KKP bebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap aparat Malaysia
Elshinta
Minggu, 19 Januari 2020 - 12:58 WIB |
KKP bebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap aparat Malaysia
Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo. Sumber Foto: https://bit.ly/2NF8rRc

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan berhasil membebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Kita berhasil memulangkan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh APMM, semuanya merupakan awak kapal perikanan KM Abadi Indah," jelas Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (19/1).

Ia mengemukakan bahwa pembebasan itu ditempuh melalui upaya persuasif dan tidak melalui proses hukum di Malaysia. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan bukti kerja nyata pemerintah dalam perlindungan nelayan, yang saat ini menjadi salah satu prioritas KKP.

Nilanto menjelaskan bahwa keberhasilan pembebasan dan pemulangan nelayan Indonesia tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif antara pihak Ditjen PSDKP-KKP dengan APMM Malaysia.

"Berbekal hubungan baik antarkedua lembaga serta adanya kerangka Memorandum of Understanding on Common Guidelines antara Indonesia dan Malaysia, pihak aparat Malaysia bersedia melepaskan nelayan kita tersebut," ucapnya, seperti dikutip Antara.

Sebagaimana diketahui, MoU Common Guideline merupakan kesepakatan aparat penegak hukum di bidang maritim antara Indonesia dan Malaysia yang di antaranya menyepakati langkah-langkah penanganan terhadap nelayan kedua negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah batas maritim yang masih dalam sengketa.

MoU tersebut merupakan kerangka hukum yang membuat upaya persuasif dapat dilakukan oleh Ditjen PSDKP dengan mengedepankan prinsip saling menghormati kedua negara.

Saat ini, kata Nilanto, ke-15 nelayan tersebut telah diserahterimakan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam dan sudah kembali bekerja.

"Penjemputan kami laksanakan dengan Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02, ini menjadi hal yang penting bagi kami sebagai bentuk langkah nyata kehadiran KKP untuk selalu melindungi nelayan dan masyarakat kelautan perikanan," jelas Nilanto.

KM Abadi Indah merupakan kapal perikanan Indonesia yang ditangkap oleh APMM pada 5 Januari 2020. Kapal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan jala jatuh berkapal (cast net) kapal tersebut oleh pihak Malaysia ditangkap atas dugaan melakukan penangkapan sotong secara ilegal di wilayah perairan Malaysia.

Nakhoda KM Abadi Indah, Gonardi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap kasus yang membelit KM Abadi Indah dan semua awak kapalnya tersebut.

Dia menyampaikan bahwa kehadiran aparat Indonesia yang telah memberikan perlindungan kepada nelayan di laut telah memberikan rasa aman, apalagi pada saat terjadi proses penangkapan oleh aparat penegak hukum negara lain seperti yang dia alami dengan empat belas awak kapal lainnya.

"Saya mewakili semua awak kapal dan keluarga, mengucapkan terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang sudah membantu proses pembebasan kami sehingga kami bisa kembali ke Indonesia dan tidak diproses hukum di Malaysia," ungkap Gonardi.

Ditjen PSDKP-KKP memastikan bahwa kehadiran kapal-kapal pengawas akan memberikan perlindungan kepada nelayan sekaligus melakukan upaya pembinaan dan penyadartahuan terhadap nelayan-nelayan Indonesia, termasuk KM. Abadi Indah ini. "Kami memberikan sanksi peringatan, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera (flag state responsibility)," tegas Nilanto.

Selama 2019, Ditjen PSDKP-KKP telah memulangkan 127 nelayan Indonesia yang tertangkap di berbagai negara di antaranya Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Australia dan India. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Yogyakarta akan lacak 2.000 warga belum rekam data e-KTP
Senin, 24 Februari 2020 - 08:48 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta tetap akan berusaha melacak ke...
Ma`ruf Amin: Peran NU di RI diakui oleh negara
Senin, 24 Februari 2020 - 07:35 WIB
Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin mengatakan peran Nahdlatul Ulama (NU) diakui oleh negara dan bangsa In...
Polri pesan masyarakat laporkan temuan konten radikal
Senin, 24 Februari 2020 - 06:59 WIB
Kepala Biro Multimedia Divhumas Polri Brigjen Pol. Budi Setiawan berpesan kepada masyarakat untuk ak...
BNPT: Generasi muda rentan terpapar radikalisme
Senin, 24 Februari 2020 - 06:39 WIB
Generasi muda dan kaum perempuan akhir-akhir ini masih terlihat rentan terpapar paham radikal terori...
Kemenkes: Belum ada info resmi penderita corona pulang dari Indonesia
Minggu, 23 Februari 2020 - 20:57 WIB
Kementerian Kesehatan menyatakan belum mendapatkan pernyataan resmi dari pemerintah Jepang yang mena...
Survei terkait capres, Anies unggul dibandingkan kepala daerah lain
Minggu, 23 Februari 2020 - 20:29 WIB
Hasil survei Indo Barometer terkait kepala daerah yang potensial menjadi calon presiden pada Pemilu ...
Polresta Deli Serdang berikan bantuan sembako dan buka khitan massal
Minggu, 23 Februari 2020 - 19:39 WIB
Kapolres Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi memberikan bantuan seratusan paket sembako kepada mas...
Polisi amankan 13 motor balap liar di Kabupaten Bandung
Minggu, 23 Februari 2020 - 19:16 WIB
Satlantas Polresta Bandung berhasil mengamankan 13 Unit kendaraan roda dua yang kedapatan sedang mel...
Kadisdik Batu Bara: Gemkara rumah besarnya masyarakat Batu Bara
Minggu, 23 Februari 2020 - 18:39 WIB
Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Menuju Masyarakat Kabupaten Batu Bara (Gemkara) bisa menja...
Pemerintah Selasa putuskan opsi pemulangan WNI di Diamond Princess
Minggu, 23 Februari 2020 - 18:17 WIB
Pemerintah pada Selasa (25/2) akan memutuskan opsi pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamon...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)