Delapan saksi dihadirkan dalam kasus pelajar bunuh begal
Elshinta
Senin, 20 Januari 2020 - 18:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Delapan saksi dihadirkan dalam kasus pelajar bunuh begal
Delapan saksi dihadirkan dalam kasus pelajar bunuh begal. Foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Total 8 orang saksi dihadirkan dalam sidang ke 4 kasus pembunuhan yang menimpa Misnan (40) warga Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menyeret ZA (19) salah satu pelajar SMA di Kabupaten Malang. Sidang digelar di ruang 108 Tirta Anak PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1).

Delapan orang saksi tersebut terdiri dari 5 orang saksi diajukan jaksa penuntut umum (JPU) dan 3 orang saksi dari penasehat hukum terdakwa. 

“Tiga orang kita hadirkan, yakni guru dan warga sekitar,“ ujar Bekti Riza Hidayat, penasehat hukum ZA kepada Kontributor Elshinta El Aris yang ditemui di PN Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Bekti menambahkan saksi warga dianggap sangat meringankan karena warga membenarkan kalau di lokasi tewasnya Misnan kerap ada pembegalan.

”Publik harus tahu kalau peristiwa itu tidak ada kesengajaan bahkan tidak mengenal korban karena itu kita mempertanyakan dakwaan jaksa yang mengenakan pasal 340 KUHP sebagai dakwaan primer pada kliennya yang berusia 19 tahun,” ungkapnya.  

Yang menarik soal keberadaan pisau yang digunakan ZA dari penjelasan guru sekolah yang hadir dalam sidang tadi menyatakan kalau sebelumnya memang sekolah tengah menggelar ketrampilan dimana para siswa diwajibkan membawa peralatan pisau salah satunya untuk membuat ketrampilan dari sendok ice cream.

Sebelumnya ZA disangka melakukan pembunuhan berencana pada kasus tewasnya Misnan (49) yang ditemukan tewas di areal kebun tebu Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Melalui penasehat hukumnya ZA mengaku melakukan aksi tersebut untuk membela diri dimana pelaku berupaya melakukan pelecehan  pada teman wanita saat keduanya dihentikan oleh Misnan salah satu pelaku yang merampas HP dan hendak meakukan pemerkosaan pada teman wanitanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga mobil mewah perkara korupsi mantan Walkot Madiun dilelang
Sabtu, 28 Maret 2020 - 15:16 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoa...
Sembilan saksi berstatus ODP, sidang Dzulmi Eldin ditunda
Kamis, 26 Maret 2020 - 19:57 WIB
Sembilan saksi yang seyogya memberikan keterangan dalam persidangan perkara OTT pemberian dugaan sua...
Densus 88 tembak mati terduga teroris di Batang Jateng
Kamis, 26 Maret 2020 - 06:46 WIB
Mabes Polri membenarkan informasi bahwa tim Densus 88 Antiteror Polri telah menembak mati seorang te...
Mantan Hakim MK Patrialis lunasi denda Rp300 juta
Selasa, 24 Maret 2020 - 18:36 WIB
Terpidana mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar telah melunasi pembayaran denda sebe...
Anak nongkrong di sejumlah cafe di Bondowoso dibubarkan polisi
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:57 WIB
Mencegah virus corona baru COVID-19, Kepolisian Resort Bondowoso, Jawa Timur, bersama TNI Kodim 0822...
Polres Jakbar ajukan 24 pertanyaan pada artis Bebby Feey terkait senjata api ilegal
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:39 WIB
Polres Metro Jakarta Barat memanggil artis Bebby Fay, Senin (23/3). Disc Jockey (DJ) Bebby Fay yang ...
KPK tetap lakukan pencarian Nurhadi dan Harun Masiku
Senin, 23 Maret 2020 - 18:36 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan pencarian terhadap dua tersangka yang telah dimas...
Wabup Malra: Pelantikan pejabat JPT Pratama tak mengacu rekomendasi ASN
Senin, 23 Maret 2020 - 14:25 WIB
Wakil Bupati Maluku Tenggara (Maltra) Petrus Beruatwarin mengatakan, uji kompetensi pejabat administ...
PN Medan siap sidangkan tiga pelaku pembunuh hakim Jamaluddin
Jumat, 20 Maret 2020 - 20:49 WIB
Pengadilan Negeri Medan menerima pelimpahan berkas kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dari Kejari Med...
Jaksa Agung perintahkan jaksa jerat penimbun dan penyebar hoaks COVID-19 tuntutan pidana maksimal
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:03 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memerintahkan para jaksa yang menangani kasus-kasus penimbunan mask...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)