Benarkah perempuan menopause akan berisiko osteoporosis?
Elshinta
Kamis, 16 Januari 2020 - 11:39 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Benarkah perempuan menopause akan berisiko osteoporosis?
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2QYhdvF

Elshinta.com - Mengalami masa menopause, berarti risiko terkena beberapa penyakit tulang seperti osteoporosis dan osteoarthritis juga meningkat. Osteoporosis atau pengeroposan tulang, adalah penyakit yang dapat membuat tulang menjadi lemah. Ketika mengalami osteoporosis, ada lubang pada bagian tulang yang lama-lama melebar sehingga inti struktur utama tulang akan melemah. Osteoporosis tidak dapat dikenali sampai ada gejala nyeri pada tulang belakang dan pinggang.
 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2Rj1c28

Sedangkan osteoarthritis atau dikenal sebagai pengapuran sendi merupakan sakit sendi yang menyebabkan menjadi nyeri dan kaku, biasanya terjadi pada pinggang, lutut, dan leher.Mengapa osteoporosis dan osteoarthritis sangat rentan terjadi pada perempuan dibanding dengan laki-laki? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut faktor-faktor penyebabnya: 

Struktur tulang
Struktur tulang pada perempuan lebih tipis dan lebih ringan dibanding laki-laki.  Risiko tersebut menjadi lebih tinggi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Osteoporosis ini menyerang kepadatan tulang di pinggul wanita. 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2u6KNGk

Massa tulang
Massa tulang yang lebih kecil dibandingkan pria, juga menjadi alasan mengapa wanita rentan mengalami osteoporosis. Pertumbuhan tulang wanita mencapai titik tertinggi pada usia 18 tahun. Setelah masa itu perkembangannya amat kecil dari sebelumnya. Saat memasuki usia 30-an tahun, tulang tak akan mengalami peningkatan massa secara berkelanjutan. 

Masalah Hormon
Hormon estrogen merupakan alasan mengapa wanita rentan alami osteoporosis. Hormon ini berfungsi untuk melindungi tulang. Produksi hormon ini akan menurun ketika wanita mencapai masa menopause dan efeknya dapat membuat tulang mudah keropos. 

Menyusui
Proses menyusui bisa membuat kalsium dan vitamin dalam tubuh terkuras untuk memenuhi kebutuhan kalsium bayi. Oleh sebab itu, wanita lebih rentan alami osteoporosis ketimbang pria.

Diet ketat
Diet ketat bisa merugikan kondisi tulang, sehingga mengakibatkan osteoporosis.
Menurut penelitian, perempuan yang membatasi asupan makanannya sehari-hari, memiliki kepadatan dan kandungan mineral tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tak peduli dengan dietnya. Diet tinggi protein bisa membuat kalsium terbuang banyak saat berkemih dan bisa meningkatkan risiko osteoporosis. 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2TrViyo

Meski sudah mengonsumsi berbagai macam sumber kalsium,kesehatan tulang tak akan tercapai bila tak mengosumsi buah, sayur, dan protein yang cukup. Sebab tubuh membutuhkan protein dan nutrisi lainnya untuk kesehatan tulang.
Sebaiknya rutin berolahraga daripada membatasi asupan kalori yang berlebihan. Selain bisa menjaga kepadatan tulang, olahraga juga bisa membuat kesehatan tubuh jadi lebih terjaga. 
Dari banyaknya olahraga, olahraga yang paling sering berbenturan langsung dengan tanah atau lantai baik untuk tulang. Lari, trampolin, atau lompat tali dianggap paling bagus untuk mencegah keropos tulang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Jaga `mood` selama hamil dengan rajin olahraga
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Berolahraga ringan untuk para wanita hamil tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan kebugaran tetapi ...
Wanita harus tahu, cara merawat Miss V sesuai perubahan usia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:13 WIB
Organ intim akan berubah seiring bertambahnya usia. Lambat laun, bentuk Miss V tidak sama seperti be...
 Kenali apa itu kutu kemaluan, penyebab dan cara mengobatinya
Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. ...
Macam-macam bentuk rahim dan kaitannya dengan kehamilan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:26 WIB
Beberapa wanita memiliki bentuk rahim yang berbeda atau abnormal. Pada beberapa kasus wanita yang me...
Apa akibat tidak menjaga kebersihan Miss V saat menstruasi?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:10 WIB
Masa menstruasi bisa menjadi waktu yang rentan bagi wanita terkena infeksi. Pasalnya, saat menstruas...
 Faktor apa saja yang dapat memengaruhi berubahnya bentuk Miss V?
Rabu, 29 Juli 2020 - 10:02 WIB
Waktu turut membawa berbagai perubahan pada tubuh wanita, tak terkecuali organ intim. Bentuk Miss V...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV