Ini `Black Eagle`, pesawat tanpa awak karya anak bangsa
Elshinta
Kamis, 02 Januari 2020 - 09:29 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Ini `Black Eagle`, pesawat tanpa awak karya anak bangsa
Sumber foto: https://bit.ly/2QdvP9T

Elshinta.com - Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis ‘Medium Altitude Long Endurance (MALE)’ yang mampu terbang terus menerus selama 24 jam, merupakan wahana yang sangat diperlukan untuk membantu menjaga kedaulatan NKRI dari udara, yang sangat efisien dan mengurangi kehilangan jiwa (tanpa pilot).

Kebutuhan pengawasan dari udara yang efisien terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti illegal logging’ dan ‘illegal fishing’.

Dilansir dari laman resmi Kemenristek, Kamis, inisiasi pengembangan PUNA MALE telah dimulai oleh Balitbang Kemhan sejak tahun 2015 dengan melibatkan TNI, Dirjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia. Dimana disepakatinya rancangan kebutuhan dan tujuan yang akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI AU.

Proses perancangan dimulai dengan kegiatan ‘preliminary design, basic design’ dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil uji nya di tahun 2016 dan tahun 2018 di BPPT, serta pembuatan ‘engineering document and drawing’ tahun 2017, dengan anggaran dari Balitbang Kemhan dan BPPT.

Tahun 2019 dimulai tahap ‘manufacturing’ yang diawali oleh proses ‘design structure’, perhitungan ‘Finite Element Method’, pembuatan gambar 3D, dan detail drawing 2D yang dikerjakan oleh engineers BPPT dan disupervisi oleh PT Dirgantara Indonesia.

Nah, pada tahun 2020 ini akan dibuat dua unit prototype berikutnya, masing-masing untuk tujuan uji terbang dan untuk uji kekuatan struktur di BPPT. Di tahun yang sama (2020), proses sertifikasi produk militer juga akan dimulai dan diharapkan pada akhir tahun 2021 sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA).

Integrasi sistem senjata pada prototype PUNA MALE dilakukan mulai tahun 2020 dan diproyeksikan sudah mendapat sertifikasi mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023.

Hammam Riza, Kepala BPPT yang mewakili Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan apresiasi Menristek Bambang atas semua upaya dan kerja keras para engineers yang terlibat dalam konsorsium PUNA MALE.

Untuk itu Menristek/KaBRIN dengan bangga menamai PUNA MALE ini dengan Elang Hitam (Black Eagle).

Lebih lanjut Hammam Riza juga mengharapkan bahwa inovasi-inovasi teknologi pertahanan terkini terus didukung oleh industri nasional, sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri hankam dan sekaligus mengurangi impor industri hankam.

“Diharapkan dengan kemandirian ini maka PUNA MALE buatan Indonesia dapat mengisi kebutuhan squadron TNI AU, untuk dapat membantu mengawasi wilayah NKRI melalui wahana udara, serta mendukung pembangunan industri hankam di Indonesia,” sebut Hammam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PT LEN bantu warga NTT di daerah yang alami krisis air bersih
Rabu, 30 September 2020 - 15:27 WIB
Desa Rabeka yang dihuni kira-kira 1.650 warga terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang,...
Google Drive akan mulai hapus file yang dibuang mulai bulan depan
Jumat, 18 September 2020 - 11:14 WIB
Google mengubah cara Google Drive menangani file dan dokumen yang dibuang, di mana file di sampah ak...
Presiden Jokowi dorong Unpad lakukan inovasi riset dan iptek
Jumat, 11 September 2020 - 13:24 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan Universitas Padjajaran (Unpad) punya potensi besar untuk melakukan i...
LIPI jelaskan soal pengembangan vaksin COVID-19
Selasa, 08 September 2020 - 07:53 WIB
Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr.rer.nad Wi...
LIPI sedang proses produksi protein rekombinan untuk vaksin COVID-19
Selasa, 08 September 2020 - 07:24 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang melakukan proses produksi protein rekombinan untuk ...
Kominfo: Satelit Satria perkuat ekonomi digital termasuk pembayaran
Kamis, 03 September 2020 - 12:55 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan Satelit Republik Indonesia (Satria) yang...
Ilmuwan: Antibodi COVID-19 meningkat empat bulan setelah pasien sembuh
Kamis, 03 September 2020 - 11:07 WIB
Jumlah antibodi COVID-19 dalam tubuh lebih dari 90 persen pasien sembuh di Islandia meningkat setela...
Galon sekali pakai praktis dan mudah didaur ulang
Jumat, 28 Agustus 2020 - 11:11 WIB
Kemasan plastik sebaiknya memiliki desain mudah didaur ulang. Selain lebih ramah lingkungan, kemasan...
Jejak mentereng agritech startup TaniHub, mencipta kemudahan dan lejitkan pertanian di Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:54 WIB
Zaman semakin moderen, digitalisasi terjadi di hampir seluruh lini bisnis. Berbagai startup yang men...
Perusahaan ini jadi one stop solution bagi pelaku bisnis industri di Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 08:50 WIB
Mengusung One-Stop Solution sebagai keunggulan utama, Misumi Indonesia menjadi pilihan terbaik bagi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV