Dirjen KKP tangkap tiga kapal ikan Vietnam di Laut Natuna Utara
Elshinta
Kamis, 09 Januari 2020 - 12:36 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Dirjen KKP tangkap tiga kapal ikan Vietnam di Laut Natuna Utara
Sumber Foto: https://bit.ly/36DNwVT

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) berhasil menangkap tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, pada Senin 30 Desember 2019.

"Kapal-kapal Vietnam itu terdiri dari KG 95118 TS ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak lima orang (WN Vietnam), KG 94629 TS ukuran 98 GT jumlah awak kapal sebanyak 18 orang (WN Vietnam) dan KG 93255 TS, ukuran 98 GT jumlah awak kapal sebanyak 13 orang (WN Vietnam)," kata  Menteri KKP Edhy Prabowo, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (9/1).

Edhy menuturkan, tiga kapal ikan berbendera Vietnam melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap. Prosesnya sangat menegangkan. Akibatnya Kapal Pengawas Perikanan yang melakukan penangkapan mengalami beberapa kerusakan bahkan Kapal Orca 03 kerusakannya cukup parah.

“Kita baru saja melihat keberanian adik-adik kita di tengah laut lakukan penangkapan illegal fishing dihadapan kita ada 3 kapten kapal yang pimpin penangkapan. Kepada saudara Samson, Ma'ruf dan Selamet, terima kasih.  Sengaja saya hadirkan karena memang keberanian mereka ini langka,” kata Menteri Edhy

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada aparat dari Ditjen PSDKP yang telah dengan sabar, sigap dan tegas, dalam menghadapi provokasi dan pelawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut. Ia mengatakan, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Yang paling jelas kami di lapangan bahu membahu dengan TNI AL, TNI AD, TNI AU, Pol Air, Bakamla yang memberikan info sejak tanggal 27 Desember. Memang para pencuri luar biasa. Tapi alhamdulillah anggota kita selamat,” ucap Menteri Edhy.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy juga membantah anggapan yang berkembang bahwa dirinya tidak menjadikan pemberantasan illegal fishing sebagai prioritas kerjanya. "Ini semoga jadi bukti bahwa pemerintah selalu ada upaya mencegah pencurian apapun. Kami selalu hadir. KKP selalu dibackup Pol Air, TNI AL, Bakamla. Sumber daya alam kita terlalu besar sehingga harus kita pertahankan," tegas Menteri Edhy.

Ketegasan itu tentu bukan tanpa bukti. KKP selama dipimpin Menteri Edhy telah melumpuhkan sebanyak tujuh kapal ikan asing illegal yang terdiri dari satu kapal berbendera Malaysia, tiga kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Vietnam. 

Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu antara Oktober-Desember yang hanya menangkap tiga kapal ikan asing ilegal.

"Sampai saat ini KKP di era saya sudah tanggap 7 kapal dengan 3 kejadian. Pertama di Bitung, lalu Selat Malaka, dan ketiga hari ini. Ini semua terjadi karena kerja sama di lapangan dengan masyarakat yang spontan memberikan masukan. Lewat mana saja tidak masalah, di medsos dulu lalu diberitakan juga tidak apa-apa," ucap Menteri Edhy.

Dalam kesempatan itu, Edhy meminta dukungan dan doa dari semua pihak agar kementerian yang ia pimpin mampu menjaga sumber daya alam yang ada di perairan Indonesia. "Kami memohon doa agar kami bisa jaga laut kita," ucapnya. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perempuan pelaku aborsi jadi tersangka kasus aborsi ilegal
Rabu, 23 September 2020 - 21:24 WIB
Polda Metro Jaya menetapkan seorang perempuan pelaku aborsi sebagai tersangka usai penggerebekan seb...
Polisi periksa CCTV Bandara Soetta terkait dugaan pelecehan
Senin, 21 September 2020 - 17:37 WIB
Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akan memeriksa sejumlah rekaman televisi sirkuit tertutup (cl...
Polri kirim SPDP kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung
Senin, 21 September 2020 - 11:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Bareskrim mengirimkan Sura...
Polisi: Korban penganiayaan di Pesanggarahan karena coba melerai
Minggu, 20 September 2020 - 17:16 WIB
Nasib malang dialami Toto Handoyo (59) yang tewas terkena sabetan senjata tajam dalam peristiwa peng...
Truk pengangkut rokok ilegal senilai Rp1,4 miliar diamankan Bea Cukai Kudus
Minggu, 20 September 2020 - 08:39 WIB
Tim Penindakan Bea Cukai Kudus, Jawa Tengah, kembali mendapati adanya sebuah kendaraan truck yang me...
Polisi: Jasad ABK di lemari pendingin tidak penuhi unsur pidana
Minggu, 20 September 2020 - 07:29 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada unsur pidana terhadap penemuan lima jasad anak buah k...
Polres Sumedang tetapkan tiga tersangka gunting bendera merah putih
Kamis, 17 September 2020 - 17:11 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat menetapkan tiga orang yang diduga terlibat menjadi te...
Diduga ada unsur pidana dalam kebakaran Kejagung naik ke penyidikan
Kamis, 17 September 2020 - 16:14 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa penanganan kasus kebakaran Gedun...
Danpuspomad: 57 oknum TNI AD tersangka perusakan Mapolsek Ciracas
Rabu, 16 September 2020 - 16:25 WIB
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko mengatakan, ...
Prihatin nasib warga sipil, TNI tanggung korban penembakan KKB Papua
Rabu, 16 September 2020 - 14:39 WIB
Sebagai wujud keprihatinan TNI dan rasa kemanusiaan atas jatuhnya korban masyarakat sipil akibat kek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV