Aroma belerang menyengat dari Kawah Ratu
Elshinta
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Aroma belerang menyengat dari Kawah Ratu
Kawah Ratu. Foto: Vivi Trisnavia/elshinta.com.

Elshinta.com - Hari Jumat sore adalah waktu yang tepat bagi kamu merencanakan kegiatan mengisi weekend. Usai pulang kerja, kamu bisa merencanakan liburan keren tapi tidak banyak menguras waktu dan kocek. Kemana?  Apalagi sih kalau bukan wisata alam gunung.  

Wisata yang satu ini, sedang memang digandrungi oleh anak anak muda, apalagi milenial. Lalu, kira-kira gunung mana yang instagramable tapi ramah bagi pelancong gunung dan pendaki pemula?. Bagaimana melihat keindahan Gunung Salak. Tapi, jangan berpikir yang seram-seram dulu. Selain memang terkenal dengan mistisnya, Gunung Salak, ternyata mempunyai banyak sekali tempat eksotis dan memukau loh, yang sangat direkomendasian bagi para traveller yang suka dengan wisata alam.   

Ada sisi yang keren dari Gunung Salak yang wajib kamu kunjungi jika kamu adalah pemburu "exotic landscape", yakni Kawah Ratu. Kawah Ratu berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.  Kawah Ratu adalah kawah terbesar dan kawah termuda dan aktif.  

Kamu jangan dulu membayangkan pendakian yang melelahkan dengan trek terjal, ataupun jurang yang curam, serta hutan tropis yang sangat gelap. Hampir sama dengan dengan kawah Gunung Papandayan, letak Kawah Ratu tidak berada di Puncak. Untuk menuju ke kawah Ratu, kamu sebaiknya memilih masuk dari basecamp desa Pasir Reungit, karena treknya landai dan tidak jauh. Begitu masuk kawasan Desa Pasir Reungit, bau belerang kawah sudah tercium. Itu menandakan letaknya tak jauh dari kamu berada.    

Baiklah kalau begitu, siapkan kendaraan, uang saku secukupnya, pakaian hangat, pakaian ganti, gunakan sepatu kets dan bawa serta jas hujan.  

Karena waktu yang tepat untuk memulai pendakian adalah pagi hari jam 08.00, maka kamu bisa berangkat menuju lokasi Desa Pasir Reungit pada malam hari, dan bisa bermalam gratis, di warung terdekat basecamp. Salah satu warung yang sering didatangi wisatawan adalah warung Pak Koko. Kamu bisa numpang bermalam tidur menunggu pagi, di Bale-bale yang sudah disediakan oleh pemilik warung. Dan areal parkirannya cukup luas. Menginap di warung Pak Koko, kamu memang tidak perlu bayar, tapi setidaknya, sarapan dan minumlah di warung ini, harganya terjangkau kok.  

Udara pagi yang sangat dingin, sangat pas ditemani segelas susu Bandrek. Minuman yang satu ini, jangan dilewatkan jika kamu bermalam di warung Pak Koko. Satu gelasnya Rp, 6000,-. Selain susu bandrek kamu juga bisa memesan nasi goreng telur ceplok untuk alas perut sebelum memulai pendakian. Walaupun harganya tidak terlalu mahal, tidak ada salahnya, bertanya harga sebelum kamu makan. 

Pukul 08.00 loket basecamp pasir Reungit dibuka. Harga tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Rp15.000,- perorang. Harga ini belum termasuk jika kamu ingin masuk dan bermalam di campground. Kawah Ratu hanya berada di ketinggian 800-900 mdpl, tidak terlalu tinggi. Pendakian ke Kawah Ratu, Gunung Salak, bukan pendakian yang besar dan berat,  Sangat rekomendasi untuk giat outdoor, meskipun kamu belum punya jam terbang mendaki.  Treknya tidak ekstrem, cenderung landai. Sepanjang jalan hutan tropis, kamu akan melewati sungai dengan air sangat jernih yang airnya bisa langsung diminum. Kompor kecil dan panci kecil serta gelas, boleh dibawa untuk menyeduh teh atau kopi saat beristirahat di jalan. Karena ini adalah hutan tropis dengan sumber mata air yang banyak, maka sudah pasti trek ini akan cukup basah, hati hati dengan lintah ya, sebaiknya jangan berjalan di atas air seperti menyusuri sungai, selain berpotensi terkena lintah,  air jernih sungai ini, juga untuk minum manusia dan hewan yang ada di hutan. Jadi jangan sampai terkotori. 

Tidak lebih dari 3 jam (sudah termasuk istirahat) kamu sudah sampai di hutan mati/Kawah mati I yang sangat luas. Hutan mati tersebut tercipta karena bencana letusan masa lampau. Hutan mati juga menjadi lokasi obyek foto yang bagus, kayu-kayu yang berwarna coklat tanpa dedaunan seperti bercerita. 

 

Untuk sampai di Kawah Ratu kita harus menaiki sebuah punggungan kecil. Sekali lagi , jangan takut lutut gemetar,cukup berjalan santai,selama 15 menit sambil sesekali berhenti.  Pemandangan hutan mati dari atas bukit akan membuat kamu lupa sedang mendaki punggungan.  Setelah melewati bukit, kamu akan bertemu dengan kawah mati.

Jika kamu menengok kekanan, nun dikejauhan kamu akan melihat sebuah kolam air yg jernih, berwarna kebiruan. Danau Situ Hiang/Kawah mati II.  Mata airnya banyak tapi mengandung sulfur, dan bisa menjadi obat gatal gatal kulit.   

Hanya sekitar 150 meter kemudian, bau asap belerang makin menyengat dan kepulan asap semakin tebal, nah itu tandanya kamu sudah berada di Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sisi kiri terlihat plang dengan tulisan Puncak  Salak I. Sangat eksotis,  kamu bisa eksplore sepuas puasnya, dari berbagai sisi, tapi jangan terlalu lama disana karena asap belerangnya cukup bikin kamu sedikit sesak, dan  tetap berhati hati juga jangan sampai terpleset jatuh ke kawah.   

Setelah puas dengan berbagai angle capture, baru deh kamu balik menuju Basecamp awal. Satu hal yang penting saat mendaki adalah untuk memperhatikan tanda-tanda pada trek pendakian, agar mudah menemukan jalan menuju kembali.   

Ada yang kamu harus perhatikan dalam pendakian adalah  jangan buang sampah sembarangan. Coba perhatikan sepanjang trek pendakian, apakah kamu menemukan sampah seperti di lokasi wisata pegunungan lainnya?  Tidak, Gunung Salak termasuk gunung yang sangat bersih treknya dari sampah. Yah, ini mungkin karena ada tersisip cerita mistis sehingga Gunung Salak tidak se-favorit Gunung Gede. Ramai pendakian, sudah pasti ramainya sampahnya.  Nah jika kamu melakukan pendakian, jaga kebersihan ya, bawa lagi turun sampahmu. 

Curug Ngumpet 

Setelah melewati jembatan terakhir menuju basecamp,  kamu akan kembali disebuah persimpangan,  jika kamu ambil kesebelah kiri, kamu akan langsung menuju basecamp dan jika kearah kanan, dan berjalan lurus mengikuti trek, dan berjalan  turun, kamu akan menemukan sebuah curug atau air terjun,  Namanya curug Ngumpet, karena letaknya memang tersembunyi. Tapi jika badan kamu terlalu lelah, dan waktu sudah mulai sore,  jangan paksakan ke curug.  Kamu masih bisa kembali ke desa Pasir Reungit ini, dikesempatan weekend berikutnya.  

Desa Pasir Reungit  memang dikenal sebagai desa seribu Curug.  Apakah curugnya benar benar berjumlah seribu? jawabannya, tidak. Itu hanya khiasan saja, karena ada lebih dari 7 air terjun di desa Pasir Reungit yang viewnya benar-benar instagramable, sangat indah dan tidak cukup satu hari untuk mengeksplorenya. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah curug Pangeran, curug Cigamea, curug Seribu, curug Kondang, curug Balong Endah, dan curug Cikuluwung.  Jika kamu benar-benar ingin mendapatkan suasana yang tenang tidak terlalu ramai, dan menghasilkan foto-foto bagus, pilih pagi hari dan hari lain selain weekend.  Salam Lestari. (Reporter: Vivi Trisnavia)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf:  Ubah orientasi dari `quantity tourism` jadi `quality tourism`
Rabu, 19 Februari 2020 - 11:06 WIB
Wishnutama berbagi strategi pengembangan pariwisata ke depan, yang prioritas utamanya adalah menguba...
Kunjungan wisatawan ke Subang tak terpengaruh virus corona
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:57 WIB
Selama mewabah CoVid-19 atau virus Corona kunjungan wisatawan mancanagara ke Subang Jawa Barat cende...
Marwan Jafar: Diperlukan optimalisasi wisatawan domestik
Jumat, 14 Februari 2020 - 21:49 WIB
Beberapa tahun terakhir, pemerintah makin menyadari peran strategis buat menggenjot potensi raksasa ...
Wisatawan Bali turun karena corona, GIPI Bali: Pembatalan hotel hingga 40 ribu kali
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:07 WIB
Stakeholder pariwisata di Bali akan bersinergi dalam upaya mengatasi penurunan jumlah kunjungan wisa...
Mulai hari ini, kunjungan ke Candi Borobudur dibatasi sampai lantai 8
Kamis, 13 Februari 2020 - 18:35 WIB
Pengunjung Candi Borobudur Kabupaten Magelang, mulai hari ini, Kamis (13/2) tidak bisa memanjat tera...
`Kota Es` Harbin, Heilongjiang - Tiongkok yang memukau di musim dingin 
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:17 WIB
Harbin, Heilongjiang yang berada di bagian paling utara negara Tiongkok saat ini menjadi magnet wisa...
Menparekraf sebut potensi kerugian akibat virus corona Rp38,2 triliun 
Rabu, 12 Februari 2020 - 21:23 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebutkan potensi kerugian di sektor ...
Pemkab Subang bakal gelar `Subang Trail Run Summerfest 2020`
Senin, 10 Februari 2020 - 15:33 WIB
Guna mempromosikan potensi wisata di wilayah Subang, Pemda Kabupaten Subang, Jawa Barat akan menyele...
Menikmati pesona wisata air di Situ Cigayonggong
Senin, 10 Februari 2020 - 15:15 WIB
Wahana wisata yang menjadi daya tarik turis ialah wahana air. Seringkali wisatawan berusaha mencarin...
Siap-siap, ada empat gerbang ikonik menuju Candi Borobudur 
Rabu, 05 Februari 2020 - 10:04 WIB
Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi istimewa karena di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)