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden terus berkembang. Di Madiun, Jawa Timur ...
KLHK catat penurunan hotspot di awal 2020 dibandingkan tahun lalu
Jumat, 08 Mei 2020 - 19:12 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat penurunan titik panas (hotspot) dalam per...
KKP tindak tegas perusak ekosistem laut di NTB-Sulteng
Minggu, 26 April 2020 - 15:14 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak tegas pelaku destructive fishing atau perusak ekos...
Warga Tarakan pasang portal untuk antisipasi penyebaran COVID-19
Rabu, 15 April 2020 - 19:12 WIB
Sebagai upaya pencegahan dan memutus penularan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Tarakan. RT 1...
Personel Pamtas Yonif 411 Kostrad dan warga Kampung Kondo gelar karya bakti
Rabu, 01 April 2020 - 10:35 WIB
Sebagai wujud kepedulian terhadap keindahan dan kebersihan kampung, personel TNI Satgas Pamtas RI-PN...
Ajak petani ramah lingkungan, Satgas TMMD ajari pembuatan pupuk cair  
Jumat, 27 Maret 2020 - 18:58 WIB
Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 107 di Desa Kedungsari kecamatan Gebog K...
Waspada COVID-19, Polsek Soreang bersih-bersih fasilitas umum
Sabtu, 14 Maret 2020 - 12:37 WIB
Jajaran Polsek Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat, melakukan bersih-bersih di sejumlah objek fasil...
Ayo bersama-sama lawan COVID-19!
Jumat, 13 Maret 2020 - 08:06 WIB
 Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, untuk mencegah penyebaran COVID-19, perlu adanya kesadaran ...
IHCS: Alih fungsi lahan pertanian rusak ekologi pedesaan
Rabu, 11 Maret 2020 - 19:26 WIB
Alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pertanian di Indonesia. Pasalnya, berubahnya...
Pembangunan jalan lintas Gunung Cikuray, Garut perlu waspada banjir 2016
Senin, 09 Maret 2020 - 15:29 WIB
Pembangunan jalan lintas kecamatan di Garut, Jawa Barat, yang melewati hutan lindung di Gunung Cikur...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV