Polisi dalami motif lain kasus pembunuhan pelajar
Elshinta
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:57 WIB |
Polisi dalami motif lain kasus pembunuhan pelajar
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2tBgtnj

Elshinta.com - Polisi di Polres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, masih mendalami kemungkinan motif lain kasus pembunuhan pelajar SMA oleh sopir angkot di daerah itu.

Kepala Satuan Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Andi Kadesma, didampingi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Rejang Lebong, Aiptu Desa Oktavianti, di Rejang Lebong, Jumat (24/1) mengatakan, mereka tengah memeriksa  terduga pelaku YA (32), warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur.

"Masih dilakukan pendalaman guna mengetahui motif lainnya selain ingin menguasai harta benda milik korban termasuk juga dengan keberadaan celana dalam wanita yang ditemukan di mobil angkot terduga pelaku," ujar dia.

Pendalaman motif tersebut kata dia, dilakukan dengan guna membuka tabir penculikan dan pembunuhan terhadap Astrid Aprilia (15), pelajar kelas 1 SMA Negeri Rejang Lebong yang dinyatakan hilang pada 8 November 2019 lalu, di mana dari pengakuan terduga pelaku hanya dilatari keinginan menguasai sepeda motor milik korban saja.

Sementara itu, tersangka YA yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkot ini dijerat penyidik dengan UU Nomor 35/2014, tentang Perubahan UU Nomor 23/2002, tentang Perlindungan Anak, terutama pasal 76 f juncto pasal 83, dan pasal 76 c juncto pasal 81 ayat 1,2 dan 3 dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kasus ini berawal setelah nenek korban (Nurhayati) membuat laporan pada Desember 2019, atau sebulan setelah korban hilang. 

Saat itu korban pergi dari rumah mengendarai sepeda motor ke gerai fotokopi, namun kemudian korban ditelepon oleh si pelaku agar datang ke rumahnya guna membawakan kado yang akan diberikan kepada temannya, mengingat antara korban dan pelaku ini sudah saling mengenal karena sejak SMP korban sudah berlangganan naik angkot pelaku.

Polisi menyatakan, korban datang ke rumah pelaku pada sore hari yang saat itu dalam kondisi kosong, kemudian korban meminta air minum pergi ke belakang, kemudian dilakukanlah penyekapan dan pembunuhan, selanjutnya mayat korban ini kemudian dibuang ke sungai, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Tes kejiwaan dilakukan terhadap pelaku vandalisme di Kabupaten Tangerang
Rabu, 30 September 2020 - 13:26 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang, Banten, akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku vand...
Tes kejiwaan dilakukan terhadap pelaku vandalisme di Tangerang
Rabu, 30 September 2020 - 12:10 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku vandalisme di...
Bareskrim Polri musnahkan 10 hektare ladang ganja di Aceh Besar
Minggu, 27 September 2020 - 06:50 WIB
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare lad...
Perempuan pelaku aborsi jadi tersangka kasus aborsi ilegal
Rabu, 23 September 2020 - 21:24 WIB
Polda Metro Jaya menetapkan seorang perempuan pelaku aborsi sebagai tersangka usai penggerebekan seb...
Polisi periksa CCTV Bandara Soetta terkait dugaan pelecehan
Senin, 21 September 2020 - 17:37 WIB
Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akan memeriksa sejumlah rekaman televisi sirkuit tertutup (cl...
Polri kirim SPDP kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung
Senin, 21 September 2020 - 11:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Bareskrim mengirimkan Sura...
Polisi: Korban penganiayaan di Pesanggarahan karena coba melerai
Minggu, 20 September 2020 - 17:16 WIB
Nasib malang dialami Toto Handoyo (59) yang tewas terkena sabetan senjata tajam dalam peristiwa peng...
Truk pengangkut rokok ilegal senilai Rp1,4 miliar diamankan Bea Cukai Kudus
Minggu, 20 September 2020 - 08:39 WIB
Tim Penindakan Bea Cukai Kudus, Jawa Tengah, kembali mendapati adanya sebuah kendaraan truck yang me...
Polisi: Jasad ABK di lemari pendingin tidak penuhi unsur pidana
Minggu, 20 September 2020 - 07:29 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada unsur pidana terhadap penemuan lima jasad anak buah k...
Polres Sumedang tetapkan tiga tersangka gunting bendera merah putih
Kamis, 17 September 2020 - 17:11 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat menetapkan tiga orang yang diduga terlibat menjadi te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV