Terpapar polusi udara berisiko kena skizofrenia
Elshinta
Minggu, 12 Januari 2020 - 08:29 WIB |
Terpapar polusi udara berisiko kena skizofrenia
Sumber Foto: https://bit.ly/2R7KItx

Elshinta.com - Polusi udara mempengaruhi kesehatan fisik dan hasil penelitian dalam jurnal JAMA Network Open menyimpulkan bahwa anak-anak yang terpapar polusi udara tingkat tinggi berisiko lebih tinggi terkena skizofrenia di masa dewasa.

"Studi ini menunjukkan semakin tinggi tingkat polusi udara, semakin tinggi risiko skizofrenia. Anak-anak yang terpapar di atas 25 g / m3 berisiko 60 persen lebih besar terkena skizofrenia dibandingkan dengan mereka yang terpapar kurang dari 10 g / m3," kata Peneliti Senior Henriette Thisted Horsdal, dilansir Science Daily.

Dengan kata lain, risiko mengembangkan skizofrenia sekitar dua persen, setara dengan dua dari seratus orang menderita skizofrenia selama hidup mereka. Kemudian, bagi mereka yang terpapar pada tingkat polusi udara terendah, risiko terkena skizofrenia di bawah dua persen.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir dan perubahan perilaku.

Gejala awal skizofrenia umumnya muncul di masa remaja sehingga sering disalahartikan karena dianggap wajar pada masa remaja. Gejala ini antara lain cenderung mengasingkan diri dari orang lain, mudah marah dan depresi, perubahan pola tidur, kurang konsentrasi dan motivasi.

Thisted mengatakan, risiko seseorang mengembangkan skizofrenia lebih tinggi jika kecenderungan genetik untuk penyakit ini. "Data kami menunjukkan, hubungan ini tidak tergantung satu sama lain. Hubungan antara polusi udara dan skizofrenia tidak dapat dijelaskan dengan riwayat genetik pada orang yang tumbuh di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi," kata dia.

Untuk studi ini, peneliti melibatkan 23.355 orang dan 3.531 orang di antaranya mengembangkan skizofrenia.

Meskipun hasilnya menunjukkan peningkatan risiko skizofrenia ketika tingkat polusi udara selama masa kanak-kanak meningkat, para peneliti tidak dapat menjelaskan penyebabnya.

Mereka menekankan, perlunya studi lebih lanjut untuk dapat mengidentifikasi penyebab, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB
Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit...
 Puskeswan Kota Malang gelar pemeriksaan hewan secara gratis
Senin, 21 September 2020 - 20:11 WIB
Untuk memperingati Hari Rabies Dunia atau Rabies Day, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagian K...
54 perawat di Lumajang terkonfirmasi Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 19:57 WIB
Sebayak lima puluh empat tenaga perawat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terkonfirmasi positif Covi...
Reisa: Terapi oleh tenaga medis efektif sembuhkan pasien COVID-19
Senin, 21 September 2020 - 19:37 WIB
Juru bicara Pemerintah Reisa Broto Asmoro mengatakan terapi yang selama ini diberikan tenaga medis t...
Berapa lama Covid-19 bertahan di dalam tubuh?
Senin, 21 September 2020 - 19:25 WIB
Covid-19 masih merajalela. Jumlah pasien yang terpapar virus ini terus bertambah. Berbagai gejala at...
Cara memakai dan membersihkan masker kain
Senin, 21 September 2020 - 10:35 WIB
Para peneliti tidak tahu persis berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 tetap berada di kain mas...
Minuman serat kualitas tinggi ini hadir di seluruh Indonesia
Minggu, 20 September 2020 - 11:03 WIB
Banyak penyakit ringan hingga penyakit berbahaya berasal dari saluran pencernaan. Terlebih di era ya...
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV