Empat mitos tabir surya
Elshinta
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:12 WIB |
Empat mitos tabir surya
Sumber Foto: https://bit.ly/39XetpP

Elshinta.com - Ahli kesehatan kulit menyarankan tabir surya digunakan saat berkegiatan di luar ruangan demi menghindari penuaan dini dan risiko terkena kanker kulit.

Namun, ada sebagian orang yang merasa tak membutuhkannya karena ada klaim produk ini lebih banyak sisi negatif ketimbang positifnya, dilansir Medical Daily.

Dari sederet klaim sisi negatif, berikut empat di antaranya yang masih berkembang dan perlu Anda catat hanya sebagai mitos. Apa saja?

  • Tabir surya bisa jadi racun

Badan Pengawas Pangan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) mengungkapkan studi yang menunjukkan, bahan-bahan yang terkandung dalam tabir surya antara lain avobenzone, oxybenzone, octocrylene and ecamsule, bisa mencapai darah. Studi itu mengarahkan para konsumen menggunakan produk tabir surya.

Namun, ada jumlah tertentu pemakaian tabir surya yang dioleskan ke kulit agar bahan-bahannya bisa masuk ke kulit dan bercampur dengan darah. Bahkan, studi ini hanya melibatkan orang-orang yang menggunakan tabir surya tebal empat kali sehari, menurut Katie Lee dan Monika Janda, profesor ilmu perilaku dari University of Queensland di Australia.

Selain itu, tidak ada bukti bahan-bahan tersebut berbahaya dan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami bagaimana tabir surya secara langsung mempengaruhi tubuh.

  • Orang dewasa bisa berhenti pakai tabir surya

Kulit terbakar pada masa kanak-kanak telah dikaitkan dengan melanoma dan karsinoma sel basal. Beberapa orang percaya terbakar sinar matahari berdampak kurang pada kulit mereka seiring bertambahnya usia.

Namun, paparan sinar matahari pada usia berapa pun meningkatkan risiko kanker kulit dan menggunakan tabir surya dapat membantu orang tua dan muda mengurangi risiko masalah kesehatan ini.

"Penggunaan tabir surya juga mengurangi keratosis aktinik baru, lesi kulit prakanker dan mengurangi jumlah keratosis yang ada di Australia lebih dari 40 tahun," kata Lee dan Janda dalam sebuah artikel.

"Penggunaan tabir surya secara teratur juga bisa menjadi rem penuaan kulit, membantu mengurangi ketipisan kulit, mudah memar dan penyembuhan yang buruk yang membuat kulit yang lebih tua rentan terkena," sambung mereka.

  • Efek tabir surya bisa bahayakan tulang

Ada laporan tabir surya dapat berdampak negatif pada tulang karena menghambat vitamin D. Orang percaya produk ini mencegah sinar UV mencapai kulit, yang menyebabkan kekurangan vitamin.

Namun, penelitian menunjukkan, orang yang menggunakan tabir surya dan mereka yang tidak memiliki vitamin D, berbeda.

"Anda membutuhkan jauh lebih sedikit UV daripada yang Anda pikirkan untuk membuat vitamin D yang Anda butuhkan: hanya sepertiga dari UV yang menyebabkan kulit terbakar," kata Lee dan Janda.

  • Riwayat penyakit keluarga hambat efek tabir surya

Orang-orang juga mengabaikan tabir surya karena mereka sudah memiliki riwayat kanker kulit dalam keluarga mereka. Memang benar genetika berkontribusi terhadap melanoma.

Namun, tabir surya masih menawarkan manfaat kesehatan bagi orang-orang dengan riwayat kanker keluarga. Produk ini mengurangi paparan sinar matahari, yang pada tingkat tinggi dapat membuat orang lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit yang dikombinasikan dengan risiko genetik mereka, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hindari hal-hal berikut ini saat sedang menggunakan skincare
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:38 WIB
Sebagus apapun merek skincare tetapi jika tidak diaplikasikan dengan benar, maka hasilnya pun tidak ...
Begini cara menjaga agar kulit leher tetap kencang
Jumat, 14 Februari 2020 - 11:08 WIB
Tidak hanya wajah, bagian leher juga membutuhkan perhatian yang sama karena kulit di daerah tersebut...
Apa saja sih produk kecantikan yang wajib dibawa dalam tas make up?
Rabu, 12 Februari 2020 - 10:57 WIB
Sebagai perempuan, biasanya ada saja produk make up yang siap sedia di dalam tas karena sangat bergu...
Benarkah ciri rambut sehat bisa diketahui dari jumlah rambut yang tumbuh di kepala?
Senin, 10 Februari 2020 - 12:18 WIB
Bagi wanita, selain wajah rambut juga menjadi bagian tubuh yang sangat menunjang penampilan. Bahkan ...
Apa saja bahan berbahaya yang terdapat dalam make up dan skin care?
Senin, 03 Februari 2020 - 12:10 WIB
Bahan berbahaya pada kosmetik dan skin care ini sudah pasti punya dampak buruk pada kulit wajah. Dam...
Bingung menyimpan produk skincare agar tak cepat rusak? Ikuti cara ini
Kamis, 30 Januari 2020 - 11:59 WIB
Beragam produk skincare mempunyai komposisi yang berbeda. Oleh sebab itu cara penyimpanannya pun pas...
Tidak cocok dengan produk skincare? Ini tanda yang akan muncul di kulit
Selasa, 28 Januari 2020 - 14:14 WIB
Memang tak mudah menemukan produk skin care yang cocok dari banyaknya produk yang ditawarkan. Namun ...
Ingin wajah terlihat glowing? Ikuti tips berikut ini
Rabu, 22 Januari 2020 - 11:36 WIB
Karena setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda, tidak semua orang bisa memiliki wajah g...
Begini cara berdandan dengan produk kecantikan tanpa waswas
Jumat, 17 Januari 2020 - 12:30 WIB
Tampil cantik adalah dambaan setiap perempuan karena hal itu bisa membuat mereka lebih percaya diri....
Apa saja kebiasaan yang menjadi penyebab kulit wajah kusam?
Rabu, 15 Januari 2020 - 12:15 WIB
Sebenarnya untuk mengatasi kulit kusam bukan hanya menggunakan produk skin care untuk kulit kusam sa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)