Kemenkes: Masyarakat tidak perlu panik kasus Pneumonia berat di Tiongkok
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 08:59 WIB |
Kemenkes: Masyarakat tidak perlu panik kasus Pneumonia berat di Tiongkok
Sumber Foto: https://bit.ly/2Qvx84e

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus baru terkait pneumonia berat yang terjadi di Tiongkok karena pemerintah telah melakukan langkah antisipasi. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono mengimbau kepada masyarakat umum dan tenaga kesehatan untuk mencermati gejala-gejala yang ditimbulkan dari kasus baru pneumonia berat tersebut.

"Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernafas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke Puskesmas, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Anung, Rabu (8/1), dikutip Antara.

Anung mengimbau masyarakat untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan berkelanjutan. Menerapkan pola hidup sehat dimulai dari makan makanan bergizi dengan menu seimbang dan konsumsi buah sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, istirahat yang cukup, dan segera berobat jika sakit.

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok dan juga termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing, agar memerhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di Tiongkok atau berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat. Selama di Tiongkok, agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.

Jika selama perjalanan di Tiongkok merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat dan perhatikan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.

Anung juga mengingatkan pada para tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar mencermati perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di Tiongkok dan di dunia agar dapat menyikapinya dengan tepat dan benar.

Para tenaga kesehatan harus mengetahui informasi dari Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI tentang perkembangan penyakit ini.

Jika tenaga kesehatan menemukan pasien dengan gejala pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya diharapkan segera melakukan tata laksana sesuai prosedur operasional standar yang berlaku, mengisolasi pasien, memperhatikan prosedur kewaspadaan umum atau infection control, dan melaporkan kejadian secara berjenjang ke Dinas Kesehatan setempat untuk diteruskan ke Kementerian Kesehatan RI.

Sejak hari-hari terakhir Desember 2019 hingga hari ini dikabarkan bahwa ditemukan pasien-pasien pneumonia atau radang paru-paru berat yang belum diketahui penyebabnya di Kota Wuhan, Tiongkok. Jumlah pasien yang awalnya hanya 27 orang kini telah meningkat menjadi 44 orang.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernafasan biasa. Penelitian lebih lanjut juga tengah dilakukan mengenai kemungkinan kesamaan penyakit tersebut dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus dan pernah mewabah di dunia pada tahun 2003.

Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan, diisolasi, dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya penyakit. Hasil investigasi sementara menyebutkan sebagian dari pasien-pasien tersebut bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan lainnya termasuk burung.

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait kejadian di Wuhan ini.

Pneumonia pada umumnya merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Pneumonia adalah penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus sehingga sangat mudah ditularkan melalui udara. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB
Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit...
 Puskeswan Kota Malang gelar pemeriksaan hewan secara gratis
Senin, 21 September 2020 - 20:11 WIB
Untuk memperingati Hari Rabies Dunia atau Rabies Day, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagian K...
54 perawat di Lumajang terkonfirmasi Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 19:57 WIB
Sebayak lima puluh empat tenaga perawat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terkonfirmasi positif Covi...
Reisa: Terapi oleh tenaga medis efektif sembuhkan pasien COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 19:37 WIB
Juru bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro mengatakan terapi yang selama ini diberikan tenaga medis t...
Berapa lama Covid-19 bertahan di dalam tubuh?
Senin, 21 September 2020 - 19:25 WIB
Covid-19 masih merajalela. Jumlah pasien yang terpapar virus ini terus bertambah. Berbagai gejala at...
Cara memakai dan membersihkan masker kain
Senin, 21 September 2020 - 10:35 WIB
Para peneliti tidak tahu persis berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 tetap berada di kain mas...
Minuman serat kualitas tinggi ini hadir di seluruh Indonesia
Minggu, 20 September 2020 - 11:03 WIB
Banyak penyakit ringan hingga penyakit berbahaya berasal dari saluran pencernaan. Terlebih di era ya...
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV