Bahas kasus perundungan, Wali Kota Malang gelar pertemuan tertutup   
Elshinta
Senin, 03 Februari 2020 - 20:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bahas kasus perundungan, Wali Kota Malang gelar pertemuan tertutup   
Bahas kasus perundungan, Wali Kota Malang gelar pertemuan tertutup. Foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Kasus kekerasan pada anak yang menimpa Ms alias Ar, siswa kelas VII salah satu SMPN di Jalan Teluk Pacitan Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur membuat Walikota Malang Sutiaji turun tangan.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Zubaidah langsung melakukan pertemuan tertutup di ruang kepala sekolah.

Pantauan Kontributor Elshinta, El Aris, tampak pula dalam pertemuan, komite sekolah dan Komisi D DPRD Kota Malang serta kepala sekolah dan beberapa guru.

Tidak diketahui isi dari pertemuan tertutup tersebut, namun Wali Kota Sutiaji sempat meminta tiga orang guru agama di SMPN 16 untuk dihadirkan dan didengar keterangannya terkait kasus ini.

“Tadi kita memang melakukan pertemuan dan pada pertemuan ini kami mengumpulkan pihak-pihak terkait, ada kepsek; wakasek, konselor dan guru agama. Saya kumpulin saya minta informasi secara rinci yang telah dilakukan,” ungkap Walikota Sutiaji. 

Tentu sesuai laporan yang diperoleh ketika melakukan penggalian informasi dan bukti-bukti bukan fisik, bahwa anak ini aktivis paskibra, pramuka, Badan Dakwah Islam (BDI).

“Kejadian waktu itu, katanya tidak ada pembullyan. Tapi kayaknya tidak demikian termasuk status sosial serta IQ si anak ini di atas rata-rata. berangkat dari stunting poin itulah. Dari informasi yang masuk ini gurauan, kejadiannya di tempat ibadah kemudian saya panggil guru agama, karena guru agama penanggung jawab di bawah wakasek 3. Setelah itu, apapun secara menyeluruh saya menyalahkan sekolah, karena ini kejadian di sekolah,“ jelas Sutiaji.

Terkait dengan luka yang ada di korban, dari penjelasan menyebutkan bahwa anak ini sering kena jepitan gesper, di masjid sering diduduki temannya dan sudah minta maaf. 

“Hanya saja kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter terkait sejumlah luka, termasuk saya dapat laporan dari kepala sekolah terkait upaya mediasi di mana sekolah melakukan mediasi dengan 7 orang anak yang diduga melakukan kasus kekerasan dan disepakati biaya pengobatan akan ditanggung oleh mereka,” imbuhnya.

Terkait dengan adanya upaya sanksi yang bakal diberikan, Wali Kota Malang enggan untuk membeberkan.

“Kita fokus pada penyembuhan anak, karena kasusnya sudah masuk ranah hukum maka akan diikuti yang penting semua harus diselamatkan apa lagi mereka masih anak-anak,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Imbas COVID-19, anggota DPRD Medan imbau kompensasi uang sekolah
Jumat, 03 April 2020 - 21:57 WIB
Anggota Komisi 2 DPRD Medan, Sumatera Utara, Wong Chun Sen menegaskan tentunya melalui Dinas Pendidi...
Dampak COVID-19 libur sekolah di Langkat diperpanjang 
Jumat, 03 April 2020 - 16:47 WIB
Masa libur sekolah diperpanjang mulai 4 April 2020 Selan itu hingga batas waktu yang akan ditentukan...
Presiden ingin semua anak di desa bisa belajar dengan penerangan baik
Jumat, 03 April 2020 - 13:23 WIB
Presiden RI Joko Widodo menginginkan seluruh anak di desa dapat belajar dengan penerangan yang baik,...
Fasilitasi perpustakaan keliling, Satgas TMMD Kodim Kudus ajak anak-anak isi liburan sekolah
Rabu, 01 April 2020 - 20:25 WIB
Libur sekolah yang dialami anak-anak Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah karena ant...
Cegah COVID-19, Kwarda Banten bagikan 3000 masker dan hand sanitizer
Rabu, 01 April 2020 - 15:11 WIB
Kian merebaknya pandemi COVID-19 di berbagai daerah mengharuskan berbagai elemen masyarakat bergerak...
KPAI: Belajar dari rumah momentum berharga orang tua dan anak
Rabu, 01 April 2020 - 14:35 WIB
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Rita Pranawati mengatakan kebijakan yang mendorong ag...
Masa belajar peserta didik Kabupaten Batu Bara di rumah diperpanjang
Selasa, 31 Maret 2020 - 22:36 WIB
Bupati Bati Bara, Zahir M, melalui Surat Edarannya memperpanjang  kegiatan belajar di rumah bagi pe...
 UB pulangkan mahasiswa Malaysia atas permintaan Kedubes Malaysia
Selasa, 31 Maret 2020 - 18:26 WIB
Sebanyak 23 dari 48 orang mahasiswa asal Malaysia yang tengah belajar di Universitas Brawijaya (UB) ...
 Pemkab Bandung perpanjang masa belajar di rumah hingga 11 April
Senin, 30 Maret 2020 - 20:45 WIB
Menyikapi terus bertambahnya angka kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pem...
Cegah penyebaran corona, ITN Malang perpanjang kuliah daring sampai akhir semester
Minggu, 29 Maret 2020 - 17:17 WIB
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terhitung tanggal 16 Maret 2020 telah mengganti perkuliahan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)