Wali Kota Depok bantah lakukan razia LGBT 
Elshinta
Kamis, 16 Januari 2020 - 18:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Wali Kota Depok bantah lakukan razia LGBT 
Wali Kota Depok Muhammad Idris. Foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Polemik tentang tuduhan Komnas HAM bahwa Pemkot Depok melakukan razia kepada orang yang berorientasi seksua lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT) disanggah oleh Wali Kota Depok Muhammad Idris. 

Dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy, Kamis (16/1), Idris mengatakan tidak pernah memerintahkan Satpol PP untuk melakukan razia kepada kaum LGBT ini menurutnya, Komnas HAM salah tanggap yang disampaikannya kepada wartawan. Awalnya, pernyataannya ini berawal dari pertanyaan wartawan bagaimana sikap Pemkot Depok pascaepemberitaan vonis yang diterima Reynhard Tambos Sinaga (37) di Pengadilan Kota Manchester, Inggris beberapa waktu yang lalu

Reynhard Sinaga divonis seumur hidup atas tuduhan 159 tindakan asusila kepada sesama jenis lelaki dalam waktu dua tahun. Reynhard adalah warga Indonesia beralamat di Kota Depok. 

"Kok, senang banget sih wartawan tanya soal ini… ha… ha…Gini, saya tak pernah biang razia (LGBT). Yang ada pembinaan. Pembinaan dalam bentuk ketertiban umum. Bukan pada soal privasi. Sekarang saya tanya, gimana kalau aktivitas hak azasi seseorang mengganggu hak azasi orang orang lain. Mengganggu nilai sosial yang ada. Apa pun aktivitas seseorang yang ganggu orang lain, yang merasahkan masyarakat ya, pelakuknya harus dibina, ditertibkan. Tapi saya beluh suruh itu, Satpol PP," ujarnya seusai acara 'Implementasi Alat Perekam Data Transaksi Elektronik Online di Kota Depok'.

Idris heran dengan reaksi yang berlebihan perihal isue LGBT ini sampai-sampai Komnas HAM dan Amnesti Internasional. Padahal, menurutnya pembinaan sosial dan penertiban perilaku warga juga bagin perlindungan hak azasi sesama yang berlandaskan Pancasila terutama sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa dan amanat konstitusi negara UUD 1945. 

Yang aneh, Wali Kota Depok ketiga ini belum menerima surat teguran dari Komnas HAM. Padahal, surat tersebut sudah beredar di linimas media sosia dan media massa beberapa hari yang lalu. 

"Saya belum dapat suratnya secara langsung. Saya dengar ada sih, suratnya, tapi saya belum lihat, belum menerimanya. Kalau disebut ada razia, kita (Pemkot Depok) belum keluarkan kebijakan razia itu sama sekali," sanggahnya. 

Sedangkan persoalan kasus LGBT ini, sebut Idris Idris, sifatnya hanya pemberdayaan saja seperti yang sudah diatur di Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAMPK). 

"Pemkot Depok memiliki tugas sebagai pemerintah yakni pemberdayaan seluruh masyarakat menjadi orang-orang yang baik dan taat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Kalau diberdayakan susah, kita adakan penertiban. Tidak hanya LGBT, tindakan yang melanggar norma sosial, etnis, bangsa, dan agama," jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Progres revitalisasi TIM capai 37,60 persen
Selasa, 29 September 2020 - 19:21 WIB
Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, masih terus berlangsu...
Perkembangan COVID-19 di Jakarta per 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020 - 19:09 WIB
Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat seg...
Luhut dan JK tinjau Gudang Darurat PMI untuk penanganan COVID-19
Selasa, 29 September 2020 - 15:40 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Ketua Umum Palan...
Bank DKI raih penghargaan Infobank Award 2020
Selasa, 29 September 2020 - 15:06 WIB
Bank DKI meraih penghargaan Infobank Awards 2020 yang diberikan oleh Majalah Infobank pada ajang E-A...
Polda Metro catat jumlah kendaraan turun 21 persen saat PSBB Jakarta
Selasa, 29 September 2020 - 13:40 WIB
Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang melintas pada jalur p...
Kominfo gelar lomba jurnalistik bertema lawan COVID-19
Selasa, 29 September 2020 - 11:56 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar lomba jurnalistik tahunan, Anugerah Jurna...
Kasad beri arahan prajurit JRTC 21-01 yang akan ke AS
Selasa, 29 September 2020 - 11:40 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan pengarahan kepada prajurit Joint R...
Kemenperin perlu buat panduan bagi industri kecil produksi masker SNI
Selasa, 29 September 2020 - 11:29 WIB
Kementerian Perindustrian dinilai perlu membuat panduan bagi industri kecil dan menengah (IKM) terka...
100 wartawan dan pekerja media ikuti tes usap di Dewan Pers
Selasa, 29 September 2020 - 07:57 WIB
Sebanyak 100 wartawan dan pekerja media mengikuti tes usap polymerase chain reaction (PCR) yang dila...
BUMN: Pertamina nantinya akan jadi produsen baterai kendaraan listrik
Selasa, 29 September 2020 - 07:29 WIB
Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa nantinya Pertamina akan menjadi perusahaan BUMN energi yang mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV