Riau siaga darurat Karhutla hingga Oktober
Elshinta
Rabu, 12 Februari 2020 - 10:46 WIB |
Riau siaga darurat Karhutla hingga Oktober
Dok - Personel TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut dengan ranting pohon sebelum datangnya bantuan dari Pemadam dan Manggala Agni di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). Sumber foto: https://bit.ly/2Ski7TS

Elshinta.com - Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah ditetapkan di Provinsi Riau, terhitung mulai 11 Februari hingga 31 Oktober 2020.

"Dengan adanya eskalasi kebakaran hutan dan lahan dan sudah ada tiga kabupaten dan kota sudah menetapkan status siaga darurat, maka terpenuhi syarat Riau menetapkan status siaga darurat berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 61 tahun 2015 tentang Protap Pengendalian Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan," demikian dikatakan Gubernur Riau, Syamsuar pada rapat koordinasi penetapan status siaga darurat karhutla Riau, di Pekanbaru, Selasa (11/2) malam.

Dengan penetapan status siaga darurat, sesuai aturan yang berlaku, maka Gubernur Riau juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Siaga Darurat Karhutla Riau yang mempunyai lahan gambut seluas  4,9 juta hektare.

Mengutip Antara, Gubernur mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah, pertama, pemetaan daerah rawan bencana yang kini ada di 346 desa dan 99 kecamatan.

Kedua, inventarisasi kembali izin perkebunan 387 dan 62 kehutanan, terkait dengan kebijakan satu peta untuk mengetahui tumpang tindih lahan.

Tiga Kabupaten/Kota

Kepala Pelaksana Badan Penanggangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, sudah ada tiga pemerintah kabupaten/kota yang sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla pada awal tahun ini.

"Siaga darurat sudah di tiga kabupaten/kota yaitu Bengkalis, Siak dan Dumai," sebutnya.

Data BPBD menyatakan, karhutla sudah terjadi di 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau meski luasnya berbeda-beda. Total luas karhutla hingga Februari 2020 mencapai 271 hektare.  

Adapun tiga daerah yang sudah berstatus siaga darurat mengalami karhutla cukup luas, yakni di Siak mencapai 98,47 ha, Bengkalis 60,90 ha dan Dumai 31,85 ha.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Harmensyah, mengatakan sangat mengapresiasi langkah cepat Riau menetapkan status siaga darurat karhutla. BNPB siap membantu berupa mempercepat operasi teknologi modifikasi cuaca untuk hujan buatan, mengerahkan bantuan personel, hingga helikopter untuk patroli maupun pemadaman.

Namun, BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah bahwa faktanya karhutla di Riau berulang tiap tahun, yang berdampak buruk terhadap lingkungan, masyarakat dan hubungan dengan negara lain.

Karenanya, perlu solusi permanen untuk mencegah karhutla dengan mengembalikan fungsi alami gambut, yang seharusnya selalu basah agar tak mudah terbakar maupun dibakar.

"Pesan dari Kepala BNPB, pak Doni Monardo, jangan kita perkosa gambut dan hakikat gambut diganggu terus," katanya.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, mengatakan Riau memiliki dua siklus kemarau setiap tahun. Kemarau pertama pada akhir Januari hingga Maret, dimana curah hujan normal hingga di bawah normal, sehingga beberapa daerah mengalami kebakaran.

Sementara, bulan Maret hingga April merupakan masa transisi, dan mulai Juni hingga Juli curah hujan menengah hingga rendah. "Juni adalah kemarau kedua," katanya. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
New normal, permintaan uji kir mulai ada peningkatan
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:20 WIB
Selama pandemi COVID-19, permintaan uji kir di Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengala...
Anggota DPR: Klaim kalung anticorona harus berbasis riset
Rabu, 08 Juli 2020 - 10:45 WIB
Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan  Fraksi PKS DPR Mulyanto menginginkan klaim kalung anti...
Menpan-RB: Tidak benar ada pemecatan PNS dalam reformasi birokrasi
Rabu, 08 Juli 2020 - 10:21 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menegaskan b...
Bagaimana peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di tengah pandemi?
Rabu, 08 Juli 2020 - 09:43 WIB
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap berlangsung hikmat...
36 kabupaten/kota beralih dari zona risiko sedang jadi zona risiko rendah COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:46 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) mengumumkan, dari total 514 wilayah administra...
Diprediksi vaksin lokal akan diproduksi massal
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:30 WIB
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional, dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa Ketua K...
Update: 104 kabupaten dan kota masuk daftar zona hijau
Rabu, 08 Juli 2020 - 06:59 WIB
Gugus Tugas Nasional melakukan pemutakhiran data zonasi risiko daerah, saat ini terdapat 104 kabupat...
Gugus Tugas: Kasus positif COVID-19 masih cenderung meningkat, tetap waspada potensi penularan!
Rabu, 08 Juli 2020 - 06:41 WIB
Kasus positif COVID-19 per hari Selasa (7/7), berjumlah 1.268 kasus. Selain kasus positif, lebih dar...
Covid-19 pengaruhi ketersediaan hewan kurban
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:46 WIB
Situasi pendemi Covid-19 berpengaruh juga kepada perniagaan hewan qurban tahun 2020. Stok hewan qurb...
Pemkot Magelang luncurkan aplikasi permudah urus pemakaman
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:35 WIB
Pemkot Magelang, Jawa Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan fasilitas Simpel (sist...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV