Kemenkes selidiki kemungkinan kasus pneumonia berat di Indonesia
Elshinta
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:59 WIB |
Kemenkes selidiki kemungkinan kasus pneumonia berat di Indonesia
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/35y7Kzd

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan berupaya untuk menyelidiki dan meneliti kemungkinan adanya kasus baru pnemuonia berat di seluruh rumah sakit dan segera melakukan penanggulangan dan investigasi atas penyakit baru tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono mengatakan, pihaknya telah memberikan menugaskan kepada seluruh jajaran fasilitas kesehatan di Indonesia untuk melakukan antisipasi.

Kemenkes memerintahkan rumah sakit untuk melakukan deteksi, pencegahan, dan respons cepat jika ditemukan pasien dengan gejala pneumonia berat seperti di Wuhan, Tiongkok. 

Jika ditemukan pasien kasus pneumonia berat seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah.

Kemenkes juga memerintahkan seluruh jajaran kesehatan untuk melakukan deteksi, pencegahan dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok, ke Indonesia melalui bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas negara yang mencakup langkah aktivasi alat pemindai suhu tubuh.

Kemenkes terus memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisme baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat, dan memantau perkembangan penyakit tersebut yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia.

Mengutip Antara, sejak akhir Desember 2019 hingga saat ini dikabarkan telah ditemukan pasien-pasien pneumonia atau radang paru-paru berat yang belum diketahui penyebabnya di Kota Wuhan, Tiongkok. Jumlah pasien yang awalnya hanya 27 orang kini telah meningkat menjadi 44 orang.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernafasan biasa. Penelitian lebih lanjut juga tengah dilakukan apakah mengenai kemungkinan kesamaan penyakit tersebut dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus dan pernah mewabah di dunia pada tahun 2003.

Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan, diisolasi, dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya penyakit. Hasil investigasi sementara menyebutkan sebagian dari pasien-pasien tersebut bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan lainnya termasuk burung.

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait kejadian di Wuhan tersebut. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gangguan tidur yang tidak boleh diabaikan
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:06 WIB
Gangguan tidur adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur, sayang...
Sering merasa ingin buang air sampai rumah? Ini kata dokter
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:49 WIB
Apakah Anda termasuk orang yang sering ingin buang air kecil begitu tiba di rumah? Jika ya, ahli kes...
Sistem kesehatan Indonesia dinilai bekerja baik hadapi COVID-19
Rabu, 19 Februari 2020 - 18:59 WIB
Sistem kesehatan nasional Indonesia sejauh ini sudah bekerja dengan baik menghadapi wabah seperti CO...
Rajin latihan fisik masih bisa kena serangan jantung? Ini penjelasannya
Rabu, 19 Februari 2020 - 16:46 WIB
Meninggalnya selebritas Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2) karena serangan jantung memunculkan tanya...
Kota-kota di Tiongkok cari sumbangan darah akibat corona
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:35 WIB
Beberapa kota Tiongkok mengumumkan kekurangan persediaan darah untuk keperluan klinik segera terjadi...
Kejari Langkat dan Diskominfo sosialisasi bahaya narkoba di sekolah
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:27 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat  bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Langkat ma...
Tiongkok laporkan 1.749 kasus baru infeksi corona hingga 18 Februari 
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:07 WIB
Tiongkok daratan melaporkan 1.749 kasus baru infeksi corona pada Selasa (18/2), kata Komisi Kesehata...
Jepang siap bantu jika Indonesia berencana pulangkan 78 warganya
Rabu, 19 Februari 2020 - 06:18 WIB
Pemerintah Jepang siap membantu proses pemulangan 78 warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam ...
Dokter: Radioaktif bisa sebabkan kanker
Selasa, 18 Februari 2020 - 11:26 WIB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan zat radioakt...
Yang perlu dilakukan usai selamat dari serangan jantung
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:37 WIB
Para ahli kesehatan mengatakan sekitar 86 persen orang akan selamat dari serangan jantung pertama. L...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)