Lima negara akan bahas tindakan hukum pasca-pesawat Ukraina ditembak Iran
Elshinta
Selasa, 14 Januari 2020 - 08:34 WIB |
Lima negara akan bahas tindakan hukum pasca-pesawat Ukraina ditembak Iran
Tim penyelamat mengumpulkan barang penumpang pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine International Airline yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Imam Khomeini, Teheran, Iran, Rabu (8/1/2020). (Ant/REUTERS/WANA/Nazanin Tabatabaee/pras) - https://bit.ly/2tWfjT0

Elshinta.com - Lima negara yang warganya tewas saat menumpangi pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh militer Iran, Rabu (8/1/2020), akan bertemu di London, pada Kamis (16/1), untuk membahas tindakan hukum.

Berbicara di sela-sela kunjungan resmi ke Singapura, pada Senin (13/1) kemarin, Menteri Luar Negeri Ukraina Vadim Prystaiko mengatakan, negara-negara yang sedang berduka tersebut akan membahas kompensasi dan penyelidikan atas insiden tersebut.

Sebanyak 176 orang penumpang tewas dalam kecelakaan itu, beberapa menit setelah pesawat lepas landas dari bandara Teheran.

Pemerintah Iran pada Sabtu mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina karena kesalahan pasukan keamanannya yang mengakibatkan 176 penumpang tewas.

Pengakuan itu disampaikan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui akun resmi media sosial Twitter. Sebelumnya, Pemerintah Iran sempat menyanggah pihaknya menembak jatuh pesawat itu pascaserangan rudal ke basis militer Amerika Serikat di Irak.

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines jatuh, pada Rabu (8/1), setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran. Jatuhnya pesawat membuat tekanan dunia internasional ke Iran meningkat setelah aksi saling balas negara itu dengan AS. 

Sebelumnya pada 3 Januari, serangan udara militer AS menewaskan pemimpin Korps Garda Revolusi Islam (IGRC) Iran, Qassem Soleimani, di Baghdad.

Pemerintah AS dan Pemerintah Kanada yang 57 warganya merupakan penumpang pesawat itu menyalahkan Iran atas insiden tersebut. Pihak Ottawa mengirim pesan ke Iran: "dunia sedang mengawasi".

Perdana Menteri (PM) Kanada menuntut keadilan dan tanggung jawab kepada Iran terkait penembakan pesawat Ukraina yang menewaskan semua  penumpang.

Penembakan tersebut menewaskan 57 warga, sebagian besar dari mereka keturunan Iran.

"Anda mungkin merasa kesepian yang tak tertahankan, tetapi Anda tidak sendirian. Seluruh negara mendukung Anda, malam ini, besok, dan di tahun-tahun mendatang," kata Trudeau di hadapan ribuan orang yang berkumpul di Toronto, Minggu.

Sekitar 2.300 orang pada Minggu (12/1) berkumpul di Toronto guna mengenang para korban meninggal dari pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di Iran.

Foto-foto warga Kanada yang menjadi korban ditaruh di dalam bingkai hitam dan diletakkan di atas panggung.

Foto-foto tersebut ditaruh disamping rangkaian kelopak mawar, lilin, dan piring-piring kurma.

"Tragedi ini seharusnya tidak pernah terjadi, dan saya ingin meyakinkan bahwa Anda memiliki dukungan penuh saya selama masa-masa yang sangat sulit ini," ujar Trudeau.

"Kami tidak akan beristirahat sampai ada jawaban," ujar dia.

Sementara itu, musuh politik Trudeau, Perdana Menteri Alberta Jason Kenney, menjamin bahwa Trudeau akan mengupayakan segala cara untuk mengetahui apa yang terjadi soal penembakan pesawat Ukraina itu, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apple pantau virus corona di Korsel dan Italia
Sabtu, 29 Februari 2020 - 13:55 WIB
Apple Inc memantau secara teliti wabah corona yang kini meluas di Korea Selatan dan Italia, tempat p...
Korsel laporkan 594 infeksi baru corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:28 WIB
Korea Selatan melaporkan 594 infeksi baru corona pada Sabtu (29/2), pertambahan harian tertingginya ...
AS tunda KTT dengan pemimpin ASEAN di tengah wabah corona
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:36 WIB
Amerika Serikat memutuskan menunda pertemuan dengan para pemimpin Negara-negara Asia Tenggara yang d...
Wabah virus corona, Google dan Amazon batasi perjalanan dinas karyawan
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:26 WIB
Google mencegah karyawan untuk bepergian ke Italia, Iran, Jepang, dan Korea Selatan karena wabah vir...
IMAS berhasil budidaya lobster, Indonesia harus pelajari
Sabtu, 29 Februari 2020 - 08:38 WIB
Universitas Tasmania melalui Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) di Australia berhasil meng...
Kasus baru COVID-19 tembus 1.027, WHO tingkatkan level siaga dunia
Sabtu, 29 Februari 2020 - 08:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dar...
Menkes hormati putusan Arab Saudi terkait penangguhan umrah
Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:15 WIB
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menghormati keputusan...
Selandia Baru temukan kasus pertama Covid-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 21:23 WIB
Pemerintah Selandia Baru pada Jumat mengumumkan kasus pertama penularan jenis baru virus corona atau...
WHO ingatkan seluruh negara siap siaga hadapi COVID-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 13:10 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan sel...
Dunia bersiap hadapi pandemi virus corona
Jumat, 28 Februari 2020 - 12:21 WIB
Harapan bahwa virus corona dapat dikendalikan di Tiongkok lenyap seiring infeksi yang menyebar cepat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)