Omzet bisnis franchise tidak sesuai target, begini cara melejitkannya…
Elshinta
Senin, 10 Februari 2020 - 10:59 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Omzet bisnis franchise tidak sesuai target, begini cara melejitkannya…
Ilustrasi. Sumber: istimewa

Elshinta.com - Untuk membuat bisnis Anda lebih ramai pembeli sehingga omzet setiap harinya dapat tercapai sesuai target, caranya adalah dengan menjalankan tata cara pemasaran seperti yang diajarkan pada pelatihan yang diberikan oleh Franchisor (Franchisor wajib memberi pelatihan).

Hal lain adalah dengan bertanya kepada Francisor untuk mendapat saran dan kemudian mengikutinya.

Dilansir eMajels, dalam pelatihan, biasanya yang akan diajarkan oleh Franchisor kepada Anda salah satunya adalah mengenai pengenalan kepada target market dari bisnis tersebut. Misalnya berapa umur dari target market bisnis tersebut. Dari golongan mana target market tersebut. Golongan dibagi dalam beberapa SES (Social Economic Strata), hal ini menyangkut kepada daya beli target market. Jenis kelamin dari target market bisnis tersebut (semua itu disebut sebagai demografi dari target market bisnis).

Dengan demikian, Anda akan paham bagaimana cara melakukan promosi, bagaimana cara menjual setelah konsumen datang, serta bagaimana cara menjaga konsumen bisnis tersebut agar kembali lagi.

Tampilan iklan berikut outlet yang perlu Anda jaga/pelihara tentunya adalah dengan nuansa (biasanya warna dan desain) yang disukai oleh target market tersebut, berikut hal-hal lain yang mendukung kepentingan mereka.

Yang perlu Anda pahami, ternyata kita tidak dapat memenuhi atau memuaskan semua golongan. Para ahli pemasaran membagi golongan yang terkait dengan umur dalam kelipatan 10 tahun, misal 15-25, 25-35, 35-45, 45-55, 55-ke atas.

Setiap kelompok umur mempunyai keinginan dan kebiasaan tersendiri. Oleh karena itu akan sangat memakan biaya bila ingin mendapat perhatian dari semua golongan, dimana hasilnya ternyata lebih sering tidak seimbang dibandingkan dengan pengeluaran biaya pemasarannya. Itulah sebabnya Anda cukup menjaga target market utama saja.

Royandi Junus, Manager Internasional Franchise Business Management (IFBM) menjelaskan, hal lain yang perlu Anda ketahui, sudah selayaknya Franchisor yang mastery di bisnis yang Anda “beli” melaksanakan bantuan-bantuan (supports) sesuai dengan ketentuan dari Peraturan Pemerintah (PP) No.42, tahun 2007, tentang waralaba.

Hal ini adalah wajib bagi pebisnis (Franchisor) yang memasarkan bisnisnya secara franchising untuk membantu para Fanchisee-nya. Bila Franchisor “menjanjikan” bahwa omzet harian adalah sebesar X rupiah, maka tanyakan padanya bagaimana caranya untuk bisa mencapai nilai tersebut.

Namun, bila Franchisor tidak dapat melaksanakan dan atau menjelaskannya, mungkin saja Franchisor Anda memang belum mastery di bisnis tersebut, atau dengan kata lain, belum layak untuk memasarkan bisnisnya secara franchising.

Nah, jika keadaan ini yang Anda hadapi, maka ada empat pilihan yang dapat dilakukan. Pertama, tutup bisnis tersebut. Kedua, perkarakan kasus Anda ke meja hijau. Ketiga, Anda tetap menjalankan bisnis tersebut dan berupaya sendiri agar omzet dapat mencapai target. Keempat, Anda teruskan menjalankan bisnis tersebut dengan mencopot merek dagang milik Franchisor yang Anda pakai, kemudian pasang merek sendiri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sandiaga dorong pelaku usaha kreatif gaet wisatawan gunakan Big Data
Kamis, 31 Desember 2020 - 14:20 WIB
 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong para pelaku usaha pari...
Kiat UMKM bertahan kala pandemi ala Tokopedia
Minggu, 20 Desember 2020 - 11:30 WIB
Perusahaan teknologi e-dagang Tokopedia membagikan sejumlah kiat bagi pelaku UMKM agar dapat bertaha...
Pelaku UKM Bogor didorong tembus pasar nasional dan internasional
Sabtu, 19 Desember 2020 - 14:15 WIB
Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor mendo...
Peneliti Indef nilai penyelenggaraan FDN bantu UMKM bangkit
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:45 WIB
Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penyelengg...
Menkop UKM minta UMKM manfaatkan platform digital
Sabtu, 12 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki meminta pelaku usaha mikro, kecil dan meneng...
Luhut: Pemerintah akan ajak 30 juta UMKM masuk ekosistem digital 2021
Sabtu, 12 Desember 2020 - 14:56 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap pemeri...
Pemprov gelar Pameran Bali Bangkit untuk kembali geliatkan UMKM
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:30 WIB
Pemerintah Provinsi Bali menggelar Pameran UMKM Bali Bangkit selama 4-31 Desember 2020 untuk menggel...
Presiden: Daya saing ekspor nasional harus terus ditingkatkan
Jumat, 04 Desember 2020 - 17:30 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan daya saing ekspor nasional khususnya usaha kecil dan meneng...
UMKM disarankan miliki situs web bisnis untuk perluas pasar
Rabu, 02 Desember 2020 - 17:55 WIB
Para pelaku UMKM disarankan untuk memiliki situs web (website) bisnis sendiri untuk dapat melakukan ...
Pengrajin gula semut Naringgul mendapat pesanan 4 ton setiap bulan
Rabu, 25 November 2020 - 17:45 WIB
Puluhan pengrajin gula semut di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, dapat memproduksi gula sem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV