Viral pesan berantai, benarkah virus corona dapat menular dari makanan?
Elshinta
Selasa, 04 Februari 2020 - 10:10 WIB |
Viral pesan berantai, benarkah virus corona dapat menular dari makanan?
Ilustrasi

Elshinta.com - Beredar pesan berantai melalui aplikasi percakapan WhatsAapp, bahwa virus corona dapat ditularkan melalui makanan yang diimpor dari Tiongkok.

Pesan berantai seperti yang diterima Antara, pada Senin (3/2/2020) itu, menyebut informasi itu diteruskan dari KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia.

Berikut pesan tersebut:

"Innalillahi wa Inna Illaihi roji'un
Assalammu'alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu2 Dubes KBRI KL 
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu  apa pun jenis nya , khususnya produksi  luar negeri cina  Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus carona  dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk  ke dalam kalengan2 itu ,  serta   virus corona yg saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak di sita tpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor juga,   Setelah terima ini cepat kirim ke saudara2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yg dari luar..... Demi keselamatan kita semua.      Info dr ibu dubes KBRI 
( Kementrian Kesehatan RI)
 {semoga bermanfaat}.   Mohon bantu share ya..
[ WARNING
Tolong disebar luas kan 
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh   penanganan cepat
 dan masih banyak makanan yg produksi luar
Info:
RS Fatmawati , RSCM ,  RS Siloam , All RS 
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga anda."

Lalu benarkah bahwa corona dapat menular dari makanan?
 
Mengutip Antara, berikut penjelasannya

Pada Senin, 27 Januari 2020, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah bahwa virus corona dapat menular dari makanan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan, virus itu tidak menyebar melalui makanan dan pakaian.

Kemenkes mengatakan sampai saat ini belum ada bukti bahwa makanan dapat menularkan virus corona.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, virus corona baru (2019-nCov) dapat menular antar-manusia lewat batuk dan bersin, hingga lewat makanan yang tercemar air liur orang yang terinfeksi, bukan dari keringat. 

"Penularan dengan kontak langsung dengan penderita bisa lewat pernapasan, percikan ludah, terkena nafas atau batuk dari orang yang positif terjangkit virus corona itu, atau menyentuh langsung ke makanan yang dimakan orang terinfeksi virus itu," kata Daeng.

Oleh sebab itu, untuk menghindarinya, masyarakat diminta untuk tidak melakukan kontak dengan penderita. 
 
Sementara itu, ahli kesehatan Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI mengatakan, daya tahan tubuh menjadi kunci untuk menghadapi virus corona. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga makanan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Tubuh memiliki sistem pertahanan sebagai mekanisme alami untuk melawan ancaman benda asing yang masuk dari luar, seperti virus, bakteri, dan jamur. Jika daya tahan tubuh lemah, maka benda asing itu akan mudah masuk.

Klaim: Beredar pesan bahwa corona dapat menular dari makan, benarkah?
Rating: Hoaks/Salah


Tangkapan layar, pesan berantai lewan aplikasi Whatsapp yang menyatakan virus corona dapat menular dari makanan. (Whatsapp)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cara untuk atasi rendahnya kadar hormon testosteron pada pria
Senin, 30 Maret 2020 - 23:15 WIB
Hormon testosteron memiliki banyak peranan lain bagi tubuh, seperti proses metabolisme, hingga pembe...
Korban meninggal COVID-19 di Magelang bertambah jadi 4 orang
Senin, 30 Maret 2020 - 19:07 WIB
Jumlah warga Magelang yang meninggal dunia karena kasus COVID-19 bertambah. Dinas Kesehatan Kota Mag...
 TNI dan Lintas Sektoral Sota sosialisasi pencegahan COVID-19 di perbatasan
Senin, 30 Maret 2020 - 16:35 WIB
Terus berupaya dalam mencegah penyebaran COVID-19, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad be...
Rapid test COVID-19 di Stadion Sijalak Harupat berjalan lancar   
Senin, 30 Maret 2020 - 15:55 WIB
Ratusan kendaraan antri memasuki kawasan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung. Mereka, y...
Perangi COVID-19, Golkar DIY bentuk tim gugus tugas
Senin, 30 Maret 2020 - 15:35 WIB
DPD Golkar DIY membentuk tim gugus tugas untuk memerangi COVID-19.  Tim gugus tugas ini upaya  nya...
Dokter: Cuci tangan 20 detik secara benar bisa membunuh COVID-19
Senin, 30 Maret 2020 - 13:26 WIB
Dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Erlina Burhan mengatakan bahwa menc...
Pakar: Berlebihan pakai cairan pembersih tangan bisa sebabkan iritasi
Senin, 30 Maret 2020 - 13:04 WIB
Ketua Tim Pakar Gugur Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengemukakan bahwa penggu...
Cegah COVID-19, PDI Perjuangan Jakarta Selatan bagikan masker dan semprot disinfektan 
Senin, 30 Maret 2020 - 12:56 WIB
Kader DPC PDI Perjuangan Jakarta Selatan dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan DKI Jakarta...
Terlalu cemas terkait COVID-19, waspadai gangguan psikosomatik. Begini cara meredamnya...
Senin, 30 Maret 2020 - 09:08 WIB
Di tengah maraknya informasi mengenai pandemi COVID-19 yang disebarluaskan melalui media nasional da...
Cegah COVID-19, perkuat daya tahan tubuh dengan temulawak
Senin, 30 Maret 2020 - 07:29 WIB
Penelitian bio-informatika yang dipublikasikan pada Maret 2020 dan kepustakaan terbaru telah menyebu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)