Divonis seumur hidup, WNI Reynhard Sinaga perkosa lebih dari 190 pria di Inggris
Elshinta
Selasa, 07 Januari 2020 - 08:09 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Divonis seumur hidup, WNI Reynhard Sinaga perkosa lebih dari 190 pria di Inggris
Reynhard Sinaga. Foto: GREATER MANCHESTER POLICE

Elshinta.com - Seorang warga negara Indonesia (WNI), Reynhard Sinaga dinyatakan bersalah karena melakukan beberapa pelanggaran hukum di Inggris, yakni pemerkosaan, penyerangan seksual, dan juga penggunaan narkoba. 

Pengadilan Inggris menyebut Reynhard Sinaga sebagai pelaku kejahatan seksual terproduktif dalam sejarah hukuman di Inggris. 

Wartawan BBC di London, Endang Nurdin dihubungi Elshinta, Selasa (7/1) pagi, melaporkan, pada Senin siang waktu Inggris, Hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Reynhard Sinaga, dengan mengatakan bahwa Reynhard adalah pemerkosa predator seksual yang tidak akan aman untuk dibebaskan. 

Hakim mengatakan bahwa hukuman minimal Reynhard Sinaga bisa keluar setelah 30 tahun, sebelum mendapatkan peninjauan kembali kasusnya untuk mendapatkan pengampunan, tetapi hakim menekankan bahwa Reynhard Sinaga tidak aman untuk dibebaskan. 

Pengadilan Senin kemarin adalah vonis sidang keempat dari empat tahap sidang terpisah yang dimulai sejak Juni 2018. 

Di dalam empat sidang terpisah ini terdapat 48 korban dengan 159 dakwaan, dengan 136 di antaranya adalah dakwaan perkosaan. Ini berarti perbedaan antara jumlah korban dengan jumlah dakwaan, satu korban ada yang diperkosa berkali-kali, dimana yang paling banyak ada yang diperkosa selama tujuh kali. 

Modus

Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku berusia 36 tahun itu adalah dengan mencari sasaran anak-anak muda yang tengah berkumpul dan minum-minum di klub malam yang ada di dekat apartemennya. Pelaku kemudian mengajak korban untuk melanjutkan atau berpura-pura membantu mereka yang kehabisan baterai telepon genggam mereka untuk menge-cash HP, ataupun dengan ajakan-ajakan lain, untuk selanjutnya korban ditawari minuman alkohol yang dibubuhi dengan obat bius. 

Obat bius mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dan baru keesokan harinya mereka terbangun dengan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka. 

Para korban baru mengetahui mereka diperkosa setelah mereka dikontak oleh polisi, karena Reynhard Sinaga selama menjalankan aksinya dia memfilmnya aksinya. 

Polisi mengatakan jumlah korban lebih dari 190 orang, termasuk dari 48 korban yang kasusnya atau kesaksiannya telah didengarkan di dalam persidangan empat tahap. 

Dalam hal ini polisi memperkirakan masih ada korban-korban lain yang akan melapor, menyusul masih ada 70 di antara korban belum teridentifikasi. 

Polisi menyebut penyelidikan kasus ini sangat rumit karena korban benar-benar harus diidentifikasi berdasarkan rekaman video yang diambil oleh Reynhard Sinaga sendiri saat melakukan aksinya, dan harus bekerjasama dengan berbagai lembaga termasuk universitas-universitas, serta bekerja sama dengan teknbologi pengenalan wajah. 

Kesulitan juga dialami saat memberitahukan kepada para korban bahwa mereka menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan dua tahun sebelumnya. Dimana sejumlah korban setelah mengetahui, banyak yang mengalami depresi, trauma berat, dan bahkan sebagian mereka ingin bunuh diri. 

Selama persidangan sendiri, Reynhard Sinaga mengakui melakukan hubungan seksual tersebut, namun menurutnya hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Alasan itu dinyatakan oleh Hakim adalah alasan yang tidak masuk akal, karena berdasarkan bukti yang sangat banyak, termasuk dari pihak kepolisian yanng seperti menyaksikan 1.500 film DVD sebagai bukti, menunjukkan bahwa semua korban tidak sadar dan tidak ada korban yang menunjukkan suka sama suka. 

Karena itu, alasan Reynhard dalam persidangan tidak diterima dan hakim menyatakan bahwa Reynhard merupakan individu yang sangat berbahaya. 

Reynhard Sinaga masuk ke Inggris dengan visa pelajar. Dia lulus dari salah satu universitas di Indonesia jurusan Arsitektur dan kemudian melanjutkan studi ke Inggris pada 2007. Reynhard mengambil gelar Master di Universitas Manchester bidang Sosiologi dan setelah itu mengambil PhD Doktoral bidang Human Geografis. 

Reynhard ditangkap saat tengah memperkosa seorang korban yang kemudian sadar dan langsung memukul Reynhard. Korban kemudian langsung menelepon polisi. 

Saat ditangkap, Reynhard dalam kondisi luka parah. Polisi kemudian menyita dua telepon genggam Reynhard dan dari situlah terungkap seluruh perbuatan Reynhard. 

Terungkap, korban pemerkosaan Reynhard adalah para pria muda yang semuanya disebut sebagai orang Inggris berkulit putih dan berusia antara 17 dan 36 tahun. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hasil tes ungkap sebab kematian misterius ratusan gajah di Botswana
Senin, 21 September 2020 - 21:38 WIB
Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan ...
Saham Hong Kong berbalik melemah dengan indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 21 September 2020 - 18:26 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9).
Prancis konfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 12:10 WIB
Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu (20/9), turun da...
Enam mayat diduga PMI ilegal ditemukan di Johor, Malaysia
Senin, 21 September 2020 - 09:59 WIB
Enam mayat diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan di Pantai Teluk C, Bandar Penawar,...
Otoritas Tiongkok temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor
Senin, 21 September 2020 - 08:37 WIB
Otoritas di Provinsi Jilin, Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak s...
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Mantan PM Kanada Turner tutup usia
Minggu, 20 September 2020 - 10:51 WIB
Mantan Perdana Menteri Kanada John Turner, yang menjabat hanya 11 pekan dan memimpin Partai Liberaln...
Trump dukung kesepakatan memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS
Minggu, 20 September 2020 - 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroper...
Tiongkok akan balas AS atas larangan TikTok dan WeChat
Minggu, 20 September 2020 - 08:50 WIB
Pemerintah Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang melarang ap...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV