Operasi TMC kurangi curah hujan-cegah banjir ke barat laut Jakarta
Elshinta
Jumat, 03 Januari 2020 - 13:25 WIB |
Operasi TMC kurangi curah hujan-cegah banjir ke barat laut Jakarta
Petugas TMC memasukkan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU ketika akan melakukan operasi hujan buatan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Rabu (27/2/2019). Sumber foto: https://bit.ly/2towT1S

Elshinta.com - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dimulai, Jumat (3/1), dengan melepaskan dua sortie penerbangan membawa bahan semai garam dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke barat dan barat laut DKI Jakarta serta Jawa Barat. 

Operasi itu untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

"Sekarang sedang terbang dua pesawat Casa dan CN-295. Pesawat Casa membawa 800 kilogram bahan semai, dan pesawat CN-295 membawa 2,4 ton bahan semai," kata Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT), Tri Handoko Seto di Jakarta, Jumat siang.

Dirinya dan tim telah melakukan pertemuan persiapan operasi TMC yang dimulai pukul 07.30 WIB di Halim Perdana Kusuma, sedangkan dua pesawat yang membawa bahan semai untuk misi percepatan penurunan hujan sebelum hujan memasuki wilayah Jabodetabek itu, diterbangkan pada Jumat, sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain persiapan peralatan, pesawat, dan personel untuk operasi TMC pada Jumat pagi, prediksi dan pengamatan cuaca serta awan juga dilakukan untuk melihat kondisi cuaca dan potensi awan hujan yang akan ditargetkan dalam operasi TMC itu.

"Awannya banyak tumbuh di situ jadi kita terbang ke arah barat dan barat laut daratan di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Jadi terbang ke arah sana," ujar Seto, dikutip Antara

Operasi TMC diharapkan mengurangi potensi curah hujan yang akan turun di Jabodetabek antara 30 sampai 40 persen.

"Tantangannya kita berhadapan dengan cuaca, dengan alam, dengan puncak musim hujan yang memang awalnya sangat banyak sehingga kita harus perhitungan dengan cermat," kata dia.

Selain dua sortie penerbangan pada pagi hari ini, direncanakan diterbangkan dua sortie penerbangan lagi yang mambawa bahan garam untuk pelaksanaan Operasi TMC, Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB.

Operasi TMC untuk mempercepat penurunan hujan. Hujan ditargetkan turun sebelum memasuki wilayah Jabodetabek sehingga menanggulangi banjir di wilayah itu.

"Targetnya sampai dengan Jakarta dan sekitarnya aman dari ancaman banjir," jelas Seto.

Hingga saat ini, 22 ton bahan semai berupa garam telah disiapkan untuk mendukung Operasi TMC dalam rangka penanggulangan banjir di Jabodetabek.

Pelaksanaan operasi tersebut melibatkan BPPT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

"Personelnya banyak total lebih dari 50 orang untuk keseluruhan," sebut Seto. 

Curah Hujan Ekstrem 

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, ada kemungkinan terjadi intensitas curah hujan ekstrem di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah hingga 15 Januari 2020.

"Dari data terakhir analisis kami, diperkirakan antara 5 Januari hingga 15 Januari akan ada aliran udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera," katanya seusai rapat koordinasi penanganan banjir Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (2/1).

Ia mengatakan hal itu merupakan fenomena yang lazim. Bila terjadi pada musim kemarau, akan menjadi hujan di musim kemarau. Namun, karena terjadi pada musim hujan, maka bisa menjadi intensitas curah hujan ekstrem. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PT LEN bantu warga NTT di daerah yang alami krisis air bersih
Rabu, 30 September 2020 - 15:27 WIB
Desa Rabeka yang dihuni kira-kira 1.650 warga terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang,...
Google Drive akan mulai hapus file yang dibuang mulai bulan depan
Jumat, 18 September 2020 - 11:14 WIB
Google mengubah cara Google Drive menangani file dan dokumen yang dibuang, di mana file di sampah ak...
Presiden Jokowi dorong Unpad lakukan inovasi riset dan iptek
Jumat, 11 September 2020 - 13:24 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan Universitas Padjajaran (Unpad) punya potensi besar untuk melakukan i...
LIPI jelaskan soal pengembangan vaksin COVID-19
Selasa, 08 September 2020 - 07:53 WIB
Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr.rer.nad Wi...
LIPI sedang proses produksi protein rekombinan untuk vaksin COVID-19
Selasa, 08 September 2020 - 07:24 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang melakukan proses produksi protein rekombinan untuk ...
Kominfo: Satelit Satria perkuat ekonomi digital termasuk pembayaran
Kamis, 03 September 2020 - 12:55 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan Satelit Republik Indonesia (Satria) yang...
Ilmuwan: Antibodi COVID-19 meningkat empat bulan setelah pasien sembuh
Kamis, 03 September 2020 - 11:07 WIB
Jumlah antibodi COVID-19 dalam tubuh lebih dari 90 persen pasien sembuh di Islandia meningkat setela...
Galon sekali pakai praktis dan mudah didaur ulang
Jumat, 28 Agustus 2020 - 11:11 WIB
Kemasan plastik sebaiknya memiliki desain mudah didaur ulang. Selain lebih ramah lingkungan, kemasan...
Jejak mentereng agritech startup TaniHub, mencipta kemudahan dan lejitkan pertanian di Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:54 WIB
Zaman semakin moderen, digitalisasi terjadi di hampir seluruh lini bisnis. Berbagai startup yang men...
Perusahaan ini jadi one stop solution bagi pelaku bisnis industri di Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 08:50 WIB
Mengusung One-Stop Solution sebagai keunggulan utama, Misumi Indonesia menjadi pilihan terbaik bagi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV