Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Elshinta
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa Indonesia akan menjadi pelaku besar dalam sektor ini. Bayangkan saja, potensi industri digital ini naik setiap tahunnya. Dalam enam tahun terakhir (2012-2018), industri digital di Indonesia tumbuh 9,98-10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahkan Pemerintah memperkirakan potensi industri digital di Indonesia mencapai US$130 miliar pada tahun 2020. Besarnya potensi industri digital ini yang mendorong Dicky Firmansyah Napitupulu membangun bisnis digitalnya di usia yang terbilang cukup muda, yakni 20 tahun. Lewat tangan dinginnya, di bawah bendera PT DFN Digital Indonesia, lahirlah DFN Production pada tahun 2015.

Jaringan bisnis pria kelahiran Lampung tahun 1995 ini meluas hingga melibatkan para Youtubers dan artis papan atas. Berkat kegigihan dalam bidang usaha production yang dirintis pada tahun 2016, DFN Production berhasil memproduksi musik dan video untuk beberapa talent yang tergabung di dalam management ini.

Tak puas dengan satu usaha, pria yang akrab dipanggil Dicky ini, membidani lahirnya dua usaha sekaligus, yakni DFN e-Sports dan Benefine Management pada tahun 2018.

Khusus untuk DFN e-Sports ini, Dicky melihat potensinya yang sangat besar saat ini, bahkan digandrungi anak-anak milenial, tak hanya di Indonesia bahkan dunia.

“DFN-eSports yang saya bangun, meski terbilang tim baru namun sudah menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Salah satu prestasinya adalah (Juara 1 MNCFEST 2019, Juara 3 Piala Presiden Jabodetabek 2018, Juara 3 Ultimo Hombre Surabaya 2018, Juara 1 Alteration At Campus UNTAR Jakarta 2018 dan masih banyak lainnya). Kini DFN eSports terus berkembang dan akan menorehkan prestasi lainnya di berbagai event,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa.

Dicky menargetkan di tahun 2020 ini, DFN eSports akan ikut berbagai kejuaraan eSports baik tingkat nasional, Asia bahkan dunia. “Berbagai persiapan sudah kita lakukan, terutama mengasah kemampuan para anggota tim. Kita juga telah beberapa kali latih tanding dengan tim-tim kelas dunia. Semua ini untuk mencapai target tersebut,” sebutnya.

Sedangkan untuk bidang entertainment, anak muda lulusan LP3I Bandung ini, telah mendirikan Benefine Management, sebuah perusahaan yang fokus untuk management artis dan endorse management.

Dicky mengakui bahwa Benefine Management ini akan menghadirkan perusahaan yang menggarap para talent dengan konsep berbeda dibandingkan perusahaan yang sejenis. “Kita sudah mulai banyak dikenal dengan kalangan para artis dan talenta-talenta berbakat Tanah Air. Hal ini tak lepas dari konsep yang kami hadirkan berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya,” katanya.

Dicky menyebutkan sejumlah artis dan Youtubers yang kini berada di naungan Benefine Management sudah mencapai 50 orang artis dan 120 orang Youtubers bertalenta.

Jatuh bangun

Dalam menjalankan bisnisnya, berbagai tantangan termasuk jatuh bangun juga dihadapi oleh Dicky. Meski masih muda, namanya telah melejit di kalangan pelaku industri digital. Sering bekerja dengan sederet artis papan atas membuat nama Dicky Firmanzyah banyak dikenal di kalangan artis dan management artis lainnya.

Ketenaran ini pula yang membuat ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Dicky dengan tawaran bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya seperti terjadi pada Juli 2019 dimana Dicky diajak bekerjasama bisnis dengan sebuah perusahaan (agency pemerintahan) yang berlokasi di Bandung. Untuk kerjasama bisnis ini, Dicky diminta menanamkan investasi sebesar Rp1 miliar. “Saya positive thinking saja. Bisnisnya jelas, pengelolanya juga jelas. Jadi, bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Namun, kenyataannya berbicara lain. Setelah membuat perjanjian dan bertemu rekan bisnis tersebut di kantornya tetapi sampai dua bulan tidak ada kabar dan hasil bisnisnya pun nol besar. “Ya, saya tertipu. Ternyata perusahaan tersebut fiktif dan sudah melakukan kejahatan dengan menggelapkan dana hingga Rp8 miliar, termasuk dana saya yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Tetapi Dicky Firmansyah tidak patah semangat dengan musibah yang menimpanya. Bahkan Benefine Management yang baru didirikan pada tahun 2019 sudah memiliki lebih dari 30 client dari dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengannya. “Dari kejadian ini, saya memperoleh pelajaran sangat berharga untuk selalu lebih berhati-hati dalam memilih rekan bisnis dan harus tetap semangat berjuang terus untuk lebih maju dan sukses kedepannya,” ujarnya.

Pengusaha muda yang baru berusia 24 tahun ini mampu menorehkan karya dan prestasi yang cukup luar biasa. Dengan tiga bisnis utamanya tersebut, Dicky mampu menghasilkan omset hingga Rp7 miliar per tahun. Dicky sendiri masih akan terus memberikan inovasi-inovasi dalam dunia bisnis dan dia berharap bisa memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inspirasi Rico Huang: Sukses di usia 24 tahun, kini mantap menatap bisnis photobook
Minggu, 02 Februari 2020 - 10:30 WIB
Dengan banyaknya data dan nilai pasar yang tinggi, photobook menjadi salah satu variasi produk print...
Sukses berbisnis batik, Michael Wirawan bangun brand baru yang sasar wanita milenial
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:41 WIB
Namanya Michael Wirawan. Usianya masih muda, tercatat baru 24 tahun. Tapi soal bisnis, dia memiliki ...
Brand kecantikan karya anak bangsa ini sukses jelajahi pasar Eropa
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:38 WIB
Berkat ekstrak kayu cendana, daun nilam, kemangi, bunga jempiring, bunga mawar, melati, kamboja, kay...
Jadi CEO private equity termuda di Asia Tenggara, Timothy Tandiokusuma kelola AUM Rp1,2 T
Senin, 13 Januari 2020 - 17:04 WIB
Timothy Tandiokusuma, usianya masih muda, 26 tahun, tapi dirinya cukup sukses menggeluti bisnis priv...
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB
Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa...
Dari Pekayon ke Cikunir Raya: Hardianto anak muda dibalik sukses Hardy Classic
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:58 WIB
Kiprah Hardy Classic dalam bidang interior mobil sudah tidak diragukan lagi. Dengan pengalaman belas...
Jatuh bangun Jerry Hermawan Lo hingga sukses jadi pengembang properti
Minggu, 24 November 2019 - 14:31 WIB
Industri properti menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di dunia. Oleh karena itu, banya...
Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:05 WIB
Hidup berbalut kemiskinan, itulah masa lalunya. Bahlil, meski terlahir dari keluarga sederhana, tak ...
Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:13 WIB
Adalah Deasy Esterina yang tertarik untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. I...
Fahmy Rafdiansyah: Manfaatkan ikan reject jadi camilan beromzet puluhan juta
Senin, 14 Oktober 2019 - 16:15 WIB
Kekayaan alam berupa hasil laut telah menginspirasi Fahmy Rafdiansyah untuk menghasilkan sesuatu yan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)