Sosok Apriyani Rahayu, anak desa yang mengharumkan nama bangsa
Elshinta
Senin, 20 Januari 2020 - 12:53 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Sosok Apriyani Rahayu, anak desa yang mengharumkan nama bangsa
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2ucdJN8

Elshinta.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses meraih gelar juara di Indonesia Masters 2020, pada Minggu, (19/1/2020) di Istora Senayan Jakarta. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.
 
Pada partai puncak, pasangan peringkat enam dunia itu menaklukkan lawan dalam tiga game berdurasi 79 menit, dengan skor 18-21, 21-11, 23-21. Kemenangan tersebut merupakan kali pertama pasangan ganda putri Indonesia memenangi gelaran Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan.

Sumber foto:https://bit.ly/3apXjRD

Sebelumnya, usaha keras keduanya selalu sampai partai semifinal sebelum akhirnya gagal menjadi juara. Menjadi juara di Istora membuat Apriyani teringat dengan masa-masa ketika bersama Greysia dalam keadaan terpuruk tahun lalu.
“Saya tidak sangka bisa menang. Untuk bisa keluar tidak mudah dan bersyukur kali ini di rumah sendiri akhirnya bisa menunjukan performa terbaik kita,” ujar Apriyani sambil sambil menangis haru.
Apriyani terharu karena bersama Greysia ia sudah melewati banyak tantangan menghadapi wakil negara lain yang jumlahnya banyak dan untuk menjadi juara memang membutuhkan pengorbanan serta tekad yang kuat. 

Jejak prestasi
Nama Apriyani Rahayu mungkin belum setenar Greysia Polii. Padahal Apriyani adalah pebulutangkis Indonesia spesialis ganda putri dan ganda campuran ketika junior dan menjadi pebulutangkis spesialis ganda putri di level senior. Apriyani merupakan peraih medali perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta. Ia pernah berpasangan dengan beberapa pemain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, Panji Akbar Sudrajat dan saat ini bersama Greysia Polli.

Apriyani mulai berlatih bulutangkis di Jakarta pada akhir tahun 2011 di Klub Pelita Bakrie. Kemudian pada pertengahan 2015, ia pindah klub ke Jaya Raya Jakarta. Apriyani turut memperkuat bulutangkis Indonesia sejak tahun 2014 hingga 2016 di level junior. Di Kejuaraan Dunia Junior 2014 Apriyani berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari di nomor ganda putri dan berhasil meraih medali perak.

Setahun kemudian Apriyani berpasangan dengan Fachriza Abimanyu di nomor ganda campuran dan meraih medali perunggu. Di Kejuaraan Asia Junior 2015, Apriyani meraih medali perunggu di nomor ganda campuran dengan pasangan yang sama yaitu Fachriza Abimanyu. Tahun 2016, Apriyani kembali meraih medali perunggu dengan pasangan yang berbeda, Rinov Rivaldi. 

Pada awal 2017, Apriyani mulai berlatih di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta. Sejak itu pula Apriyani mulai bermain di level senior dan berpasangan dengan Greysia Polli menggantikan Nitya Krishinda Maheswari yang cedera. Penampilan perdana mereka terjadi di Kejuaraan Beregu Sudirman Cup 2017. Ia kemudian meraih gelar pertamanya di kelas BWF Grand Prix Gold pada Thailand Terbuka 2017 dan disusul gelar BWF Super Series pertamanya di Prancis Terbuka Super Series 2017.

Kemenangan demi kemenangan yang dicapai Apriyani berkat kerja kerasnya selama ini. Ia pun mengaku tak mengira bakal naik podium juara. Meski terbilang baru, Apri tak terlihat canggung karena Greysia mampu membimbingnya dengan terus menyemangatinya. Apriyani pun sangat bersyukur karena walau Greysia lebih senior mau berbagi ilmu dan selalu memberi dukungan. 

Sumber foto:https://bit.ly/2ujdK1S

Mimpi anak desa 
Apriyani lahir pada 29 April 1998 di Lawulo, sebuah desa kecil yang masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Apriyani bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan.  


Apri mengaku memang suka olahraga bulutangkis sejak duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Kegemarannya bermula dari menonton tayangan pertandingan bulutangkis di layar televisi. Ia kemudian bermain buku tangkis dengan raket yang terbuat dari papan di halaman rumah.  Sang ayah yang tak tega akhirnya membelikanya raket murahan untuk Apri. Untuk menyalurkan kesukaannya Apri pun mulai berlatih di sebuah gedung bulutangkis yang tak jauh dari kediamannya. Di tempat itu, Apriyani mulai diajarkan cara bermain bulutangkis yang benar oleh pelatih Sapiuddin yang masih saudaranya dan pernah berguru di Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta. 

Bakat dan keseriusan Apriyani mulai terlihat. Saat duduk di kelas V ia berhasil mencapai final kompetisi O2SN walau berakhir kalah. Kekalahan tersebut membuat Apriyani menangis karena hanya sang juara yang berhak dikirim ke Jakarta. Namun ia pun bertekad untuk berlatih lebih giat lagi agar tahun depan bisa menjadi juara dan dikirim ke Jakarta.
Berkat kerja kerasnya, Apriyani berhasil mewujudkan harapannya. Saat kelas 6 SD, ia menjadi juara dan berhak bertanding ke Jakarta. Saat sampai di Ibukota, ia baru menyadari bahwa ilmu bulutangkisnya ternyata belum apa-apa dibanding anak-anak di Jawa. Namun Apriyani tak mau minder.

Lalu setelah lulus SD, sang pelatih pindah domisili ke Konawe. Demi mengejar mimpi menjadi pemain nasional, Apriyani memutuskan ikut pindah ke Konawe dan tinggal di keluarga sang pelatih sambil tetap melanjutkan sekolah.
Orang tua pun memberi restu pada tekad putri bungsu dari empat bersaudara yang memang sangat kuat untuk menjadi pemain bulutangkis.

Ayah Apriyani bahkan rela berhutang setiap kali Apriyani hendak latihan atau mengikuti pertandingan. Hal itu disebabkan motor yang biasa digunakan ayahnya telah dijual untuk biaya sekolah kakak Apriyani. Padahal ketika itu Apriyani sudah sering ikut kejuaraan dan selalu juara. Tapi karena motor sudah dijual, hanya dua cara pergi latihan, yaitu menumpang motor yang lewat di depan rumah atau kalau tidak ada, ia lari sampai GOR SKB, jaraknya sekitar 9 kilometer. Semua dijalani Apriyani tanpa mengeluh. Mungkin karena ia sering ikut kakaknya taekwondo jadi biasa latihan keras seperti laki-laki.

Semenjak pindah ke Konawe, berbagai prestasi tingkat kabupaten terus diukir olehnya. Hingga suatu ketika ia dikirim Pengcab PBSI Konawe ke PB. Pelita milik Icuk Sugiarto di Jakarta Barat. Icuk mau menerimanya dengan berbagai pertimbangan, antara lain ia datang dari jauh dan anak dari keluarga kurang mampu. Apriyani diberi waktu selama tiga bulan. Jika tidak memperlihatkan kemajuan yang diharapkan maka akan diminta keluar. Peringatan itulah yang memacunya berlatih dengan tekun agar tidak dipulangkan. Beruntung, setelah menjalani masa percobaan tiga bulan, Icuk pun memberikannya fasilitas berlatih secara cuma-cuma.

Di bawah bimbingan pelatih yang mumpuni serta sparring yang lebih banyak, Apriyani terus giat berlatih. Kesempatan pertama tampil di ajang Sirnas Djarum namun langsung kandas di babak pertama.
Oleh pelatihnya Apriyani dipindah ke nomor ganda. Kemampuan Apriyani semakin terasah di nomor ganda, baik ganda putri maupun campuran.

Sumber foto:https://bit.ly/2RarDbC

Dengan berbagai prestasi yang ditorehnya, Apri tak menyangka mulai mendapat kepercayaan membela tim Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Yunior 2014 di Alor Setar, Malaysia. Sukses menjadi runner-up mengantarkan Apriyani ke Pelatnas PBSI Cipayung. Ilmu bulutangkisnya pun terus terasah dengan arahan pelatih-pelatih yang makin berkualitas.


Dari beberapa pemain senior yang pernah berpasangan dengannya, ia merasa mendapatkan kecocokan dengan Greysia. Apriyani merasa pola permainannya cocok dengan Greysia. Mereka dipasangkan untuk Piala Sudirman 2017 dan menjadi ajang uji coba pasangan baru tersebut.

Namun dengan siapapun akan berpasangan, Apriyani berharap impiannya untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bisa terwujud. Semoga. (dari berbagai sumber)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Era Soekamto, aktif kampanyekan budaya lewat kebaya
Rabu, 29 April 2020 - 06:00 WIB
Dalam pandangan Era Soekamto, sosok Kartini adalah seorang figur wanita yang sangat kritis dan mindf...
 Sosok Niki Zefanya, penyanyi asal Indonesia yang masuk daftar 30 Under 30 Asia dari Forbes
Selasa, 07 April 2020 - 10:53 WIB
Isyana Sarasvati dan Niki Zefanya, masuk dalam daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2020 oleh Forbes. ...
Sosok Pricilia Carla Yules, Miss Indonesia 2020
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:54 WIB
Pricilia Carla Yules asal Sulawesi Selatan resmi dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2020 pada malam p...
Zahra Amalina, duta pariwisata spa pertama di Indonesia
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:00 WIB
Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata, salah satunya adalah di industri sp...
Sosok Apriyani Rahayu, anak desa yang mengharumkan nama bangsa
Senin, 20 Januari 2020 - 12:53 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses meraih gelar juara di Indon...
Naila Novaranti, wanita pertama Indonesia yang menaklukan tujuh benua dengan terjun payung
Senin, 30 Desember 2019 - 11:55 WIB
Penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti berhasil menaklukan benua Antartika pada 5 Des...
Profil Albertina Ho, Srikandi Hukum yang menjadi Dewan Pengawas KPK
Senin, 23 Desember 2019 - 12:18 WIB
Dewan pengawas yang terdiri dari lima orang merupakan struktur baru di KPK. Ketua dan anggota dewan ...
Sosok Lili Pintauli Siregar, Pimpinan KPK yang baru
Jumat, 20 Desember 2019 - 17:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah melantik lima orang Pimpinan KPK baru untuk periode 2019-2023 pada Jumat,...
Hasniah, perempuan difabel rungu yang mahir merias
Jumat, 06 Desember 2019 - 10:37 WIB
Perempuan memang tidak bisa dipisahkan dari dunia kecantikan. Demikian pula dengan Hasniah. Saat mel...
Profil Emma Sri Martini, Direktur Keuangan Pertamina yang baru
Rabu, 27 November 2019 - 11:14 WIB
Emma Sri Martini resmi ditunjuk menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) oleh Menteri BUMN, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV