Pemerintah klarifikasi RUU `Penciptaan Lapangan Kerja` 
Elshinta
Selasa, 21 Januari 2020 - 19:26 WIB |
Pemerintah klarifikasi RUU `Penciptaan Lapangan Kerja` 
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengklarifikasi draft Rancangan Undang-Undang (RUU) "Penciptaan Lapangan Kerja" yang saat ini banyak beredar di masyarakat, kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila ada draft RUU yang beredar dan dijadikan sumber pemberitaan, maka bisa dipastikan bukan draf RUU dari Pemerintah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/1) mengutip Antara.

Menurut dia, RUU Cipta Lapangan Kerja masih dalam proses finalisasi oleh Pemerintah.

Draf RUU yang saat ini beredar berjudul "Penciptaan Lapangan Kerja", sedangkan yang sedang dalam proses finalisasi itu berjudul "Cipta Lapangan Kerja".

Ia mengungkapkan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tidak pernah menyebarluaskan draf RUU Penciptaan Lapangan Kerja dalam bentuk apa pun sampai proses pembahasan selesai.

Sesuai mekanisme penyusunan Undang-Undang, Pemerintah sudah merampungkan substansi RUU Cipta Lapangan Kerja dan telah diusulkan oleh Pemerintah kepada Badan Legislasi Nasional DPR RI untuk dicantumkan dalam Program Legislasi Nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspada ajakan masuk grup tawarkan vaksin COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 15:11 WIB
Pesan berisi ajakan untuk masuk ke grup percakapan WhatsApp dengan iming-iming pembagian vaksin COVI...
Satgas Covid-19 terus minimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin
Rabu, 30 September 2020 - 14:35 WIB
Guna menekan dan meminimalisir penyebaran Covid-2019 di Kota Seribu Sungai, tim Satgas Covid-19 Kota...
 Jajaran Jatman Subang beri dukungan Ustadz Hasan untuk tegar
Rabu, 30 September 2020 - 13:37 WIB
Terkait dengan persekusi yang dialami Ustadz Hasan yang diduga dilakukan oleh Habib Salim, jajaran J...
Pengamat: Konten vandalisme mushola agar tidak disalahgunakan
Rabu, 30 September 2020 - 12:40 WIB
Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria berharap konten vandalisme di Mushola ...
Wagub Kalbar terkonfirmasi positif COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 11:54 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs H Ria Norsan, MM, MH menyatakan dirinya terkonfirmasi positif C...
BPJS Kesehatan siap dukung bentuk data prioritas penerima vaksin COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 11:38 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyatakan kesiapan BPJS Kesehatan mendukung terbentukny...
Luhut minta BPJS percepat pembayaran klaim perawatan pasien COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 08:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengenda...
Subsidi gaji telah disalurkan pada 10 juta orang, Menaker: Gunakan dengan baik!
Rabu, 30 September 2020 - 08:14 WIB
Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, hingga 28 September 2020 subsidi gaji sudah di...
Tiga faktor penyebab Kota Bogor kembali ke zona merah
Rabu, 30 September 2020 - 07:41 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut Kota Bogor kembali berstatus zona merah atau memiliki risiko tin...
36 kecamatan di Bogor zona merah penularan COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 07:26 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat 36 kecamatan di wil...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV