PLN tarik 3.852 meteran prabayar dari rumah warga
Elshinta
Kamis, 02 Januari 2020 - 16:27 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
PLN tarik 3.852 meteran prabayar dari rumah warga
Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Jayapura saat ini tengah menarik atau mengganti meteran listrik prabayar yang macet atau sudah usia tua. Sejak program ini dimulai pada Desember 2018 lalu, sebanyak 3.852 unit meteran prabayar merek Glomet di rumah-rumah pelanggan telah diganti.

Manager PLN ULP Sentani, Seno Ajin mengatakan, penggantian meteran memang program dari PLN. Program ini diperuntukkan bagi Kwh meter yang macet atau sudah usia tua.

“Rata-rata yang diganti itu meteran merk Glomet yang sudah tua dan sering trouble,” katanya kepada Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Kamis (2/1).

Sementara itu, Oktavianus Pasomba selaku Manager Bagian Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Jayapura mengungkapkan, meteran yang mengalami gangguan atau rusak, ditandai dengan adanya meteran yang sudah habis pulsanya, namun tidak bisa lagi dilakukan pengisian. Kondisi ini kerap membuat pelanggan mengeluh.

“Yang seringkali menjadi keluhan masyarakat terhadap meteran tersebut yakni terjadinya kegagalan saat mengisi voucher listrik dengan penjelasan nomor token yang tertera salah, meskipun sebenarnya nomor token yang ditekan sudah benar. Tidak hanya itu, juga sering kali terjadi munculnya gangguan seperti terjadi padam tiba-tiba dengan penjelasan yang tertulis di meteran periksa,” ungkapnya.

Banyaknya keluhan dari pelanggan terhadap KWH meter pra bayar ini membuat PLN harus melakukan pergantian meteran secara gratis. Hal ini tidak hanya terjadi Kabupaten Jayapura tapi di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, pergantian meteran yang dilakukan pihak PLN ULP Sentani sudah sebanyak 3.852 unit sejak program pergantian dimulai pada Desember 2018 secara bertahap.

Sistem pergantian dilakukan tidak hanya menunggu laporan atau keluhan dari masyarakat saja, namun pihaknya juga melakukan jemput bola pada rumah-rumah yang memiliki meteran dengan merk Glomet berada. Semua kita ganti dengan meteran merk Hexing. “Namun sebetulnya bukan karena merknya, tapi lebih dikarenakan masa pakainya,” paparnya.

Untuk mengetahui berapa lama masa pakai meteran yang digunakan, pihaknya terus melakukan pengujian dengan mengambil sample, apakah masih layak atau tidak. “Kalau masih layak maka tetap lanjut dipakai dan kalau tidak ya diganti. Yang namanya benda elektronik apalagi buatan manusia tetap ada masa pakai ya,” ucapnya.

Sementara itu, Salmon Kareth selaku Manager UP3 Jayapura berharap kepada masyarakat, kalau ada keluhan terhadap KWH meter dirumahnya agar segera diinformasikan ke PLN untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Adapun tanda-tanda KWH meter yang harus diganti diantaranya tidak bisa beli voucher dan adanya sesuatu yang tidak normal dengan tanda tulisan diperiksa.

“Karena  apabila ada gangguan meteran tetap bisa mendeteksinya, makanya disebut sekarang disebut listrik pintar, karena bisa mendeteksi gangguan yang terjadi,” ujarnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siswa Taruna Akpol dan Siswa Latja Diktuk Ba Polri laksanakan patroli dialogis
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:47 WIB
Satuan Sabhara Polres Majalengka bersama Taruna Akpol Angkatan 51 yang sedang penelitian skripsi dan...
Voucher tabungan emas dari PT KAI Daop 3 Cirebon untuk pelanggan setia KA
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:31 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon kembali menyapa pelanggan setia pengguna ...
Menaker tegaskan cuti melahirkan tidak dihapus
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:44 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah menegaskan pemerintah tidak menghapus cuti melahirkan karena...
Penyebab defisit BPJS kesehatan, peserta tak rutin bayar iuran
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:36 WIB
Indikasi terjadinya defisit anggaran pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menurut survei y...
Masyarakat tak takut terima tiga mahasiswa dari Wuhan asal Randuagung Lumajang
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:27 WIB
Tiga mahasiswa dari Wuhan Tiongkok asal Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah ...
BPJS Kesehatan gandeng Kejati tagih tunggakan di Papua Barat
Kamis, 20 Februari 2020 - 19:37 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Kejaksaan Tinggi untuk menagih tungg...
Pemerintah kaji KUR pengantin untuk cegah rumah tangga miskin baru
Kamis, 20 Februari 2020 - 19:17 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengaku sedang ...
RSUD Wangaya terima 70-120 kunjungan pasien HIV/AIDS perhari
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:58 WIB
Poliklinik VCT Merpati RSUD Wangaya menerima 70 sampai 120 kunjungan pasien HIV/AIDS yang bersifat k...
Presiden segera putuskan opsi pemulangan WNI di kapal pesiar Jepang
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:37 WIB
Presiden Joko Widodo segera memutuskan opsi pemulangan 74 Warga Negara Indonesia  yang telah dinyat...
Pekerja SPSI Bekasi tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja 
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:17 WIB
Momentum peringatan hari Pekerja Nasional, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bekasi Jawa Bara...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)