Menkes : Metode `cuci otak` bisa diterapkan rumah sakit di Bali
Elshinta
Sabtu, 28 Desember 2019 - 15:59 WIB |
Menkes : Metode `cuci otak` bisa diterapkan rumah sakit di Bali
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Sumber Foto: https://bit.ly/2SAx9Fh

Elshinta.com - Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto mengatakan untuk metode `cuci otak` atau yang lebih dikenal dengan Digital Subtraction Angiography (DSA) sesuai dan bisa diterapkan pada Rumah Sakit di Bali.

"Jelas pas untuk diterapkan kenapa tidak diterapkan surat Menkes pun ada bukan Menkes saya yang nulis loh, jadi artinya obyektif riset by services sama dengan pelayanan yang lain terus dikembangkan. Bahkan itu menunjukkan bahwa empiris atau risetnya sudah jalan tinggal SOP dari rumah sakitnya saja," katanya usai mengisi Seminar di RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (28/12).

Ia menjelaskan, Digital Subtraction Angiography (SDA) di rumah sakit mana pun sudah dibuat. "SOP itu ada di Hospital By Law itu ditentukan oleh kepala rumah sakit, dan sah itu kalau dikerjakan."

Terawan mengungkapkan, DSA adalah alat dan bentuknya berupa software, kemudian metode ini dapat disebut sebagai serangkaian diagnostik untuk menilai kondisi pembuluh darah sehingga dapat mengetahui penyakit dari pasien dan memberikan pengobatan yang tepat.

Selain itu, terkait dengan anggaran yang diperlukan dalam menerapkan metode "cuci otak", pihaknya menuturkan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah niat. Apabila niat atau keinginan sudah ada, maka anggaran bisa dicari.

"Yang dibutuhkan sekarang itu niat kalau niatnya ada anggaran bisa dicari, kalau enggak ada ya tidak ada gunanya nanti jadi mangkrak, karena harus ada komitmen kalau mau ada alat harus ada komitmen. Bahwa komitmen itu akan dipakai untuk masyarakat dengan useful," jelasnya, seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan untuk keberadaan BPJS di sini merupakan pelayanan dasar kesehatan. Untuk itu, pihaknya meminta untuk menyesuaikan dengan anggaran BPJS yang ada, apabila semuanya dimasukkan dalam BPJS akan meruntuhkan kemampuan rumah sakit tersebut.

"Kemampuan bayar masyarakat yang mampu itu besar sekali jadi jangan sampai orang yang mampu (secara finansial) ini justru terhalang melakukan sebuah terapi padahal punya kemampuan. Bisa lihat klaim rasionya justru orang miskin disedot oleh orang yang tidak miskin, kan jadinya tidak ada gotong royong di sana," ucap Terawan.

Terkait dengan kesiapan RS dan tenaga pihaknya menilai sudah siap, dan saat ini yang dibutuhkan yaitu adanya rumah sakit baru di daerah yang harus ditumbuhkan agar akses pelayanan kesehatan terpenuhi sesuai dengan Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi cakupan akses pelayanan kesehatan. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengapa pria bisa terkena infeksi saluran kemih?
Rabu, 23 September 2020 - 23:15 WIB
Ternyata infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing juga bisa dialami oleh pria. Pada bebera...
Kemenkes minta masyarakat waspadai leptospirosis, DBD dan malaria
Rabu, 23 September 2020 - 13:34 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada dengan munculnya penyakit malaria ...
BSN tetapkan SNI masker dari kain
Rabu, 23 September 2020 - 07:55 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil –...
Awas! Berikut ini kesalahan memakai kondom yang sering dilakukan
Selasa, 22 September 2020 - 23:15 WIB
Salah satu hal yang membuat kondom tidak berfungsi dengan baik adalah kesalahan dalam memakainya. Ca...
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB
Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit...
 Puskeswan Kota Malang gelar pemeriksaan hewan secara gratis
Senin, 21 September 2020 - 20:11 WIB
Untuk memperingati Hari Rabies Dunia atau Rabies Day, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagian K...
54 perawat di Lumajang terkonfirmasi Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 19:57 WIB
Sebayak lima puluh empat tenaga perawat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terkonfirmasi positif Covi...
Reisa: Terapi oleh tenaga medis efektif sembuhkan pasien COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 19:37 WIB
Juru bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro mengatakan terapi yang selama ini diberikan tenaga medis t...
Berapa lama Covid-19 bertahan di dalam tubuh?
Senin, 21 September 2020 - 19:25 WIB
Covid-19 masih merajalela. Jumlah pasien yang terpapar virus ini terus bertambah. Berbagai gejala at...
Cara memakai dan membersihkan masker kain
Senin, 21 September 2020 - 10:35 WIB
Para peneliti tidak tahu persis berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 tetap berada di kain mas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV