Atasi eksploitasi Kemen PPPA luncurkan `Gesit Asuh` 
Elshinta
Kamis, 30 Januari 2020 - 21:22 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Atasi eksploitasi Kemen PPPA luncurkan `Gesit Asuh` 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bintang Puspayoga. Foto: Popi Rahim/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan data BPS 2019 mengungkapkan 31,1 persen dari jumlah penduduk 79,55 juta adalah anak-ana Indonesia yang harus lindungi dan harus kita penuhi hak-hak mereka.

"Faktanya, kalau dilihat hasil survei nasioanal, pengalaman hidup anak dan remaja itu 2 dari 3 anak mengalami kekerasan, apakah itu kekerasan fisik, kekerasan emosional, maupun seksual," ucap Menteri Bintang di kantor Kemen PPPA, Jakarta, Kamis (30/1).

Menurutnuya, belakangan ini di media masa sering terdengar banyak kasus yang terjadi pada anak, bunuh diri, ekploitasi dan kekerasan seksual.

Ini berbagai contoh dampak dari pengasuhan yang kurang baik. Pengasuhan merupakan hal yang mendasar dalam pembentukan karakter anak.

"Teladan sikap orang tua sangat dibutuhkan, karena akan meniru orang tua dan lingkungannya. Khususnya pengasuhan anak usia dini," jelasnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Popi Rahim. 

Oleh sebab itu, kata Bintang kementerian yang dipimpinnya meluncurkan Gerakan Sinergi Terpadu Pengasuhan Anak (Gesit Asuh), hari ini.

Selain Kementerian, Gesit Asuh ini juga melibatkan lembaga masyarakat, lerguruan tinggi, pakar, media, dan dunia usaha.

Gesit kata Bintang, merupakan langkah awal untuk menciptakan anak yang berkualitas.

"Anak berkualitas, tidak hanya pandai tapi lebih dari itu. Seperti sehat mental, sikap kepemimpinan. Salah satu arahan Presiden terkait dengan pengasuhan anak adalah peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LPOI dukung kebijakan pemerintah tangani penyebaran COVID-19
Sabtu, 04 April 2020 - 07:18 WIB
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebar...
Satgas TMMD 107 bagikan pakaian layak pakai kepada warga Kampung Epem
Selasa, 31 Maret 2020 - 21:25 WIB
Personel Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke yang dipimpin langsung oleh Danki Satgas TMMD Ke-107 ...
Terkait COVID-19, Pengamat minta jangan ada tokoh justru sesatkan publik
Kamis, 26 Maret 2020 - 21:35 WIB
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia DR Devie Rahmawati SSos MHum berharap tidak ada tokoh yan...
Stok darah menurun terdampak COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 09:40 WIB
Imbauan untuk menunda kegiatan yang menghadirkan banyak orang karena mewabahnya virus corona berdamp...
Wapres minta MUI rilis fatwa tangani jenazah COVID-19 dan tata cara ibadah petugas medis
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:18 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasya...
Ketua MPR donasikan gaji atasi COVID-19
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bakal mendonasikan gajinya untuk mencegah penularan penyebar...
MUI ajak umat patuhi Ilmuwan, jangan menyepelekan
Senin, 23 Maret 2020 - 08:20 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengajak umat Islam untuk patu...
Ditengah wabah COVID-19, Kaltara tetap gelar MTQ
Jumat, 20 Maret 2020 - 16:27 WIB
Meskipun di beberapa daerah telah menunda pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) akibat mengant...
Imbauan bagi pengemudi online di tengah COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:28 WIB
Para pengemudi online diimbau tetap menjaga kebersihan di tengah penyebaran virus corona jenis baru ...
MUI: Haram hukumnya tebar kepanikan dan info hoaks soal COVID-19
Jumat, 20 Maret 2020 - 07:15 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, haram hukumnya bagi masyarakat melakukan aktivitas yang me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)