Polisi lacak dugaan penyelundupan senpi dan amunisi ke Papua
Elshinta
Senin, 13 Januari 2020 - 08:06 WIB |
Polisi lacak dugaan penyelundupan senpi dan amunisi ke Papua
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw. Sumber Foto: https://bit.ly/35OzhfL

Elshinta.com - Pihak Kepolisian Daerah Papua masih terus melacak dugaan kasus penyelundupan senjata api beserta amunisi dari luar negeri ke wilayah itu, menyusul maraknya teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB terhadap prajurit TNI dan Polri di berbagai daerah di Papua akhir-akhir ini.

"Memang ada info-info bahwa bukan hanya dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri. Ada indikasi dari perbatasan itu juga masuk. Lalu dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong Papua Barat lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak," kata Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw di Timika, Senin (13/1).

Kapolda meminta dukungan dan bantuan masyarakat setempat untuk memberitahukan kepada pihak berwajib jika mengetahui informasi adanya transaksi senpi dan amunisi agar aparat bisa mencegah hal itu sekaligus dapat mengetahui jaringan sindikasinya serta menyeret para pelaku yang terlibat ke dalam proses hukum.

Polda Papua, katanya, juga mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah senjata rakitan dari daerah Lumajang, Jawa Timur dengan kondisi yang cukup modern beberapa di antaranya sudah masuk ke wilayah Papua.

Kasus pembuatan senjata rakitan di wilayah Lumajang tersebut pernah diungkap oleh jajaran kepolisian di Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kasus penyelundupan senpi dan amunisi kepada KKB di Papua menjadi pekerjaan besar dan berat yang harus ditangani serius dengan melibatkan semua pihak terkait.

Sebab dengan memiliki senjata api dan amunisi yang memadai, KKB tidak saja terus melakukan teror penembakan untuk melawan petugas, tapi juga menikmati segala fasilitas dan kemewahan.

"Dengan memegang senjata, mereka juga ingin makan enak, ingin perempuan, ingin hidup mewah dan memiliki uang banyak. Mereka juga menekan aparat pemerintah seperti kepala-kepala desa untuk menyetor dana. Makanya kita semua perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memikirkan cara terbaik dalam menyikapi kasus ini ke depan," kata jenderal polisi bintang dua itu. 

Menyinggung tentang kekuatan personel KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya yang selama ini terus melakukan teror penembakan terhadap petugas, Kapolda mengatakan jumlah mereka tidak seberapa besar.

"Jumlah mereka tidak banyak, makanya kita menyebut mereka sebagai kelompok yang melakukan perbuatan kriminal dan mereka bersenjata," katanya.

Meski jumlahnya tidak besar, KKB Nduga diketahui selalu memanfaatkan warga sipil terutama ibu-ibu, anak-anak dan kaum perempuan sebagai tameng ketika aparat melakukan pengejaran dan tindakan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

"Itu kebiasaan mereka, mereka paksa ibu-ibu, anak-anak dan kaum perempuan untuk ikut dengan mereka untuk dijadikan tameng. Kondisi itulah yang kadang-kadang membuat kami sulit melakukan upaya hukum yang tegas kepada mereka," jelas Kapolda, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kontak tembak di Arwanop, Kapolda: Anggota Brimob gugur
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:15 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan terjadinya kontak tembak dengan KKB di Kali Kabu...
50 orang napi lapas narkotika Langkat yang kabur hingga kini masih buron 
Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:58 WIB
Sebanyak 50 orang narapidana Lembaga Permasyarakatan Narkotika kelas II-A Kabupaten Langkat Sumatera...
Pabrik masker ilegal manfaatkan isu corona demi keruk keuntungan
Jumat, 28 Februari 2020 - 21:11 WIB
Pabrik masker ilegal di Cilincing, Jakarta Utara, memanfaatkan kekhawatiran yang ditimbulkan isu vir...
Ditreskrimsus Polda Jateng bongkar jaringan peredaran pupuk palsu
Jumat, 28 Februari 2020 - 16:48 WIB
Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil membongkar jaringan peredaran pupuk palsu Phonska sebanyak 10 ri...
Pabrik masker ilegal di Cilincing datangkan mesin dan bahan dari Tiongkok
Jumat, 28 Februari 2020 - 15:55 WIB
Hasil pemeriksaan oleh penyidik kepolisian menemukan bahwa pabrik masker ilegal di Cilincing yang di...
Pemukul sopir ambulans dijerat pasal penganiayaan 
Kamis, 27 Februari 2020 - 20:46 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan status tersangka kepada Syaiful Roman Raygen (49), pem...
 Seorang bocah di Kudus jadi korban penganiayaan ayah tiri
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:56 WIB
Seorang bocah berinisial SW (9) menjadi korban penganiayaan NS (40) ayah tirinya sehingga mengalami...
Narkotika jenis tembakau sintetis diamankan Satreskoba Polresta Bandung
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:38 WIB
Dua tersangka terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika jenis Tembakau Sintetis berhasil diamankan Satu...
BNN Jateng akui pengiriman sabu dalam dubur kembali marak 
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:07 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol.Benny Gunawan menyebut pengir...
Polres Majalengka bekuk pelaku penebangan liar 
Kamis, 27 Februari 2020 - 17:07 WIB
Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat, membekuk seorang pelaku penebangan liar dengan menyita bebe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)