Pedagang mulai keluhkan sepinya pembeli di pusat wisata kuliner Bangayo
Elshinta
Kamis, 13 Februari 2020 - 07:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pedagang mulai keluhkan sepinya pembeli di pusat wisata kuliner Bangayo
Pedagang mulai keluhkan sepinya pembeli di pusat wisata kuliner Bangayo. Foto:

Elshinta.com - Bangayo sebagai salah satu pusat wisata kuliner yang digadang-gadang akan sukses dan salah satu wujud `smart city` kenyataannya tak berjalan mulus. Makin hari tingkat penjualan pedagang menurun. Hal ini diutarakan salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya, jika omsetnya berjualan di Bangayo saat ini menurun drastis tak seperti awal buka. " Ya, di sini mulai sepi, saya gak tau mau sampai kapan di sini, tapi ya jualan aja, rezeki sudah ada yang atur," paparnya kepada Kontributor Elshinta, Rizkia.

Disamping itu izin pengelolaan Bangayo pun dipertanyakan. Dikarenakan wilayah yang dipakai untuk pedagang Bangayo adalah jalan provinsi dimana hal itu merupakan kewenangan provinsi dalam hal ini gubernur untuk memberi  izin. Seperti diketahui Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, telah mencabut izin penggunaan jalan untuk Bangayo dan meminta walikota Tarakan untuk bersurat ulang ke Gubernur.

Ditemui di Tarakan, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lamrie, mengatakan tidak tau menahu akan hal tersebut. "Itu dibangun tanpa sepengetahuan gubernur," ungkapnya.

Selain itu ia menerangkan belum mengecek tentang surat izin dari walikota Tarakan. "Selama tidak mengganggu ketertiban kita toleransi, tapi jika memang terjadi kecelakaan segera laporkan, berarti itu harus ditutup," tegasnya.

Ia menambahkan akan melakukan perawatan berkala kepada aset pemprov yang berada di Tarakan. "Mau tidak mau, suka tidak suka Pemkot Tarakan harus segera mengosongkan aset itu," tutupnya.

Seperti diketahui Bangayo dibangun diatas jalan milik provinsi, serta memakan badan jalan yang akhirnya menganggu pengguna jalan. Sempat beberapa kali juga terjadi kecelakaan dikarenakan pengendara tidak melihat adanya tali pembatas yang sangat kecil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah melemah seiring menjauhnya investor dari aset berisiko
Kamis, 02 April 2020 - 10:38 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (2/4) pagi, bergerak m...
Tiga bulan listrik gratis, MPR: tepat untuk warga pas-pasan
Rabu, 01 April 2020 - 21:11 WIB
PT Perusahaan Listik Negara (PLN) Persero mengeluarkan kebijakan tentang pembebasan pembayaran listr...
Analis ekonomi apresiasi Menkeu jalankan saran Rizal Ramli tangani dampak COVID-19  
Rabu, 01 April 2020 - 20:55 WIB
Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengapresiasi keputusan Me...
Pemkab Bandung siapkan pasar komoditas pertanian
Rabu, 01 April 2020 - 20:37 WIB
Mengantisipasi  adanya penutupan pasar modern dan sebagian pasar tradisional di Jakarta dan Bandung...
Rabu sore, IHSG ditutup jatuh 1,61% ke 4.466,03
Rabu, 01 April 2020 - 18:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh pada perdagangan awal bulan April. Mengutip RTI, Rabu (1/4)...
Menkeu katakan penerimaan negara berpotensi turun 10 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 18:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara untuk tahun ini berpotensi menga...
Rupiah terkoreksi seiring memburuknya ekonomi akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 17:57 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu terkoreksi seiring memb...
Cegah penyebaran COVID-19, PKL di Magelang tutup 1-4 April
Rabu, 01 April 2020 - 15:55 WIB
Semua Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di berbagai pusat kuliner di Kota Magelang tutup terhi...
BPS: Inflasi Maret 2020 terkendali
Rabu, 01 April 2020 - 14:28 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Dengan demikian, inflasi t...
Sri Mulyani: Ekonomi RI berpotensi tumbuh 2,3 persen akibat COVID-19
Rabu, 01 April 2020 - 12:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia berpotensi hanya tumbuh 2,3...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)