Gangguan kesehatan yang menyerang wanita menopause
Elshinta
Kamis, 09 Januari 2020 - 12:28 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Gangguan kesehatan yang menyerang wanita menopause
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/39Ou9eO

Elshinta.com - Sama seperti ketika pertama kali mengalami datang bulan, beberapa hal akan terjadi pada tubuh setelah menopause, seperti fungsi dan bentuk tubuh. Akibat menopause, tubuh wanita akan mengalami perubahan keseimbangan hormon. Kondisi ini membuat wanita lebih mudah terserang penyakit. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini masalah kesehatan yang bisa dialami oleh wanita menopause:

Osteoporosis
Wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami osteoporosis disebabkan oleh perubahan hormon. Hormon estrogen berperan dalam pembentukan sel-sel tulang baru (osteoblas) dan membantu untuk memadatkan tulang. Tanpa estrogen, maka tulang menjadi lebih rapuh dan keropos, sehingga mudah untuk mengalami patah tulang.
Bagian tulang yang rentan dengan osteoporosis adalah tulang panggul dan tulang belakang. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, sebaiknya melakukan olahraga yang rutin serta makan makanan yang tinggi kalsium serta vitamin D.

Penyakit hati
Hampir semua masalah yang datang pada wanita menopause diakibatkan oleh hormon yang tidak stabil. Akibat perubahan hormon reproduksi, maka  wanita menopause berisiko terkena gangguan fungsi hati. 
Hati bertugas untuk mencegah tubuh keracunan, sehingga semua racun dan zat-zat yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari darah. Sementara, hormon estrogen berperan penting dalam semua proses tersebut. Jadi ketika jumlah hormon tersebut menurun, fungsi hati akan terganggu.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/39M9V5v

Berat badan naik 
Perubahan berat badan terjadi karena metabolisme yang lambat pada wanita menopause. Selain itu, massa otot akan mulai berkurang secara perlahan. Pengurangan massa otot membuat metabolisme semakin melambat. 
Penyakit jantung dan pembuluh darah 
Penurunan hormon estrogen memengaruhi kecepatan detak jantung wanita yang sudah menopause. Jadi, detak jantungnya menjadi tidak teratur dan hal ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan sebagainya.

Tidak mampu menahan kencing
Salah satu otot yang melemah adalah di bagian vagina dan kandung kemih, sehingga wanita tidak mampu menahan kencing dalam waktu yang lama, atau tiba-tiba keluar urin saat batuk dan tertawa, dan bisa juga saat kencing yang tidak disengaja ketika mengangkat barang yang berat. 
Tak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, kebocoran air seni juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Gejala yang mungkin timbul meliputi dorongan berkemih yang sering muncul, sensasi terbakar saat berkemih, kebocoran air seni tingkat lanjut dan peningkatan frekuensi berkemih.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/37PFOs4

Otot panggul melemah
Masih terkait dengan penurunan kemampuan otot yang terjadi pada wanita menopause, pelvic organ prolapse dapat muncul akibat otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar panggul melemah. Kondisi ini mengakibatkan rahim, kandung kemih, serta dubur menurun dari posisi awalnya.

Mata sering kering
Hormon testosteron walaupun dalam jumlah sedikit juga mengalami penurunan dan dapat membuat mata menjadi lebih sering kering. Hormon testoteron ini berperan dalam mengatur kelenjar meibom yang berfungsi untuk menghasilkan cairan di mata dan mencegahnya kering.

Diabetes 
Penurunan kadar esterogen yang terjadi saat menopause dapat meningkatkan resistensi insulin di dalam tubuh. Resistensi insulin itu sendiri merupakan kondisi yang mendasari terjadinya diabetes mellitus. Wanita yang sebelumnya sudah mengalami diabetes mellitus berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi.

Kanker
Penurunan kadar hormon progesteron dan peningkatan kadar hormon testosteron saat menopause dapat menyebabkan tingginya risiko terjadinya kanker. Beberapa jenis kanker yang mungkin terjadi, misalnya kanker rahim, kanker payudara, kanker vagina, dan kanker ovarium.

Penurunan fungsi otak
Menopause dapat memicu masalah pada otak. Salah satunya adalah penurunan memproses informasi dan menyelesaikan masalah.
Orang yang sudah dalam tahap menopause bisa sering tidak dapat mengingat kata-kata umum, cara membaca peta, dan lebih pelupa. Tapi untungnya efek buruk ini bisa dikurangi dengan melakukan aktivitas yang dapat melatih otak.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2FvH6Mv

Mudah gelisah
Menopause juga bisa membuat wanita menjadi lebih mudah gelisah. Termasuk sering bangun saat tengah malam akibat mimpi buruk. Wanita yang telah menopause juga akan lebih mudah cemas terhadap segala sesuatu, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun.

Sering kelelahan
Setelah menopause, wanita biasanya menghabiskan waktu untuk tidur di malam hari lebih panjang, tapi tak jarang esok harinya mereka bangun masih dalam keadaan lelah dan tak bersemangat.
Untuk mengatasi masalah ini, wanita yang telah menopause tersebut harus sering-sering beristirahat dan tidur jika memang merasa lelah, pijat, serta banyak menghabiskan waktu di rumah dan cukup menjalankan aktivitas yang ringan.

Menurunnya sistem imun tubuh
Menopause juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Saat berada dalam tahap menopause, wanita mungkin akan mengalami wabah herpes zoster pertama. Wanita yang telah mengalami menopause berisiko lebih tinggi terkena infeksi dan waktu pemulihan yang lebih lama disebabkan karena disfungsi kekebalan tubuh.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/36Cztjl

Menurut ahli, masa menopause seharusnya dipahami sebagai perubahan untuk menuju kondisi kesehatan yang lebih baik. Sebaiknya atur pola hidup sehat, menata emosi, rajin olah raga, cukup istirahat, konsumsi makanan kaya kalsium , makan banyak buah dan sayuran, dan minum air yang cukup. 

 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Macam-macam bentuk rahim dan kaitannya dengan kehamilan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:26 WIB
Beberapa wanita memiliki bentuk rahim yang berbeda atau abnormal. Pada beberapa kasus wanita yang me...
Apa akibat tidak menjaga kebersihan Miss V saat menstruasi?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:10 WIB
Masa menstruasi bisa menjadi waktu yang rentan bagi wanita terkena infeksi. Pasalnya, saat menstruas...
 Faktor apa saja yang dapat memengaruhi berubahnya bentuk Miss V?
Rabu, 29 Juli 2020 - 10:02 WIB
Waktu turut membawa berbagai perubahan pada tubuh wanita, tak terkecuali organ intim. Bentuk Miss V...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV