Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`gunakan bola-bola air
Elshinta
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`gunakan bola-bola air
Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`. Foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pihak TNI AU berhasil mengembangan teknologi water bombing menggunakan bola-bola air yang dijatuhkan di lokasi yang berpotensi maupun lokasi yang mengalami kebakaran hutan atau lahan. Teknologi ini diapresiasi baik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Dikatakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo dengan teknologi ini bisa menekan luas hutan/lahan yang terbakar serta nilai kerugian yang diderita. Dibandingkan dengan tahun 2015, luas lahan dan nilai kerugian menurun secara signifikan, yaitu dari luas lahan 2,6 juta ha dengan jumlah titik api sebanyak 21.929 ha dan kerugian ekonomi 16,1 milyar US dólar dan pada periode 2016-2019 luas lahan 1,6 juta ha dan jumlah kerugian ekonomi 5 milyar US dólar.

"Maka kami harap dengan adanya teknologi (water bombing dengan bola air) ini bisa menambah keefektifan dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan," ujarnya kepada wartawan, termasuk Kontributor Elshinta, Teddy Widara usai menyaksikan peragaan water bombing di Pangkalan Udara (Lanud) Suryadarma Kalijati Subang, Jawa Barat, Jum'at (17/1).

Kemudian kata Doni sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, upaya ini juga akan dilakukan sebagai pencegahan terutama di lahan-lahan gambut yang sangat rawan kebakaran. "Teknologi water bombing mengunakan bola-bola air cukup efektif membasahi lahan lebih dalam dibandingkan dengan teknologi water bombing lainnya," tuturnya.

Sementara itu menurut Kepala Staf AU, Marsekal TNI AU Yuyu Sutisna mengatakan, teknologi ini akan disertfikasi oleh Lembaga Keselamatan Terbang dan Kerja (Labangja) TNI AU supaya lebih aman dan efektif saat digunakan di lapangan. "Kita melalui Dinas Labangja akan dipelajari untuk disertifikasi," ujar Yuyu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Alat deteksi COVID-19 berbasis AI berpotensi diterapkan di Indonesia
Kamis, 02 April 2020 - 11:44 WIB
Sebuah metode dan alat baru pendeteksi COVID-19 berbasis teknologi tinggi Artificial Intelligence (...
Unair klaim temukan lima senyawa bisa jadi obat COVID-19
Kamis, 02 April 2020 - 09:44 WIB
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yan...
Alat rapid test corona dari Bosch, hasilnya tersedia dalam 2,5 jam
Senin, 30 Maret 2020 - 09:20 WIB
Bosch mengatakan dengan memakai test kit itu, hasil uji dapat tersedia dalam waktu 2,5 jam sehingga ...
Kampanye DonasikanOngkosmu sebagai kontribusi bagi para pekerja lapangan
Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:00 WIB
Pendapatan para pengemudi ojek online menurun sebesar 50 persen dan dianggap akan terus menurun hing...
Kominfo jaring 242 hoaks tentang virus corona
Rabu, 18 Maret 2020 - 10:59 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 242 konten hoaks dan misinformasi yang berka...
COVID-19 merebak, validasi IMEI tidak ada penundaan waktu
Rabu, 18 Maret 2020 - 08:44 WIB
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto, menegaskan bahwa sejauh in...
Instagram kurangi sebaran hoaks virus corona
Sabtu, 14 Maret 2020 - 14:28 WIB
Platform berbagi konten video dan foto Instagram melakukan beberapa langkah untuk mengurangi penyeba...
PT Geo Dipa Energi dan PLN siap kembangkan delapan unit PLTP
Jumat, 13 Maret 2020 - 10:58 WIB
PT Geo Dipa Energi telah menjalin kontrak dengan PLN untuk mengembangkan delapan unit Pembangkit Lis...
Industri farmasi didorong tingkatkan riset berbasis inovasi
Kamis, 12 Maret 2020 - 11:58 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong industri farmasi di dalam negeri agar semakin meningkatkan...
IMEI wajib dicantumkan di kemasan, jika tidak…
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:07 WIB
Validasi IMEI bakal mulai berlaku pada 18 April 2020. Terkait hal ini Kementerian Perdagangan telah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Radio Elshinta