Jaksa Agung janji fokus tangani kasus Kakek Samiri  
Elshinta
Senin, 20 Januari 2020 - 19:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Jaksa Agung janji fokus tangani kasus Kakek Samiri  
Jaksa Agung janji fokus tangani kasus Kakek Samiri. Foto: Popi Rahim/elshinta.com.

Elshinta.com - Kasus kakek Samiri yang diduga mencuri getah karet seharga Rp17 ribu milik perusahaan Bridgestone di Medan menarik perhatian masyarakat. Ia dihukum penjara selama 2 bulan 4 hari.

Menurut anggota DPR RI Hinca Pandjaitan, persoalan kakek itu berbanding lurus dengan kasus korupsi yang merajalela saat ini. Ketika ketika semua mengangkat korupsi triliun, masak pemerintah mengangkat persoalan 17 ribu rupiah.

"Berbanding lurus, ketika semua angkat triliun, kita angkat soal angka 17 ribu tadi. Karena menurut kita keadilan itu sama," ungkap Hinca di hadapan di hadapan Jaksa Agung Burhanuddin saat rapat kerja komisi III DPR RI di parlemen, Jakarta, Senin (20/1).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mengaku hadir pada sidang vonis kakek yang kini berusia 69 tahun di Pengadilan Simalungun, Medan, Rabu (15/1) lalu itu.

"Saya ingin menyempurnakan informasi ini. Kakek ini hampir 70 tahun usianya sedikit lagi, dia kalau dikampung kami, tukang ngangonin kambing diperkebunan, dia ngangonin kambing orang lain, pulang sore hari jam 6, istilah disitu meleleh, mengambil dari mangkok yang kecil-kecil. Beratnya 1,9 kg, setara dengan Rp 17.400," jelasnya seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Popi Rahim.

Faktanya, lanjut doktor di bidang hukum ini, kita semua sepakat bahwa APBN kita habis karena over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan.

"Kalau dia ditahan di lapas, menjadi tambah. Satu hari makannya 20 ribu rupiah, sementara kerugiannya 17 ribu. Jad saya lihat teori kesebandingan. Jangankan ditahan 2 bulan, ditahan sehari tak sebanding dengan jumlah," bebernya.

Ia pun sempat berkomunikasi dengan jaksa setempat yang menangani kasus tersebut dan menurutnya jawaban dari jaksa tak sesuai dengan hari nurani.

"Saya tanya jaksanya? Mengapa kau tahan? Dia jawab karena rumahnya jauh di Dolok Marena, kira-kira 2 atau 3 jam. Nanti kalau di sidang lambat pak! Nanti hilang dia! Itu sangat subjektif, tidak ada alasan untuk ditahan," cetusnya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum PSSI periode 2015-2016 itu meminta kepada Kejaksaan Agung untuk dekade 2020, agar memperhatikan integritas dan keprofesionalan. Biarlah persoalan hukum kakek Samirin itu yang terakhir.

Sementara Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan akan memperhatikan integritas dan keprofesionalan dalam lembaganya.

"Insyaallah kasus Samiri ini menjadi fokus kami, kedepan kami lebih hati-hati lagi. Dan kami minta jajaran kami Jampidum untuk melakukan pengawasannya," ungkapnya.

Selain itu, Burhanuddin mengakui akan membentuk jaksa-jaksa yang memberikan pengayoman kepada masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mahfud jamin tak ada tindakan represif saat buruh demo 
Rabu, 26 Februari 2020 - 21:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjamin tidak ada tindakan represif...
Luncurkan aplikasi No Pungli No Money, Kabandiklat: Optimis Kejati Sumbar raih WBBM 
Rabu, 26 Februari 2020 - 17:55 WIB
Aplikasi No Pungli,  No Money diluncurkan oleh Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (S...
Ketua KPK: Satgas terus bekerja keras cari Nurhadi
Rabu, 26 Februari 2020 - 15:15 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan satuan tugas (satgas) yang telah di...
Bareskrim Polri musnahkan hampir setengah ton narkoba sindikat internasional
Rabu, 26 Februari 2020 - 14:07 WIB
Tim Direktorat Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan hampir setengah ton barang bukti narkoba jenis sa...
Berkas perkara kasus penyiraman air keras terhadap Novel dinyatakan lengkap
Rabu, 26 Februari 2020 - 06:53 WIB
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menyatakan berkas perkara dua tersangka pelaku penyiraman air ker...
Kasus OTT Walikota Medan non aktif TDE disidangkan 5 Maret
Selasa, 25 Februari 2020 - 21:34 WIB
Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara telah menjadwalkan persidangan Wali...
Mantan Direktur Jiwasraya Hary Prasetyo terancam dijerat pidana TPPU
Selasa, 25 Februari 2020 - 15:07 WIB
Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Hary Prasetyo Dkk terancam dijerat TPPU (Tindak...
Rano Karno bantah terima uang Rp1,5 miliar dari Wawan
Senin, 24 Februari 2020 - 17:26 WIB
Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno membantah menerima uang Rp1,5 miliar dari pemilik PT Bali Pa...
Hakim ancam pidana Rano Karno jika tak jujur beri keterangan
Senin, 24 Februari 2020 - 17:07 WIB
Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta mengingatkan eks Wagub Banten Rano Karno soal...
Polres selidiki kasus tersebarnya foto syur kades di Rote Ndao
Senin, 24 Februari 2020 - 16:36 WIB
Kepolisian Resor Rote Ndao menyelidiki kasus tersebarnya dugaan foto syur seorang kepala desa (kades...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)