Dari hobi crafting hasilkan pundi-pundi rupiah
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 11:48 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Dari hobi crafting hasilkan pundi-pundi rupiah
Sumber foto:dok.dianisa rizkika

Elshinta.com - Kegemaran Dianisa Rizkika dalam dunia crafting dengan bunga kering membuatnya berani memutuskan untuk membuka usaha bernama Bloomster yang menjual berbagai jenis produk kerajinan yang berbahan dasar bunga kering. Tak disangka, hasil karyanya tersebut banyak peminatnya dan pundi-pundi rupiah pun mengalir berkat hobinya tersebut.

Sumber foto:dianisa rizkika

Dianisa Rizkika atau akrab disapa Ninis mengaku, awal mula terjun ke dunia bisnis karena punya hobi membuat kerajinan, termasuk kerajinan bunga kering. Awalnya, ia bergelut di bisnis ini dengan menjual karangan bunga kering (bouquet). Sebagai tahap awal, karangan bunga itu ia jual pada acara wisuda tempat kuliahnya dulu di Institut Teknologi Bandung (ITB). “Saya main ke wisuda ITB April 2018 sekalian mau lihat market di sana, ternyata dari bunga kering ada peluang usaha dan itu menjadi titik awal saya mendirikan Bloomster,” ujarnya. 

Produk yang dijual antara lain dried flower bouquet mini. Dried flowernya pun jenisnya masih terbatas dan tampilan buketnya masih dalam bentuk sederhana sekali. “Proses pembuatannya dibantu dengan cara melihat tutorial di Youtube,” jelasnya. 

Sumber foto:dianisa rizkika

Melihat antusias pasar akan hal itu, membuat sulung dari dua bersaudara ini yakin jika hasil karyanya tersebut memiliki peluang usaha yang cerah. Maka bulan April 2018, Ninis pun berani membuka usaha untuk merealisasikan mimpinya. “Juga untuk mengangkat kerajinan bunga kering ke tingkat yang lebih tinggi.” 

Namun karena saat itu Ninis masih bekerja sehingga ia sempat kesulitan membagi waktu dan memutuskan untuk rehat sejenak dari usahanya. Sekitar empat bulan kemudian, Ninis kembali aktif dan fokus pada usaha miliknya tersebut.  

Pada saat awal berdiri, Nini mengeluarkan modal kurang lebih sekitar Rp15 juta. Modal tersebut berasal dari tabungan gaji Ninis dan bantuan dari orang tua. Ninis membeli bahan baku berupa bunga kering, peralatan membuat bunga, wrapping, frame dan perlengkapan lainnya. Seiring berjalannya waktu di tahun 2019, Ninis mengeluarkan modal kembali sebesar Rp30 juta untuk mengembangkan produk baru, promosi.

Kini produk-produk yang dibuat Ninis semakin beragam, seperti buket bunga kering berbagai model dan ukuran, dried flower in frame, pressed flower in frame, dried flower in vase, boutinnier, wristband dan Bride’s wreath. Ninis kini juga sudah dapat melayani produk custom sesuai keinginan customer.

Tidak hanya itu, ia pun mulai merambah usaha seserahan, mahar dan ringbox di bawah naungan brand Bunchblossoms. “Bloomster memiliki sisterbrand yang bernama Bunchblossoms. Bisnis ini masih berjalan sampai saat ini karena bahan dan modelnya pun banyak terinspirasi dari bunga kering.

Walau mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis dan juga bukan berasal dari keluarga pembisnis, Ninis mantap menjalani usahanya. ”Saya sarjana teknik yang terlanjur jatuh cinta dengan produk kerajinan. Sehingga memutuskan untuk berkecimpung di dunia bisnis setelah berhenti bekerja di salah satu perusahaan manufaktur di Jakarta,” tuturnya. 

Untuk bahan bakunya, perempuan yang juga hobi menulis ini mendapatkannya dari supplier bunga kering yang ada di daerah Jakarta, Bandung dan Semarang. Kebanyakan pesanan yang datang adalah bentuk frame dan buket. “Bisa 10 item sampai 20 an item per bulan seperti buket bunga kering, dried flower in frame, pressed flower in frame, dried flower in vase, boutinnier, wristband dan Bride’s wreath.”

Sumber foto:dianisa rizkika

Sedangkan untuk harga, perempuan kelahiran Jakarta tersebut mengatakan harganya variatif tergantung pada ukuran, jenis bunga dan model produk. Buket mulai dari Rp30 ribu sampai dengan Rp1,5 juta. Untuk produk frame dari Rp160 ribu sampai Rp250 ribu. Sedangkan produk-produk untuk keperluan pernikahan seperti boutinniere dan wristband mulai dari Rp35 ribu sampai dengan Rp75 ribu per item.

Ninis tak menyangka dari hobinya tersebut bisa memberinya penghasilan yang terbilang lumayan setiap bulannya. Selain itu, karyanya pun sudah tersebar dari Aceh sampai Papua dan pernah juga mendapat pesanan dari Malaysia.

Namun menurut Ninis, ada pula dukanya menjalankan usaha yang berawal dari hobi tersebut. “Tidak enaknya itu underestimated dari lingkungan sekitar dan modal pas-pasan yang menjadi masalah saat produksi. Juga mengenalkan produk ke masyarakat luas dan promosi usaha dari nol terasa sangat berat.”

Sumber foto:dianisa rizkika

Sedangkan kendala yang dihadapinya adalah membuat karya yang bisa diterima dan disukai masyarakat luas. Oleh karenanya, Ninis berusaha selalu berinovasi dengan produk-produk baru, melakukan research produk kompetitor dan produk yang sedang hype di masyarakat. Karena belum memiliki workshop dan semua masih mengandalkan usaha online maka ia mengandalkan marketing dengan menggunakan endorsement selebgram.

Ninis memiliki harapan ke depan. “Ingin membuktikan hasil kreasi  anak negeri, menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan keterampilan tim dalam rangka mempersembahkan karya-karya kreatif dan inovatif lainnya,” tutup penggemar musik jazz dan pop ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cukupi kebutuhan pangan, manfaatkan waktu di rumah karena COVID-19 dengan berkebun
Selasa, 05 Mei 2020 - 11:24 WIB
Masyarakat didorong untuk memanfaatkan ruang terbatas di rumah untuk berkebun atau menanam tanaman, ...
Benarkah kepribadian seseorang bisa dilihat dari hobi yang digeluti?
Kamis, 12 Maret 2020 - 11:29 WIB
Hobi merupakan kebiasaan-kebiasaan yang kerap kali dilakukan oleh seseorang guna mendapatkan kesenan...
 Manfaat tersembunyi dari hobi kerajinan tangan
Jumat, 07 Februari 2020 - 12:22 WIB
Kerajinan tangan sangat luas, banyak sekali ragamnya seperti merajut, menjahit, membuat keramik, mem...
Dari hobi crafting hasilkan pundi-pundi rupiah
Jumat, 24 Januari 2020 - 11:48 WIB
Kegemaran Dianisa Rizkika dalam dunia crafting dengan bunga kering membuatnya berani memutuskan untu...
Ini manfaat mengagumkan dari hobi membaca
Jumat, 13 Desember 2019 - 17:07 WIB
Bagi beberapa orang, aktivitas membaca sering kali dianggap sebagai aktivitas yang membosankan. Pada...
Mengapa memiliki hobi itu penting? Ini alasannya…
Kamis, 28 November 2019 - 14:24 WIB
Banyaknya pekerjaan dan aktivitas tak jarang membuat seseorang tidak memiliki waktu luang untuk seka...
Jadikan hobi menggambar sebagai sumber penghasilan dengan cara ini
Senin, 18 November 2019 - 14:48 WIB
Ada banyak peluang bisnis dari hobi menggambar dan itu merupakan peluang usaha yang lumayan menguntu...
Pascakebakaran di sejumlah gunung, jumlah pendaki mulai meningkat
Minggu, 17 November 2019 - 13:26 WIB
Pascabencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit, Arjuna dan Welirang, ju...
Ini tips untuk para pekerja yang ingin pelihara hewan
Sabtu, 09 November 2019 - 07:54 WIB
Dokter hewan Novi Wulandari menyebut ada beberapa tips untuk para pekerja yang ingin memelihara hewa...
Apa keuntungan menjalankan usaha berdasarkan hobi?
Senin, 04 November 2019 - 10:51 WIB
Hobi juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dalam juml...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV