Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 12:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Sumber foto: https://bit.ly/2usssDA/elshinta.com.

Elshinta.com - Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang mirip dengan burung sesungguhnya. Diberi nama PigeonBot, kreasi biomimetik ini dilengkapi sepasang sayap biohibrida yang menggunakan bulu asli agar dapat menguji cara baru membuat drone terbang. Dilansir dari Digital Trends (22/1), drone yang tidak biasa ini diinformasikan bisa berubah menjadi inovasi yang berguna dalam hal pesawat tak berawak.

“Tujuan pribadi saya adalah untuk mengembangkan robot udara seperti burung sebagai model untuk mempelajari penerbangan burung,” kata kepala Stanford’s Bio-Inspired Research & Design (BIRD) Lab, David Lentink kepada Digital Trends seperti dikutip dari tek. 

Bulu pada robot tersebut berguna untuk akses terbang menjadi sangat praktis. Bahkan, bulu itu memainkan peran penting dalam membantu robot burung mencapai bentuk sayap optimal. Tetapi pertanyaan terkait bagaimana burung mengendalikan bulu masih dalam perdebatan. Beberapa orang berpendapat bahwa burung mengendalikan setiap bulu melalui otot individu. Ada pula yang berpendapat pada morfologi sayap burung dalam pengendaliannya, tetapi tidak menggambarkannya secara terperinci. PigeonBot mewakili penemuan jawaban yang pasti.

Mahasiswa PhD Amanda Stowers memulai dengan menganalisis gerakan kerangka burung; akhirnya menentukan bahwa itu hanya perlu untuk meniru beberapa gerakan dalam robot agar dapat menggerakan 20 bulu primer dan 20 bulu sekunder lainnya. Siswa lain, Laura Matloff, mengetahui bagaimana bulu bergerak sebagai hasil dari respons linier sederhana terhadap gerakan kerangka.

Setelah diimplementasikan dalam PigeonBot, mereka menciptakan robot ringan dengan 40 bulu merpati sebenarnya, yang dapat melakukan penerbangan yang berbeda. Meskipun masih memiliki baling-baling di bagian depan sebagai pendorong, bulu ini memberikannya kemampuan untuk mengarahkan dan bermanuver seperti burung sesungguhnya.

Ini bukan hanya sekadar mencari tahu lebih banyak tentang dunia alami. Lentink yakin ada kemungkinan kasus penggunaan nyata dalam membuat robot yang lebih alami sehingga lebih aman berinteraksi dengan masyarakat umum.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes-Kementan diminta sinergi garap produk eucalyptus
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:47 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meninda...
Kementan tegaskan kalung eucalyptus tidak diklaim sebagai antivirus, namun demikian...
Selasa, 07 Juli 2020 - 07:54 WIB
Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menegaskan bahwa produk in...
Eucalyptus diklaim bisa cegah COVID-19, ini penjelasan Kementan
Senin, 06 Juli 2020 - 12:48 WIB
Kementerian Pertanian akan memproduksi secara massal kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim bis...
Gelar HAI Fest 2020, TelkomGroup kedepankan pentingnya transformasi digital
Minggu, 05 Juli 2020 - 09:30 WIB
Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar dan terdepan di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia (P...
Pengangkut Rocket Lab gagal capai orbit, kehilangan muatan satelit
Minggu, 05 Juli 2020 - 08:49 WIB
Sebuah roket dari perusahaan peluncuran satelit berukuran kecil, Rocket Lab, gagal mencapai orbit se...
Tencent rilis TAD Sim 2.0 generasi baru, platform pengembangan simulasi swakemudi
Rabu, 01 Juli 2020 - 08:48 WIB
Raksasa teknologi dan game Tiongkok, Tencent merilis TAD Sim 2.0 generasi baru, berupa platform simu...
Hikmah dibalik COVID-19, hasilkan alat pengolah sampah jadi pupuk dan pengusir hama
Senin, 29 Juni 2020 - 06:59 WIB
Pandemi COVID-19 bagi warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) 02 menjadi hikma...
Startup Jepang ciptakan masker cerdas terkoneksi internet
Minggu, 28 Juni 2020 - 10:51 WIB
Ketika penggunaan masker menjadi kewajiban dalam era normal baru pandemi COVID-19, startup Jepang Do...
Transformasi digital jadi tantangan bisnis desain komunikasi di era normal baru
Jumat, 26 Juni 2020 - 15:22 WIB
Transformasi digital dinilai akan menjadi tantangan bisnis bagi dunia desain komunikasi di era norma...
Susun kebijakan Pemerintah juga harus didukung ilmu pengetahuan
Selasa, 23 Juni 2020 - 18:25 WIB
Kebijakan publik berbasis ilmu pengetahuan dibutuhkan terutama untuk menjawab tantangan pandemi Covi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV