Menhub minta KNKT-Ditjen Perhubungan Darat dalami kecelakaan di Subang
Elshinta
Senin, 20 Januari 2020 - 07:48 WIB |
Menhub minta KNKT-Ditjen Perhubungan Darat dalami kecelakaan di Subang
Kecelakaan bus di Subang. Sumber Foto: https://bit.ly/2NGbfNQ

Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi minta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Ditjen Perhubungan Darat untuk mendalami penyebab kejadian kecelakaan di Subang, Jawa Barat. 

Kecelakaan terjadi pada bus pariwisata Purnama Sari di jalan raya jurusan Bandung-Subang, pada Sabtu (18/1/2020).

"Saya prihatin tentang kejadian itu (kecelakaan di Subang), sangat tidak diharapkan, apalagi sampai ada yang meninggal dunia. Oleh karenanya saya menyampaikan dukacita atas berpulangnya delapan orang saudara kita dan bagi yang luka berat akan kita tangani," kata Menhub Budi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (20/1) pagi. 

Menhub mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan kecelakaan di Subang itu dari Dirjen Perhubungan Darat yang menemukan beberapa kejanggalan, yaitu berdasarkan temuan sementara dari pihak kepolisian, saat kecelakaan ditemukan posisi gigi persneling berada di gigi 4. 

Data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan. Berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Selain itu Kartu Pengawasan sudah habis masa berlaku pada 19 Mei 2017.

“Untuk itu saya minta KNKT dan Ditjen Perhubungan Darat bersama-sama untuk mengklarifikasi itu," kata dia, dikutip Antara. 

Sebagai upaya mencegah berulangnya kejadian kecelakaan bus, Menhub mengatakan, akan memetakan daerah-daerah yang rawan kecelakaan. Sebelumnya Menhub juga pernah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengubah konstruksi jalan.

"Misal di Sumatera Selatan kita lihat itu sering dan juga kelok-kelok itu membuat perjalanannya itu lama. Jadi kami akan rapat dengan PU dan salah satunya merekomemdasikan ada jembatan sehingga ada short cut," ujarnya.

Mengenai kronologis kejadian kecelakaan bus di Subang, yaitu pada Sabtu (18/1) terjadi sekitar pukul 17.23 WIB di Jalan Raya jurusan Bandung - Subang, tepatnya di Kp. Naggrok Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Bus bernomor polisi E 7508 W dengan sopir Dede Purnama itu melaju lebih kencang dari sebelumnya.

Bus tersebut berisi 61 orang yang terdiri atas 54 orang dewasa, 5 anak-anak, 1 orang sopir, dan 1 orang kernet. Sebagian besar penumpang adalah rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Semula bus mengantarkan rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu untuk selanjutnya kembali ke Depok.

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal 8 orang, terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 20 orang. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mobil elf terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 7 orang luka
Jumat, 21 Februari 2020 - 07:23 WIB
Kecelakaan mobil Isuzu elf sarat penumpang terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (20/2). Akibatn...
16 penumpang tewas dalam tragedi Bus Sang Engon di Semarang
Kamis, 20 Februari 2020 - 06:08 WIB
Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 20 Februari 2015. Sebu...
Lion Air JT-714 tergelincir di Pontianak
Minggu, 16 Februari 2020 - 06:19 WIB
Pesawat Lion Air tergelincir sesaat setelah mendarat di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat ...
11 senjata organik TNI AD tidak ditemukan di lokasi helikopter Mi-17
Sabtu, 15 Februari 2020 - 13:28 WIB
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengakui, ada 11 senjata api d...
Pangdam: Kecelakaan heli Mi-17 murni karena faktor cuaca
Sabtu, 15 Februari 2020 - 13:15 WIB
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan, helikopter milik TNI AD Mil Mi-17 y...
12 jenazah penumpang dan awak helikopter Mi-17 dievakuasi
Sabtu, 15 Februari 2020 - 09:49 WIB
Sebanyak 12 jenazah penumpang dan awak helikopter Mil Mi-17, Sabtu (15/2) berhasil dievakuasi ke Oks...
Bus tabrak truk pengangkut kayu di tol, 2 orang meninggal
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:18 WIB
Kecelakaan menimpa bus Sinar Jaya bernomor polisi B-7414-TGD yang menabrak sebuah truk bermuatan kay...
Mobil terguling di Tol Cipali, satu orang tewas dan lima terluka
Selasa, 11 Februari 2020 - 13:36 WIB
Sebuah mobil minibus Avanza nopol B 1653 WKW mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di row ruas ...
Evakuasi helikoper Mi-17 di Pegunungan Mandala terkendala cuaca
Selasa, 11 Februari 2020 - 12:49 WIB
Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Infantri Binsar Sianipar mengakui, evakuasi penumpang helikopter Mil...
Konvoi truk sampah alami kecelakaan di Rawamangun
Selasa, 11 Februari 2020 - 08:58 WIB
Konvoi truk pengangkut sampah dilaporkan mengalami kecelakaan saat melintas di Simpang Golf Rawamang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)