Ditegur Bawaslu, Sekda Depok bantah kampanyekan diri sebagai calon wali kota Depok
Elshinta
Sabtu, 01 Februari 2020 - 10:29 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ditegur Bawaslu, Sekda Depok bantah kampanyekan diri sebagai calon wali kota Depok
Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Bawaslu Kota Depok memanggil dan menegur Sekda Kota Depok Hardiono terkait spanduk berfoto dirinya yang terpasang di sejumlah lokasi di Kota Depok. 

Menurut Ketua Bawaslu Luli Barlini, spanduk tersebut berisikan dukungan terhadap Hardiono menjadi Calon Wali Kota Depok dalam Pilkada Depok pada Tanggal 23 September 2020 nanti. 

"Spanduk itu terpasang mengatasnamakan sebuah komunitas masyarakat dengan nama Masyarakat Madani Peduli Depok (Mama Pede)," sebut Luli Barlini, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

Pemanggilan klarifikasi Hardiono oleh Bawaslu pada hari Jumat, 31 Januari 2020 ini berdasarkan laporan Panwaslu Kecamatan Beji dan Panwaslu Kecamatan Cimanggis. Hardiono langsung diperiksa oleh Ketua Bawaslu Luli Barlini. 

Disebutkan Luli, tindakan Bawaslu ini berdasarkan surat edaran Bawaslu Pusat tentang netralitas ASN berkaitan kegiatan politik. 

"Hardiono ditanyakan dan di-BAP apakah dia yang memasang atau menyuruh orang lain untuk memasang spanduk tersebut," ujar Luli. 

Menanggapi pemanggilannya ini, Sekda  Hardiono mengaku heran dengan sebab, dirinya tidak tahu-menahu dengan pemasangan dan dukungan elemen masyarakat  untuk menjadi calon wali kota dengan alasan bahwa diperlukan calon yang berpengalaman dibidang pemerintahan dan birokrasi. 

"Salah alamat tegur saya. seharusnya yang harus dipanggil oleh Bawaslu adalah pihak yang bertanggung jawab yang memasang spanduk bernuansa politik itu, yaitu komunitas Masyarakat Madani Peduli Depok (Mama Pede)," ujarnya. 

Bagi Hardiono, dirinya tidak bisa mengontrol atau melarang bila ada komunitas yang menyampaikan aspirasi. Hardiono yakin, dirinya tidak melakukan aktivitas politik dan melanggar netralitas ASN sebab dia tidak pernah mendeklair dirinya sebagai Calon Wali Kota Depok.

"Kalau ada komunitas warga yang menyampaikan aspirasi dan simpatik, saya terima. Sebagai pejabat pejabat publik saya harus mau menerima berjumpa dengan masyarakat dari mana saja. Masak saya tolak kalau saya ada waktu," tuturnya.

Hardiono datang ke Bawaslu Kota Depok dengan didampingi Penasihat Hukum Fitrijansjah Toisuta. 
 
Fitrijansjah Toisutta menilai pemanggilan Hardiono ini tidak beralasan dan hanya sebagai bentuk intimidasi dan diskriminasi terhadap posisi Hardiono sebagai Sekda yang merupakan subordinat Wali Kota Muhammad Idris. Sedangkan Muhammad Idris sebagai petahana masih berkeinginan mencalonkan diri sebagai Wali Kota kembali. 

Dilain pihak sebut Fitrijansjah Toisuta, mempertanyakan tentang adanya baliho atau spanduk yang jelas-jelas mengkampanyekan Muhammad idris dengan mengatasnamakan Sahabat Idris yang diikuti oleh beberapa Lurah dan Camat, serta ASN lainnya. 

Sedangkan, menurut Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini, mengenai Sahabat Idris ini, Bawaslu baru bisa menanggapi bila sudah ada laporan dari masyarakat atau Panwaslu Namun hingga sekarang belum ada laporan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perludem sebut Pilkada baiknya ditunda pertengahan 2021
Selasa, 31 Maret 2020 - 11:54 WIB
Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) menyarankan agar penyelenggaraan hari pemilihan ke...
Bawaslu Sumbar tetap awasi tahapan Pemilu kepala daerah
Kamis, 19 Maret 2020 - 07:26 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan tetap melakukan pengawasan tahapa...
Survei Pilgub Kepri: Elektabilitas Isdianto tertinggi
Sabtu, 14 Maret 2020 - 17:37 WIB
Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Kepulauan Riau (Kepri) popularitas dan elektabilitas sejumlah ...
Relawan mulai gerak kumpulkan dukungan peserta Pilkada Sukoharjo
Jumat, 13 Maret 2020 - 15:58 WIB
Bakal calon peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terus meng...
DPP PKS umumkan dua nama bakal calon Wali Kota Medan dan Kota Binjai
Jumat, 13 Maret 2020 - 10:06 WIB
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai pertama yang secara resmi mengumumkan nama bakal calo...
Polisi bentuk Satgas Nusantara pantau medsos Pilkada
Rabu, 11 Maret 2020 - 12:49 WIB
Kepolisian Resor Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nu...
Polri petakan potensi kerawanan Pilkada 2020
Minggu, 01 Maret 2020 - 19:29 WIB
Polri telah memetakan empat indikator indeks potensi kerawanan menjelang pelaksanaan pilkada serenta...
KPU lakukan sinergitas ke Polda Lampung
Minggu, 01 Maret 2020 - 16:27 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung melakukan sinergitas ke Polda Lampung guna mengantis...
Waketum DPP NasDem batal maju sebagai bakal calon gubernur Sulteng
Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:14 WIB
Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad M Ali batal maju sebagai kandidat bakal calon gubernur Sulawesi Te...
Bawaslu Kalsel: Pilkada kabupaten banyak calon hingga rentan sengketa
Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:38 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan Erna Kasypiah menyatakan, pilkada ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV