Mengenal tipe-tipe orang tua dan dampaknya bagi anak
Elshinta
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:05 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Mengenal tipe-tipe orang tua dan dampaknya bagi anak
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/36XMmUq

Elshinta.com Menjadi orang tua tidak mudah. Orang tua harus mampu membesarkan anaknya, harus  memastikan mereka memberikan kasih sayang, pelajaran, arahan, bimbingan, kepedulian, keamanan dan hal-hal positif lainnya yang dapat membantu sang anak menemukan kebahagiaan saat ia dewasa nanti.

Orang tua memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anaknya. Gaya mengasuh yang benar akan memiliki dampak positif pada kebahagiaan dan kesuksesan anak di masa kini dan selamanya. Namun ada beberapa tipe yang bisa merusak masa depan anak. Dihimpun dari berbagai sumber, ada beberapa tipe orang tua yang dapat memberikan pengaruh pada anaknya, yaitu:

Tipe kompetitif
Orang tua seperti ini selalu memacu anaknya untuk selalu aktif dalam sebuah kompetisi atau aktivitas di mana kemenangan adalah tujuan utamanya. Akibatnya bagi anak adalah menjadi sosok yang tidak mau mengalah, sering kecewa kalau tidak mendapatkan yang diinginkan dan cenderung akan banyak musuh sehingga susah punya teman.

Tipe pemanja
Orang tua jenis ini biasanya ketika mereka kecil banyak mengalami kekurangan dan penderitaan, sehingga sebagai kompensasi, mereka tidak ingin anak-anak mereka mengalami hal yang sama. Oleh sebab itu apapun yang dibutuhkan dan diingini si anak akan berusaha dipenuhi.

Mereka senang memberikan hadiah tanpa anak harus melakukan sesuatu yang terlebih dahulu. Akibatnya anak kurang inisiatif, kesusahan untuk bisa berjuang sendiri, kesulitan bersosialisasi atau mengerjakan sesuatu karena terbiasa mendapatkan sesuatu dengan mudah saat masih kecil. Anak juga akan lebih mudah sakit hati karena selalu dibiasakan dengan kata dan perilaku.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2GePGjd

Tipe acuh tak acuh
Entah karena alasan kesibukan atau hal lain, tipe orang tua seperti sering tidak peduli pada anak. Orang tua tidak tahu menahu soal teman-teman dalam pergaulannya atau pun nilai ulangan hariannya. Menurut penelitian, pola asuh demikian membuat anak merasa tak dicintai dan ditolak. Akibatnya bisa berakibat fatal seperti keterlibatan dalam dunia obat-obatan terlarang dan perilaku kriminal lainnya.

Tipe pemarah
Orang tua seperti tipe ini sangat mudah untuk memarahi anaknya bahkan untuk hal yang sepele sekalipun. Kealk anak akan tumbuh menjadi pemarah seperti orang tua mereka. Ia akan sulit memiliki teman dan akan sering terlibat dalam suatu perkelahian yang bisa membahayakan hidupnya.

Tipe protektif
Orang tua selalu memantau gerak gerik anaknya dan bukan tidak mungkin anak tidak diperbolehkan melakukan sesuatu atau mencoba sesuatu yang dianggap berbahaya. Akibatnya anak berpotensi tumbuh menjadi sosok yang penakut, mudah alergi, perfeksionis dan selalu merasa tidak aman.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2Rk95pb

Tipe kasar
Anak kerap disakiti secara fisik dan verbal. Ini sangat berbahaya untuk ke depannya karena anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang juga suka berbuat kasar kepada orang lain.

Tipe otoriter
Orangtua dengan tipe otoriter ini biasanya cenderung keras dan mendidik anak-anak dengan pola rewards, namun juga hukuman. Orangtua dengan tipe ini tidak segan menghukum dan mengajar anak-anak dengan cara yang cenderung keras. Banyak larangan dan ancaman serta peraturan yang dibuat oleh orangtua dengan tipe otoriter.

Orang tua kerap berteriak dan menghukum anak setiap kali berbuat kesalahan, mengatur dan tak memberi anak kebebasan untuk melakukan hal yang mereka inginkan. Penelitian menunjukkan bahwa orangtua otoriter membuat anak tidak bahagia, rendah kepercayaan diri dan tidak bersahabat.

Tipe permisif
Orang tua tipe ini cenderung membolehkan anak-anaknya untuk melakukan segala sesuatu yang disukai mereka, selalu ada untuk anak-anak, mendengarkan mereka bercerita, mendukung apa pun keinginan mereka.

Mereka jarang mendisiplin anak-anaknya karena beranggapan dengan membiarkan anak-anaknya melakukan apa yang mereka suka, maka inisiatif si anak akan berkembang dan menjadi kreatif. 

 Walau terkesan sangat penyayang, penelitian menunjukkan bahwa gaya mengasuh ini dapat mengakibatkan anak-anak kurang dalam pengendalian diri, anak belum punya filter dan nilai-nilai yang cukup kuat untuk membedakan mana baik dan buruk. Selain itu anak dalam bidang akademis juga rendah, menjadi besar kepala, semaunya dan lebih cenderung menikmati obat-obatan terlarang.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2RFJ8zC

 

Tipe harimau
Anak-anak dari orang tua harimau tidak bisa bermain game komputer, pergi menginap di rumah teman, atau melakukan sesuatu yang dianggap sebagai pembuang waktu. Mereka harus belajar sangat keras di sekolah, dan biasanya mengikuti kurikulum seni atau musik tambahan. 
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari orangtua harimau tidak berkinerja lebih baik daripada anak-anak dari orangtua berwibawa, dan kemungkinannya tidak masuk ke universitas terbaik.

Tipe berwibawa
Penelitian telah membuktikan tentang manfaat dari gaya berwibawa yang disebut sebagai cara yang tepat untuk orangtua menerapkan pola asuh. Pola asuh ini menggabungkan responsivitas dan kehangatan yang tinggi terhadap anak dengan tuntutan yang masuk akal, yang secara konsisten ditegakkan.
Prinsip dasarnya adalah menetapkan batasan dan standar yang jelas, memantau perilaku anak-anak, secara konsisten menerapkan batasan penting, namun membiarkan otonomi anak-anak, dan berkomunikasi dengan mudah namun tidak memonopoli keinginan anak. 

Tipe santai
Orangtua dengan tipe ini tidak suka melarang, membuat peraturan apalagi menghukum anak-anaknya. Mereka sangat percaya dengan anaknya sehingga anak-anaknya seakan dilepas begitu saja. Namun, bukan berarti anak-anak mereka tidak diperhatikan, para orangtua dengan tipe santai justru mendidik anaknya dengan kasih sayang dan lemah lembut. Kebanyakan orangtua dengan tipe ini adalah orangtua yang sibuk bekerja dan berkarier.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2tzm5yr

Tipe bijaksana
Orangtua dengan tipe ketiga ini adalah yang seharusnya dimiliki oleh setiap orangtua. Orangtua yang bijaksana dapat mengajar dan mendidik anak-anaknya dengan cara yang seimbang. Tidak melulu mengekang anak, tapi juga tidak selalu membebaskan anak melakukan hal apa saja. Karena pengawasan dan perhatian yang tepat akan membentuk karakter anak yang baik dan cerdas. 

Tipe protektif
Orang tua jenis ini biasanya tidak ingin anaknya terluka atau terusik oleh sesuatu atau seseorang. Mereka akan terus membela anaknya walau mereka nakal dan bahkan melanggar hokum. Mereka bahkan ikut memilihkan makanan apa yang harus dimakan, pakaian apa yang harus dikenakan serta buku apa yang harus dibaca.

Akibat dari pola asuh yang demikian, setelah dewasa si anak akan menjadi seorang biang masalah dan tak kebal hokum. Anak akan cenderung melakukan banyak keonaran, karena tahu selalu ada orang tua yang melindungi mereka.

Tipe Paranoid
Orang tua yang paranoid cenderung ingin menjadi orang tua yang sempurna bagi anak-anaknya. Mereka tidak ingin anaknya beranggapan bahwa mereka adalah orang tua yang buruk. Mereka ingin anaknya dan masyarakat melihatnya sebagai orang tua ideal, sekalipun mereka kadang kurang berani mendisiplin anak ketika salah. Akibat dari pola asuh seperti ini si anak akan cenderung menjadi manusia yang mencari atau reputasi yang baik daripada prestasi.