Seniman minta Kemenparekraf tarik foto latar gunung lancip di Borobudur
Elshinta
Jumat, 31 Januari 2020 - 10:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Seniman minta Kemenparekraf tarik foto latar gunung lancip di Borobudur
Ketua Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Magelang, Umar Chusaini (baju kotak-kotak). Foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Heboh di dunia maya tentang foto Candi Borobudur yang berlatar belakang gunung lancip, membuat seniman Borobudur merasa prihatin. Seniman menuntut agar foto yang dimuat di akun instagram resmi Kementerian Pariwisata dan Kreatif Ekonomi (Kemenparekraf) itu, segera ditarik. Pihak Kemenparekraf juga harus menjelaskan tentang foto tersebut.

Ketua Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Magelang, Umar Chusaini yang dihubungi Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (31/1) mengaku sangat prihatin dengan keberadaan foto itu. Karena itu ia minta yang mempublikasikan foto itu segera menarik dan memberikan klarifikasi.

Sebagai seorang seniman, ia menilai foto yang digunakan untuk promosi itu sebagai sebuah kesengajaan agar Borobudur menjadi perbincangan. "Namun terlepas dari hal itu, saya kecewa karena foto itu kurang bijaksana," tegasnya.

Sebab secara realita, imbuh Umar yang sudah puluhan tahun tinggal di Borobudur, pemandangan di sekitar candi Borobudur tidak seperti yang nampak di foto.

Oleh sebab itu, apabila dari pihak Kemenparekraf tidak memberikan klarifikasinya, maka ia bersama dengan komunitas seniman lainnya akan mengeluarkan pernyataan tentang kondisi alam di sekitar candi Borobudur. Hal itu dilakukan agar tidak ada kekecewaan dari pengunjung. "Karena memang tidak ada pemandangan alam seperti yang terlihat dalam foto tersebut," tegasnya.

Seperti diketahui, foto karya fotografer asing, Jerre Stead, berlatar belakang candi borobudur dengan gunung lancip mendadak viral di instagram. Setelah di unggah ulang oleh akun instragram resmi Kemenparekraf, foto tersebut malah mendapat banyak kritikan dari para nitizen atau warganet. Bahkan fotorafer senior, Arbain Rambey pun ikut buka suara terkait foto yang dicurigai merupakan editan.

Umar juga menilai, sebagai seniman ia melihat foto itu sangat indah. Namun ketika diamati betul, ia menduga foto itu merupakan hasil editan photoshop.

Ia bahkan secara gamblang menyatakan, foto itu tidak pantas digunakan sebagai ajang promosi apalagi oleh Kementerian Pariwisata. Sebab untuk publikasi pariwisata, harus sesuai dengan yang sebenarnya. Sedangkan foto yang diunggah di media sosial itu sudah berlebihan.

Disebutkan, bila foto Borobudur itu merupakan karya seni untuk pameran dan bisa menginspirasi fotografer agar Borobudur terlibat berbeda, maka itu tidak menjadi masalah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan wisman ke DKI Jakarta Februari merosot 24,42 persen
Kamis, 02 April 2020 - 18:35 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakar...
Pemkab Probolinggo tutup sementara seluruh objek wisata
Rabu, 18 Maret 2020 - 09:20 WIB
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menutup sementara seluruh objek wisata di bawah pengel...
Antisipasi COVID-19, tempat wisata di Langkat ditutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 19:58 WIB
Mengantisipasi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera untuk sementara membatasi masuknya w...
Cegah penyebaran COVID-19, enam obyek wisata tutup sementara
Selasa, 17 Maret 2020 - 15:27 WIB
Sebanyak enam obyek wisata di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ditutup  sementara dari kegia...
Cegah COVID-19, Candi Borobudur disemprot desinfektan
Senin, 16 Maret 2020 - 20:42 WIB
Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Balai Konservasi Borobudur (BKB) Kabupaten Magelang  mela...
Wujudkan impian wisata mangrove dan pantai pulau Jaring Halus
Sabtu, 14 Maret 2020 - 19:19 WIB
Demi mewujudkan destinasi wisata hutan mangrove dan juga wisata pantai. Pemerintah Desa Jaring Halus...
Kunjungan Willem-Maxima jadi nilai positif untuk Candi Prambanan
Kamis, 12 Maret 2020 - 13:17 WIB
Kunjungan Raja Wilem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dari Kerajaan Belanda ke komplek ...
Dukung pariwisata, Basarnas bangun Pos SAR Parapat dan latih potensi SAR
Rabu, 11 Maret 2020 - 16:25 WIB
Badan Nasional Pencarian dan  Pertolongan (Basarnas) akan meresmikan gedung atau Pos Pencarian dan ...
Pemukulan Kembang Mayang tandai gelaran `Banjarmasin Sasirangan Festival 2020`
Kamis, 05 Maret 2020 - 09:25 WIB
Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) tahun 2020, resmi dimulai. Opening ceremony event yang telah m...
Bandung masih aman untuk dikunjungi wisatawan 
Kamis, 05 Maret 2020 - 07:45 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Jawa Barat, Kenny Dewi Kaniasari m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV