Nikmati eksotis lereng Gunung Semeru pengunjung tak perlu bayar tiket
Elshinta
Minggu, 12 Januari 2020 - 10:14 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Nikmati eksotis lereng Gunung Semeru pengunjung tak perlu bayar tiket
Foto: Efend Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Objek wisata alam yang dikembangakan di wilayah lereng gunung Semeru oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Oro-oro Ombo mulai ramai dan diminati pengunjung, wisata yang datang tidak hanya warga lokal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur namun dari luar kabupaten sudah mulai banyak yang datang menikmati keindahan alam di bagian tenggara Gunung Semeru.

Pengunjung yang datang tidak di pungut karcis arau tiket masuk, hanya di kenakan uang parkir kendaraan dan pemandu tidak memberi tarif sesudinya para wisata mengganti letih dan keringat selama mendampingi pengunjung.

Ketua Pokdarwis Semeru Lestari, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Suhariyono mengatakan, objek wisata di daerah lereng Gunung Semeru bagian Tenggara yang sudah dikembangkan oleh pihak desa salah satunya camping ground, dimana camping ground ini ada beberapa pilihan untuk keluarga dengan fasilitas dapat melihat keindahan background dari gunung Semeru. 

"Untuk yang suka tracking dengan camping ground dapat memilih karna pihak dari Pokdarwis Desa oro-oro Ombo dapat memfasilitasi baik itu untuk keluarga atau pun tracking kelompok," ujar Suhariyono kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Minggu (12/1). 

Dijelaskan Suhariyono, penggemar tracking untuk bisa menikmati panorama alam dapat berjalan kaki menuju objek tersebut sekitar dua jam, pengunjung wisata yang camping ground dapat menikmati indahnya sunrise juga dapat melihat pantai laut selatan pantai Bambang. 

Selain itu juga pemandangan indah dari Gunung Semeru dapat dinikmati di lokasi camping ground yang memerlukan tracking tersebut.

"Pantai Bambang dapat kita lihat dari lokasi camping ground dari ketinggian 1.100 mpdl," kata Suhariyono.

Kuliner warga telah menyediakan warung dengan menu sederhana selama 24 jam, kedepan pihah Pokdarwis bersama pemerintah desa akan berupaya menggali potensi makan lokal

"Ada beberapa rencana yang kita sudah susun dan mungkin belum bisa kita sampaikan," ujarnya.

Untuk menjaga kebersihan sampah bungkus makan dan minuman dari pengunjung Suhariyono telah meminta anggotanya menyediakan kantong kresek dan setiap wisata yang masuk telah disarankan agar menjaga kebersihan sehingga keindahan panorama alam tetap terjaga.

Karna objek alam yang di tawarkan maka pengunjung wisata bisa bersabar untuk memperoleh momen indah yang ada di area wisata Desa Oro-oro Ombo lebih baiknya sebelum berkunjung meminta informasi cuaca, faktor cuaca sangat menentukan maka Suhariyono selalu aktif mengikuti perkembangan cuaca yang disampaikan BPBD dari BMKG dan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gunung Semeru di Gunung Sawur.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkab Probolinggo tutup sementara seluruh objek wisata
Rabu, 18 Maret 2020 - 09:20 WIB
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menutup sementara seluruh objek wisata di bawah pengel...
Antisipasi COVID-19, tempat wisata di Langkat ditutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 19:58 WIB
Mengantisipasi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera untuk sementara membatasi masuknya w...
Cegah penyebaran COVID-19, enam obyek wisata tutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 15:27 WIB
Sebanyak enam obyek wisata di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ditutup  sementara dari kegia...
Cegah COVID-19, Candi Borobudur disemprot desinfektan
Senin, 16 Maret 2020 - 20:42 WIB
Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Balai Konservasi Borobudur (BKB) Kabupaten Magelang  mela...
Wujudkan impian wisata mangrove dan pantai pulau Jaring Halus
Sabtu, 14 Maret 2020 - 19:19 WIB
Demi mewujudkan destinasi wisata hutan mangrove dan juga wisata pantai. Pemerintah Desa Jaring Halus...
Kunjungan Willem-Maxima jadi nilai positif untuk Candi Prambanan
Kamis, 12 Maret 2020 - 13:17 WIB
Kunjungan Raja Wilem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dari Kerajaan Belanda ke komplek ...
Dukung pariwisata, Basarnas bangun Pos SAR Parapat dan latih potensi SAR
Rabu, 11 Maret 2020 - 16:25 WIB
Badan Nasional Pencarian dan  Pertolongan (Basarnas) akan meresmikan gedung atau Pos Pencarian dan ...
Pemukulan Kembang Mayang tandai gelaran `Banjarmasin Sasirangan Festival 2020`
Kamis, 05 Maret 2020 - 09:25 WIB
Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) tahun 2020, resmi dimulai. Opening ceremony event yang telah m...
Bandung masih aman untuk dikunjungi wisatawan 
Kamis, 05 Maret 2020 - 07:45 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Jawa Barat, Kenny Dewi Kaniasari m...
Kenalkan destinasi lokal ke milenial, Kakikuke tawarkan melancong yang ramah kantong
Selasa, 03 Maret 2020 - 17:07 WIB
Penat dengan pekerjaan keseharian, menjadikan wisata jadi salah satu alternatif untuk menghilangkann...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)