Omnibus Law bukan untuk permudah Tenaga Kerja Asing ke Indonesia
Elshinta
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:47 WIB |
Omnibus Law bukan untuk permudah Tenaga Kerja Asing ke Indonesia
Sumber Foto: https://bit.ly/38fkT1G

Elshinta.com - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menegaskan bahwa Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bukan untuk mempermudah tenaga kerja asing (TKA) untuk masuk ke Indonesia.

Menurut dia tidak semua TKA dapat dengan mudah untuk masuk ke Indonesia sebab hanya yang memiliki keahlian saja yang akan diberikan izin. "Itu yang dipahami oleh beberapa pihak dengan mengatakan bahwa Omnibus Law memudahkan asing masuk. Padahal yang kita mau permudah adalah TKA ahli untuk kondisi tertentu,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/1).

Ia mencontohkan, ada suatu pabrik tekstil besar yang secara mendadak mesinnya mati lalu pemerintah mendatangkan teknisi asing karena hanya dia yang bisa membetulkan.

Jika mengikuti peraturan yang masih ada maka pengurusan izin untuk TKA sangat rumit sehingga mesin perusahaan tekstil tersebut dapat mati lebih lama dan akan merugikan perusahaan beserta pegawainya. “Perusahaannya rugi dan pekerjanya juga rugi karena enggak bisa kerja mesinnya mati,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia memastikan isu yang beredar di tengah masyarakat terkait Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan memudahkan tenaga asing masuk ke Indonesia tidak sepenuhnya benar.

“Jangan disalahpahami bahwa Omnibus Law memudahkan asing masuk. Isu yang kita permudah adalah TKA dengan keahlian tertentu untuk kondisi tertentu. Semoga jelas,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (27/12/2019), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkhawatirkan dampak omnibus law kluster ketenagakerjaan yang berkenaan dengan upah, pesangon, tenaga kerja asing, dan jaminan sosial terhadap nasib para buruh.

"Isi omnibus law tersebut sangat merugikan buruh. Antara lain pengurangan nilai pesangon, pembebasan TKA (tenaga kerja asing) buruh kasar, penggunaan outsourcing (alih daya) yang masif, jam kerja yang fleksibel, termasuk upah bulanan diubah menjadi upah per jam,” katanya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 anggota PPSU Jaktim dites kesehatannya
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:49 WIB
Sebanyak 200 anggota Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Jakarta Timur menjalani pem...
BNPT persoalkan komitmen kepala daerah cegah terorisme
Selasa, 18 Februari 2020 - 07:29 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius M.H mempersoal ko...
BMKG: Hujan bakal guyur Jakarta Senin sore
Senin, 17 Februari 2020 - 17:34 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpot...
Cara Belanda selamatkan Jakarta
Senin, 17 Februari 2020 - 08:27 WIB
Bencana banjir tahun 1953 yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besa...
Berikut lokasi layanan SIM keliling di Jakarta hari ini
Senin, 17 Februari 2020 - 08:19 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada Senin (17/2) menyediakan lokasi layanan SIM Keliling ba...
Pemkot Depok siapkan 7,9 hektar untuk Taman Kota di Buffer Zone TPAS Cipayung
Minggu, 16 Februari 2020 - 23:18 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan segera membuat taman kota untuk ruang terbuka hijau di are...
Jakpro dan FIA resmi umumkan penyelenggaraan Formula E di Monas
Jumat, 14 Februari 2020 - 19:17 WIB
BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama FIA (Federation internationale de l`automobile) Formula E ...
Ombudsman rapat pleno terkait maladministrasi DPR Andre Rosiade
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:38 WIB
Lembaga Ombudsman RI akan membuat rapat pleno terkait permintaan Jaringan Peduli Pemberantasan Tinda...
Potensi hujan di Jakarta hari ini
Jumat, 14 Februari 2020 - 07:00 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lokal akan mengguyur Jakart...
Siap-siap, BPS gelar sensus penduduk pada 15 Februari 2020
Kamis, 13 Februari 2020 - 20:36 WIB
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono menyatakan akan memulai Sensus Penduduk (SP) 2020 pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)