Kasus OTT Walikota Medan, Sekda Pemkot Medan jadi saksi untuk Kadis PU Medan
Elshinta
Kamis, 02 Januari 2020 - 22:43 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kasus OTT Walikota Medan, Sekda Pemkot Medan jadi saksi untuk Kadis PU Medan
Foto: Amsal/Elshinta.

Elshinta.com - Sekretaris Daerah Pemkot Medan, Wiriya Alrahman mengaku tidak mengetahui tentang anggaran yang dipergunakan Walikota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin saat pergi ke Jepang. Ini dikatakannya saat memberikan kesaksian untuk Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari terdakwa pemberi suap kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kamis (02/01).

Menanggapi pernyataan Wiriya, Ketua Majelis Hakim, Abdul Aziz mengkritik kinerja Wiriya selaku Sekda Pemkot Medan. Ia menilai Wiriya sebagai sekertaris daerah telah lalai mengawasi prosedur lawatan sejumlah OPD dan Walikota Medan ke Jepang.
 
Dalam keterangannya, ia soal perjalan dinas ke Jepang, ada di Asisten Pemerintah yang jadi kordinator kunjungan ke Jepang. Anggaran Sister City ini ditampung di Bagian Umum, ada pembicaraan di sana.  
 
Meski diakuinya secara prosedur administrasinya tidak benar. Alurnya dari Bagian Umum ke Walikota dan ke Asisten Pemerintahan. Ada pembicaraan di sana, tapi ia mengaku kurang mengetahuinya.
 
Dari rombongan ke Jepang, Wiriya mengaku ada beberapa orang yang tak punya kepentingan, namun ikut berkunjung ke Ichikawa. Diantaranya ada Istri Walikota Rita Maharani dan kedua anaknya. Kemudian ada Istri dari Kadis Pendidikan Kota Medan. Total ada empat orang. Kendati demikian, Wiriya meyakini keempatnya menggunakan dana pribadi.
 
Kemudian dalam persidangan tersebut, JPU KPK Zainal Abidin kemudian mempertanyakan pengetahuan Wiriya terkait perpanjangan waktu kunjungan yang terjadi dan sifat dari lawatan ke Jepang. Sebab sangat disayangkan kunjungan ke Jepang yang memakan biaya cukup besar, hanya memperoleh baju pemadam kebakaran.
 
"Perjalanan dinas di Jepang adalah agenda tahunan. Pemko sudah meminta izin ke Gubernur soal ini, agar Visa kami disetujui.Cuma ada terjadi penambahan waktu dan sebagainya di sana yang saya tidak tahu, Aspem yang cerita," tuturnya lagi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.
 
Adapun saksi yang dihadirkan KPK selain Wiriya, tampak diantaranya PNS di Dinas PU Toga Situmorang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Chairul Syahnan, Staf Kadis PU Wahyu Hidayat, Kontraktor I Ketut Yada, Pengusaha perempuan Ayen alias Yancel dan Edy Salman seorang mantan PNS. 
 
Dari penuturan beberapa saksi di atas beberapa proyek di Dinas PUPR Kota Medan diketahui diserahkan ke beberapa rekanan. Mereka adalah sebagian dari 60 saksi yang akan dihadirkan ke persidangan.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saksi akui serahkan Rp1,5 miliar untuk Rano Karno
Kamis, 20 Februari 2020 - 16:07 WIB
Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja tak membantah menyerahkan uang untu...
Puluhan napi kasus terorisme dipindahkan ke Nusakambangan dan Cilacap
Rabu, 19 Februari 2020 - 15:26 WIB
Sebanyak 37 narapidana kasus terorisme dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur...
Polrestabes Medan serahkan berkas pembunuhan hakim Jamal ke Kejari Medan 
Rabu, 19 Februari 2020 - 06:27 WIB
Tim Penuntut Umum Kejari Medan, Sumatera Utara segera meneliti berkas perkara kasus pembunuhan Jama...
Kasus terorisme, adik kandung Abu Bakar Baasyir bebas
Rabu, 19 Februari 2020 - 06:02 WIB
Narapidana kasus terorisme Noeim Baasyir Bin Salim Baasyir, Selasa 19 Februari 2019 pagi, menghirup ...
Polri: Buronan Honggo Wendratno masih berada di luar negeri
Selasa, 18 Februari 2020 - 17:33 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga m...
Haris Azhar: Mantan Sekretaris MA Nurhadi dapat proteksi `mewah`
Selasa, 18 Februari 2020 - 15:59 WIB
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menyebut mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nu...
BNK Tangerang gelar sosialisasi bahaya narkoba di Rutan Jambe
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:59 WIB
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang melakukan sosialisasi kepada warga binaan dalam mencegah p...
Sekda Papua jadi tersangka kasus penganiayaan pegawai KPK
Selasa, 18 Februari 2020 - 06:30 WIB
Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Prov...
Lucinta Luna positif konsumsi amfetamin
Senin, 17 Februari 2020 - 20:16 WIB
Selebrita Lucinta Luna positif mengonsumsi amfetamin dari pemeriksaan rambut yang dilakukan di labor...
Polrestabes Surabaya kabulkan penangguhan penahanan penghina Risma
Senin, 17 Februari 2020 - 19:45 WIB
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengabulkan penangguhan penahanan tersangka berin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)