Polisi: Bom Bengkulu diduga terkait Pilkades
Elshinta
Sabtu, 11 Januari 2020 - 16:41 WIB |
Polisi: Bom Bengkulu diduga terkait Pilkades
Halidin, korban ledakan bom dalam tas di Desa Padang Serunaian saat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Sumber Foto: https://bit.ly/2R6oW9F

Elshinta.com - Jajaran Polda Bengkulu sementara menduga ledakan bom tas di depan rumah Kepala Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu pada Sabtu (11/1) pagi terkait dengan hasil pemilihan kepala desa (pilkades).

Kabid Humas Polda Bengkulu Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sudarno mengatakan, sebelumnya memang ada beberapa pihak yang mempermasalahkan hasil Pilkades di desa itu. Namun, kata Kombes Pol Sudarno, persoalan Pilkades yang melibatkan antara pihak yang tidak terima dan kades terpilih ini sudah sempat didamaikan oleh tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan setempat.

"Sebelumnya ada permasalahan pemilihan kepala desa tapi sudah didamaikan. Ternyata hari ini ada kejadian seperti itu (ledakan bom tas). Kayaknya ini lebih pada persoalan personal," jelas Kabid Humas Polda Bengkulu, Sabtu (11/1).

Kata Kombes Pol Sudarno, kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti motif dari ledakan bom tas tersebut. "Kalau identitas pelaku belum kita ketahui. Saat ini kita masih fokus melakukan olah TKP. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab secara pasti," ujarnya, dihimpun Antara.

Bom tas ini meledak dengan daya ledak rendah dan tidak mengakibatkan kerusakan yang parah di sekitar area ledakan. Namun akibat ledakan tersebut, Halidin ayah kades terpilih Satria Utama mengalami luka di bagian kaki. "Ledakan ini low eksplosif atau berdaya ledak rendah karena di TKP tidak ada kerusakan dan korbannya juga tidak terlalu parah. Jadi kemungkinan ini bukan ulah jaringan teroris," ujar Sudarno.

Sementara itu, salah satu keluarga korban, Suryanto mengakui, sebelumnya pihak keluarga tidak pernah mengalami gangguan atau teror baik di rumah maupun di luar. "Kalau gangguan tidak ada, orang melempar rumah sebelumnya juga tidak ada. Jadi kami tidak tau," kata Suryanto di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Bengkulu. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi ditikam saat lerai tawuran di Daan Mogot
Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:38 WIB
Anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Bripda Arus Mandiri Simangundong ditikam oleh orang tida...
Kontak tembak di Arwanop, Kapolda: Anggota Brimob gugur
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:15 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan terjadinya kontak tembak dengan KKB di Kali Kabu...
50 orang napi lapas narkotika Langkat yang kabur hingga kini masih buron 
Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:58 WIB
Sebanyak 50 orang narapidana Lembaga Permasyarakatan Narkotika kelas II-A Kabupaten Langkat Sumatera...
Pabrik masker ilegal manfaatkan isu corona demi keruk keuntungan
Jumat, 28 Februari 2020 - 21:11 WIB
Pabrik masker ilegal di Cilincing, Jakarta Utara, memanfaatkan kekhawatiran yang ditimbulkan isu vir...
Ditreskrimsus Polda Jateng bongkar jaringan peredaran pupuk palsu
Jumat, 28 Februari 2020 - 16:48 WIB
Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil membongkar jaringan peredaran pupuk palsu Phonska sebanyak 10 ri...
Pabrik masker ilegal di Cilincing datangkan mesin dan bahan dari Tiongkok
Jumat, 28 Februari 2020 - 15:55 WIB
Hasil pemeriksaan oleh penyidik kepolisian menemukan bahwa pabrik masker ilegal di Cilincing yang di...
Pemukul sopir ambulans dijerat pasal penganiayaan 
Kamis, 27 Februari 2020 - 20:46 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan status tersangka kepada Syaiful Roman Raygen (49), pem...
 Seorang bocah di Kudus jadi korban penganiayaan ayah tiri
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:56 WIB
Seorang bocah berinisial SW (9) menjadi korban penganiayaan NS (40) ayah tirinya sehingga mengalami...
Narkotika jenis tembakau sintetis diamankan Satreskoba Polresta Bandung
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:38 WIB
Dua tersangka terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika jenis Tembakau Sintetis berhasil diamankan Satu...
BNN Jateng akui pengiriman sabu dalam dubur kembali marak 
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:07 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol.Benny Gunawan menyebut pengir...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)