Hadapi peningkatan ancaman banjir, eskalasi operasi TMC kembali ditingkatkan
Elshinta
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:52 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Hadapi peningkatan ancaman banjir, eskalasi operasi TMC kembali ditingkatkan
Foto: Istimewa

Elshinta.com - Tim Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT kembali meningkatkan eskalasi operasi TMC untuk mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 17-23 Januari 2020. 

Kendati diperkirakan masih di bawah rata-rata curah hujan pada 1 Januari lalu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin. 

“Selain prakiraan yang dirilis BMKG, tim TMC-BPPT juga memprediksi bahkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 25 Januari. Namun demikian, kami berharap masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada akan kemungkinan hujan ekstrem tersebut. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan operasi TMC  mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar TMC-BPPT di Jakarta, Minggu (19/1), seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Secara teknis, kata Tri Handoko Seto, tim TMC secara lebih intensif memonitor pertumbuhan dan pergerakan awan-awan yang diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Jabodetabek. 

“Monitoring ini dilakukan sejak dinihari hingga setelah matahari terbenam. Awan-awan tersebut jauh-jauh akan segera disemai, biasanya awan-awan tersebut masih berada di Laut Jawa, Selat Sunda dan wilayah Ujung Kulon agar segera turun hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek,” ujarnya. 

Pada operasi pencegahan banjir, lanjut Seto, tim TMC dalam sehari harus melaksanakan penerbangan penyemaian awan 4 hingga 5 sorti. Berbeda dengan operasi TMC karhutla lalu yang mengoperasikan rata-rata 2 sorti penerbangan penyemaian awan perhari.

“Tentunya pada situasi yang memungkinkan dengan tetap berpegang safety first,” ujarnya.

Data Posko TMC menunjukkan bahwa operasi ini telah mampu mengurangi curah hujan wilayah Jabodetabek hingga mencapai sekitar 44 persen dari prakiraan. “Hasil operasi ini juga  menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah Jabodetabek mampu ditekan lebih kecil daripada rata-rata curah hujan disekitarnya,” ujar Tri Handoko Seto.

Hingga Sabtu 18 Januari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 44 sorti dengan total jam terbang lebih dari 95 jam dan total bahan semai yang digunakanlebih dari 73 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 feet. 

Operasi TMC ini didukung dua unit pesawat TNI-AU, yakni pesawat CN 295 registrasi A-2901 Skadron 2 dan pesawat Casa 212 registrasi A-2105 Skadron 4 Malang. 

Sejak 3 Januari 2020, BPPT bekerja sama dengan BNPB, TNI-AU dan BMKG memulai  penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek. 

TMC misi ini ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. Penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Kepulauan Seribu, sepanjang Selat Sunda, Ujung Kulon dan sekitarnya. 

Selain untuk penanggulangan banjir, TMC juga dapat digunakan untuk keperluan lain antara lain pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lagi, mayat wanita ditemukan di Baubau
Senin, 24 Februari 2020 - 10:21 WIB
Lagi, sesosok mayat wanita ditemukan di belakang Kafe Labamba, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin...
PDIB angkat bicara soal hamil saat berenang di kolam renang
Senin, 24 Februari 2020 - 09:22 WIB
Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mengatakan, tidak mungkin perempuan hamil saat berenang ...
Yogyakarta akan lacak 2.000 warga belum rekam data e-KTP
Senin, 24 Februari 2020 - 08:48 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta tetap akan berusaha melacak ke...
Ma`ruf Amin: Peran NU di RI diakui oleh negara
Senin, 24 Februari 2020 - 07:35 WIB
Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin mengatakan peran Nahdlatul Ulama (NU) diakui oleh negara dan bangsa In...
Polri pesan masyarakat laporkan temuan konten radikal
Senin, 24 Februari 2020 - 06:59 WIB
Kepala Biro Multimedia Divhumas Polri Brigjen Pol. Budi Setiawan berpesan kepada masyarakat untuk ak...
BNPT: Generasi muda rentan terpapar radikalisme
Senin, 24 Februari 2020 - 06:39 WIB
Generasi muda dan kaum perempuan akhir-akhir ini masih terlihat rentan terpapar paham radikal terori...
Kemenkes: Belum ada info resmi penderita corona pulang dari Indonesia
Minggu, 23 Februari 2020 - 20:57 WIB
Kementerian Kesehatan menyatakan belum mendapatkan pernyataan resmi dari pemerintah Jepang yang mena...
Survei terkait capres, Anies unggul dibandingkan kepala daerah lain
Minggu, 23 Februari 2020 - 20:29 WIB
Hasil survei Indo Barometer terkait kepala daerah yang potensial menjadi calon presiden pada Pemilu ...
Polresta Deli Serdang berikan bantuan sembako dan buka khitan massal
Minggu, 23 Februari 2020 - 19:39 WIB
Kapolres Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi memberikan bantuan seratusan paket sembako kepada mas...
Polisi amankan 13 motor balap liar di Kabupaten Bandung
Minggu, 23 Februari 2020 - 19:16 WIB
Satlantas Polresta Bandung berhasil mengamankan 13 Unit kendaraan roda dua yang kedapatan sedang mel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)